RAPAT AKBAR BUKIT MARAPALAM SEGERA DIGELAR

Muzakarah Ulama se-Sumbar Sepakat Tolak Islam Nusantara


Senin, 17 September 2018 - 12:03:29 WIB
Muzakarah Ulama se-Sumbar  Sepakat Tolak Islam Nusantara Muzakarah ulama se-Sumbar di Padang Panjang, Ahad (16/9), tolak aliran Islam Nusantara. IST

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar menggelar muzakarah (bertukar pikiran, red) ulama se-Sumbar di Padang Panjang, Jumat-Minggu (14/9-16/9). Acara yang dihadiri sekitar 70 orang ulama dari seluruh Sumbar itu sepakat menolak Islam Nusantara.

"Pesertanya ulama-ulama dari kabupaten/kota se-Sumbar yang berjumlah sekitar 70 orang," ungkap Kepala MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, kepada Haluan Minggu (16/9).

Baca Juga : Hadiri Pelantikan PCNU Pasaman, Ini Pesan Bupati Benny Utama

Lanjutnya, usai mendengarkan pendapat dan saran dari peserta muzakarah maka diperolehlah hasil diantaranya, peserta muzakarah ulama sepakat menolak islam nusantara. Hal tersebut merupakan bentuk pengukuhan dari keputusan rapat koordinasi bidang kerukunan dan ukhuwah MUI Sumbar dan MUI kabupaten/kota se-Sumbar terkait Islam nusantara pada, (21/7) lalu.

Selain itu kata Gusrizal, mendukung pernyataan sikap MUI Sumbar terkait pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar dan musala. Peserta muzakarah sepakat untuk menolak Surat edaran Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid langgar dan musala.
Peserta muzakarah ulama sepakat untuk mengadakan rapat akbar di Puncak Pato Bukik Marapalam untuk meneguhkan kembali ABS-SBK, syarak mangato-adat mamakai dalam acara bai'at bukik marapalam jilid II.

Baca Juga : PCNU Pasaman Periode 2020-2025 Dilantik, Sederet Tugas Berat Menanti

“Kami juga sepakat setiap masjid harus memiliki imam besar/dewan imam besar yang faqiih lagi qari sebagai imam, murabbiy, dan muwajih dalam pengelolaan masjid menurut tuntunann syari'at islam,” katanya.

Poin selanjutnya, pada masjid nagari diutamakan dalam penunjukan imam besar/dewan imam besar adalah urang jinih nan ampek. “Imam besar harus berkoordinasi dengan majelis ulama setempat bila berhadapan dengan persoalan terkait fatwa. MUI Sumbar dari kabupaten/kota bertugas melakukan pembinaan terhadap para imam besar, bekerja sama dengan pihak terkait serta menyusun buku panduan pengelolaan masjid dalam tuntunan syariat islam,” ujarnya.

Baca Juga : BPBD Kota Pariaman Terima Bantuan Logistik Bencana dari BNPB Pusat

Buya Gusrizal menambahkan, muzakarah tersebut diangkatkan dengan memperhatikan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Muzakarah ini direncanakan dilakukan bergiliran dan selanjutnya akan diadakan di Tanah Datar. (h/mg-yes)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]