Soal Tabuik Haram, Ketua LKAAM Sumbar: Itu Wisata Budaya Bukan Pemujaan


Kamis, 20 September 2018 - 15:25:12 WIB
Soal Tabuik Haram, Ketua LKAAM Sumbar: Itu Wisata Budaya Bukan Pemujaan Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar M.Sayuti, menanggapi isu yang mengatakan bahwa tradisi Tabuik hukumnya haram. Ia menegaskan bahwa acara tabuik di Pariaman merupakan wisata budaya bukanlah bentuk pemujaan terhadap Hasan Husein.

"Tabuik sudah berjalan sejak dulu. Kenapa sekarang dipermasalahkan. Kalau haram apakah ulama dahulu, mohon maaf lebih bodoh dari ulama sekarang? ," ujar Sayuti kepada Haluan saat dihubungi via telepon, Selasa (18/9).

"Dulu kan ada nama-nama ulama hebat asal minangkabau seperti buya Hamka, buya natsir, bagindo leter yang asli pariaman. Tidak ada yang membahas tabuik itu haram. Kalau iya tentu sejak dulu sudah dilarang,"ucapnya menegaskan.

Kendati demikian, hanya saja terkadang filosofi setiap rangkaian Tabuik tidak disosialisasikan dan dikomunikasikan oleh pelaksana, sehingga masih ada masyarakat menganggap bahwa tabuik merupakan pemujaan kepada hasan husein cucu rasulullah, padahal sebenarnya merupakan tradisi.

Sayuti mengatakan, harusnya tabuik dilihat dari berbagai sisi kemanfaatan juga, seperti unsur budaya, wisata, religi dan ekonomi. 

"Kita perlu melihat dari sisi kemanfaatannya juga. Dari unsur budaya itu merupakan tradisi yang turun temurun dan masih dilaksanakan sampai sekarang. Disamping itu juga meningkatkan nilai wisata untuk daerah pariaman sehingga banyak orang yang berkunjung melihat Tabuik. Hasilnya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat, jika tempat wisata ramai dikunjungi. Sementara dari aspek religi tradisi tabuik merupaka peringatan mengenang Hasan Husein selaku cucu rasulullah dan merupakaan rangkaian doa atas keselamatan atasnya yang disampaikan dengan kegembiraan," tutur Sayuti.

Sayuti berpesan, agar selanjutnya pelaksana tabuik juga diberi penjelasan akan makna-makna dan filosofi setiap simbol dan rangkaian tabuik dari MUI/ulama dari aspek agamanya, juga dari niniak mamak dari segi adatnya. Sehingga pelaksanaan tabuik tidak melenceng dari tujuan awalnya dan sia-sia.

Terpisah, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar belum mau berkomentar terkait hal tersebut. Menurutnya, hal tersebut akan diddiskusikan terlebih dahulu terutama dengan ulama-ulama di pariaman.

Sebelumnya beredar video seorang pendakwah yang mengatakan bahwa Tabuik tersebut merupakan budaya syiah dan hukumnya haram. Dalam video yang diunggah dan bedurasi  7.21 menit itu, ia menyatakan sampai kapan Kota Pariaman dan  Padang Pariaman hijrah.

"Dulu sudah pernah dihentikan tabut itu, apa ruginya kita. Itu budaya syiah" katanya. (h/mg-yes)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]