Terkendala Syarat, Tenaga Honorer K2 Datangi Kantor Bupati Pasaman


Selasa, 18 September 2018 - 21:34:00 WIB
Terkendala Syarat, Tenaga Honorer K2 Datangi Kantor Bupati Pasaman Sejumlah eks tenaga honorer kategori II di Kabupaten Pasaman datangi Kantor Bupati setempat, Selasa (18/9) sore. Mereka tergabung dalam Forum Honorer Kategori II Indonesia (FHK2I).

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Peluang untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2018 ini tertutup, belasan eks tenaga honorer kategori II di Kabupaten Pasaman datangi Kantor Bupati setempat, Selasa (18/9) sore. Mereka tergabung dalam Forum Honorer Kategori II Indonesia (FHK2I).

Kedatangan perwakilan tenaga honorer kategori 2 ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama, Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan, MN Susilo, Sekretaris BKPSDM, Nulifikar serta Kabid Mutasi Marta Yandra. 

Dihadapan Wakil Bupati Pasaman, mereka menyampaikan harapannya untuk tetap dapat diangkat menjadi CPNS di tahun ini juga. Hal itu mengingat masa pengabdian mereka sebagai tenaga honor, baik sebagai guru, tenaga kesehatan dan teknis lainnya. 

Namun, penetapan batasan usia pada syarat penerimaan CPNS tahun ini oleh pemerintah pusat, memupus harapan mereka. Di Pasaman, eks tenaga honorer K2 yang belum diangkat CPNS menyisakan 183 orang lagi. 

"Kami datang kesini ingin mengadukan nasib kami kepada orang tua kami, kedepannya gimana. Sebab, rekrutmen CPNS yang dibuka besok, usia dibatasi maksimal 35 tahun. Sementara usia K2 kebanyakan sudah beranjak berusia 37 hingga 40 tahun," ucap Mirnawati (39) guru honorer di SD 12 Koto Kaciak, Bonjol.

Ia menyebutkan, bahwa peluang untuk mereka diangkat CPNS masih terbuka lebar. Jika, Pemkab Pasaman mau menyurati Kemenpan RB secara khusus agar mengakomodir tenaga honorer K2 dalam penerimaan CPNS tahun 2018. Sebagaimana telah dilakukan oleh sejumlah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. 

"Masih, masih ada sih sebenarnya. Tapi, Pemkab Pasaman harus buat surat  ke Menpan RB, untuk akomodir kami (K2). Mengingat masih banyaknya K2 yang belum diangkat menjadi CPNS, padahal masa kerjanya sudah melebihi 10 tahun dan usia sudah melebihi 35 tahun," ujar Wati yang sudah 12 tahun mengabdi sebagai guru honorer ini. 

Sementara Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama dihadapan perwakilan tenaga honorer K2 berjanji akan memperjuangkan aspirasi tersebut. Agar K2 ini dapat dipertimbangkan dalam penerimaan CPNS, mengingat jasa dan pengabdian mereka sebagai guru, tenaga kesehatan dan teknis lainnya selama ini. 

"Ini aspirasi positif. Ini hak warga negara untuk bertanya nasib mereka kepada orang tuanya. Kita akan perjuangkan, agar K2 juga bisa diangkat menjadi CPNS. Besok, Kita akan surati Kemenpan RB, meminta agar K2 ini diakomodir," katanya. 

Meskipun pengusulan CPNS berdasarkan analisa kebutuhan dan harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat, Pemda Kabupaten Pasaman akan tetap berupaya. Meskipun hal itu sangat sulit dilakukan. 

"Saya harap Bapak, Ibu bisa pulang kerumah dengan tenang. Yakinlah, Pemda tidak akan tinggal diam. Kita akab berjuang selagi peluang itu ada. Tenaga honorer K2 yang masih tersisa menjadi perhatian serius bagi kami (Yusuf-Atos)," ungkap mantan perwira TNI ini. 

Sebagai informasi, Pemkab Pasaman sudah menerima rincian kuota CPNS 2018 dari Kemenpan RB. Jumlahnya sebanyak 114 formasi, dari usulan sebelumnya sebanyak 121 formasi. 

Dari formasi tersebut, Kemenpan RB memberikan jatah 5 formasi khusus untuk tenaga guru eks tenaga honorer K2 diangkat menjadi CPNS. Namun dengan sejumlah persyaratan. 

Diantaranya, harus berijazah S1 terhitung 3 November 2013. Usia juga dibatasi, maksimalnya 35 tahun terhitung 1 Agustus 2018. Hal ini sesuai dengan Permenpan RB nomor 36 tahun 2018. 

Sementara sisanya, sebanyak 109 formasi lagi merupakan formasi umum. Terdiri dari tenaga pendidik (guru), tenaga kesehatan dan teknis. Penerimaan CPNS ini, menurut BKPSDM sudah sesuai dengan kebutuhan, PNS yang sudah pensiun dan kalkulasi lainnya. (h/yud)

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 14 Juni 2017 - 10:52:16 WIB

    Terkendala Lahan, Rehab Jalan Padang Aro Dialihkan

    Terkendala Lahan, Rehab Jalan Padang Aro Dialihkan SOLOK SELATAN, HALUAN – Proses pembebasan lahan untuk jalan Provinsi di Durian Tarung, Lubuk Gadang, Sangir Solok Selatan (Solsel) tak kunjung tuntas. Akibatnya, alokasi dana sebesar Rp6 miliar untuk tahun 2017 untuk kelanj.
  • Senin, 13 Maret 2017 - 20:50:19 WIB

    Terkendala PP No 48 Tahun 2015, Hasil Tes Guru Kontrak di Pessel Ditunda.

    Terkendala PP No 48 Tahun 2015, Hasil Tes Guru Kontrak di Pessel Ditunda. PAINAN, HALUAN - Pengumuman hasil test penerimaan guru kontrak di kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tersendat oleh Peraturan Pemerintah (PP) nomor 48 tahun 2005, tentang penerimaan pegawai. Terkait hal itu, dalam waktu deka.
  • Rabu, 21 Desember 2016 - 00:12:56 WIB
    KONSERVASI PENYU

    Kewenangan Dialihkan, Kegiatan Terkendala

    PARIAMAN, HALUAN­ — ­­­Inkubasi telur penyu di Konservasi Penyu Kota Pariaman kini kosong. Kegiatan tidak dapat dilakukan karena peme­rintah kota tidak lagi menganggarkan biaya untuk memberi donasi kepada masya­rakat .
  • Senin, 15 Agustus 2016 - 05:08:43 WIB

    Pengelolaan SDA Masih Terkendala Izin

    SOLSEL, HALUAN — Pemerintah Solok Selatan (Solsel) kesulitan maksimalkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) sektor energi dan pertambangan karena rumitnya birokrasi terkait pengurusan izin. “Kita inginkan SDA yang dimilik.
  • Kamis, 28 Juli 2016 - 03:44:51 WIB
    BERADA DI BADAN JALAN NASIONAL

    Perbaikan Pipa PDAM Terkendala

    BUKITTINGGI, HALUAN — Upaya perbaikan pipa PDAM Kota Bukittinggi yang didanai oleh Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU mengalami sedikit kendala. Hal ini sekaitan dengan letak pipa yang berada di badan jalan nasiona.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM