BAWASLU DIMINTA BERTINDAK

Soal Video Bupati Pessel, Kubu Prabowo: Jangan Memancing Kisruh


Rabu, 26 September 2018 - 20:43:40 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Soal Video Bupati Pessel, Kubu Prabowo: Jangan Memancing Kisruh Desrio Putra

PADANG, HALUAN – Video Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni yang memberikan bantuan anggaran ke sejumlah pejabat dinas Pemkab Pessel memicu polemik baru. Dalam video, Hendrajoni beberapa kali menyebut kalau bantuan itu berasal dari Presiden Indonesia, Jokowi. Kubu Prabowo bereaksi keras terhadap ulah sang bupati dan menganggap itu sebagai pelanggaran Pemilu yang mesti diproses.

Sekretaris Dewan Penasehat Badan Pemenangan Prabowo – Sandiaga Sumbar, Desrio Putra meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk bertindak. “Apa yang dilakukan oleh Bupati Pessel tersebut sudah termasuk pelanggaran Pemilu, kehadirannya dalam acara yang terekam dalam video sebagai kepala pemerintah, tapi dari bahasanya jelas mempelrihatkan dukungan terhadap Jokowi sebagai capres. Ini tak bisa dibiarkan. Bawaslu semestinya bertindak,” tegas Desrio dalam keterangan tertulisnya yang diterima awak media, Rabu (26/9) sore.

Dijelaskan Desrio, penyebutan kalau bantuan yang diberikan berasal dari Jokowi, juga tidak relevan. “Kalau pun ada bantuan dari pemerintah pusat, itu kan bantuan Presiden sebagai kepala pemerintahan bukan bantuan Jokowi secara pribadi,” tulis Desrio. 

Dalam pandangan Desrio, Hendrajoni sebagai bupati seolah sedang menunjukkan bahwa dirinya memiliki kekuasaan. “Sikap arogansi seperti itu akan memancing tindakan-tindakan pelanggaran yang berpotensi dilakukan oleh kepala daerah lainnya, yang sudah mendeklarasikan dukungan pada Jokowi. Bawaslu Sumbar harus menindak tegas dan melakukan proses, termasuk oleh kejaksaan dan kepolisian. Jika ini didiamkan, bisa akan berefek domino dan akan menjadi yurisprudensi oleh pihak tertentu untuk melakukan hal yang sama,” terang Desrio.

Video tersebut juga dianggap Desrio juga bisa memancing kekisruhan dan merusak suasana pemilu damai yang sudah dideklarasikan oleh KPU. “Jangan memancing-mancing kekisruhan. Kita sudah sama-sama deklarasi pemilu damai, maka bertindaklah dengan pola dan tingkah yang damai. Jangan keluar jalur,” katanya.

Terkait videonya yang beredar, Hendrajoni belum memberikan penjelasan secara panjang lebar. Hendrajoni belum menjelaskan di mana dan kapan kegiatan penyerangan bantuan tersebut berlangsung. Namun, ia membantah bantuan tersebut diberikan kepada ASN. "Bantuannya untuk Wali Nagari dari Pemerintah Pusat. Bukan untuk PNS," kata Hendrajoni, dilansir Republika, Selasa (25/9).

Kepala Bagian Humas Pemkab Pesisir Selatan Wendi mengatakan peristiwa di video viral itu terjadi saat upacara gabungan di halaman kantor bupati, Senin (24/9) pagi. Selain apel biasa, kesempatan itu dimanfaatkan untuk menyerahkan berbagai piagam penghargaan untuk pegawai dan unsur masyarakat lainnya Penghargaan itu antara lain berkaitan dengan kejuaraan karate di Bangka Belitung, penghargaan Genre BKKBN, dan SK kenaikan pangkat untuk sejumlah ASN. "Termasuk juga bantuan keuangan untuk badan usaha milik nagari (BUMNag) dan pengembangan pariwisata, di mana dalam video terdengar bupati mempertegas soal bantuan dari Jokowi," katanya.

Menurut Wendi, video yang beredar itu bukan diambil oleh tim Humas Pemda. Pemkab sedang menelusuri pembuat dan penyebar video tersebut.  "Sepertinya ada pihak yang sengaja mengambil dan menyebarkannya dengan tidak utuh," kata Wendi.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]com
APP HARIANHALUAN.COM