Tangkal Radikalisme, Warganet Harus Cerdas Saring Informasi di Medsos


Jumat, 14 September 2018 - 17:50:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tangkal Radikalisme, Warganet Harus Cerdas Saring Informasi di Medsos Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Penyebaran paham radikalisme melalui media sosial (Medsos) bisa mengancam keamanan negara, karenanya masyarakat harus cerdas menyaring informasi yang ada di medsos.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumbar, Zaim Rais, saat diskusi dengan pegiat media massa, medsos, dan mahasiswa yang digagas oleh FKPT Sumbar, kemarin (13/9) di Pangeran Beach Hotel.

Zaim Rais menyebut, banyak masyarakat yang tak menyaring informasi yang beredar di medsos. Lebih parah lagi, informasi yang belum tentu benar itu langsung dikirimkan (sharing) ke pengguna medsos lain. Sehingga bisa menjadi viral.

"Masyarakat harus waspada dan berhati-hati. Pola penyebaran paham radikalisme terkadang terstruktur dan terpola. Pastikan dulu apakah informasi itu benar atau salah. Jangan main sharing saja,” ujar Zaim.

Saat ini, lanjut dia, konten-konten yang membenarkan tindakan kekerasan banyak dibuat, hal ini kemudian sengaja disebar untuk mengubah pola pikir pengguna medos.

”Jika pikiran telah membenarkan paham radikal termasuk terorisme, ini yang menjadi ancaman negara,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit IV Intelkam Polda Sumbar, AKBP Sri Wibowo, menyebutkan, yang lebih berbahaya adalah pola pikir yang diubah. Sehingga membuat aksi kekerasan didepan publik menjadi hal yang dibenarkan. Dia mengatakan, generasi muda adalah yang terbilang banyak menjadi sasaran paham ini. ”Di Sumbar telah ada penangkapan sejumlah pelaku teror. Ini menandakan pelaku itu ada di Sumbar. Bisa saja itu jaringan. Kita lebih waspada,” katanya.

Di sisi lain, Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT, Kolonel Rahmad Suhendro, menyampaikan pelaku teror telah berbaur dengan masyarakat. Rahmad menuturkan, BNPT sebagai lembaga negara terus berupaya menangani kejahatan luar biasa itu. Satu di antaranya melalui pelatihan seminar penguatan aparatur desa sebagai bentuk penanggulangan terorisme secara lebih dini. ”Ada beberapa faktor keberhasilan yakni kerja sama seluruh komponen bangsa. Semua bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. Saling peduli dan mengingatkan,” ujar Rahmad.

Rahmad menambahkan, memerangi tindakan radikalisme dan aksi teror bentengnya bisa dengan menerapkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Salah satunya bisa melalui kegiatan gotong royong di masyarakat yang membuat setiap warga jadi berbaur. (h/len)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM