Ijazah Bermasalah, Alumni UIN Imam Bonjol Gagal Tes CPNS


Kamis, 27 September 2018 - 09:05:17 WIB
Ijazah Bermasalah, Alumni UIN Imam Bonjol Gagal Tes CPNS Tes Cpns. ILUSTRASI

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sejumlah alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang gagal mendaftar dalam penerimaaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Kegagalan ini dipicu tak terdaftarnya ijazah mereka di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Tidak terdaftarnya ijazah para pelamar asal UIN ini diketahui setelah mereka mencoba mengakses situs penerimaan CPNS. Selama ini, mereka tak sadar kalau ijazahnya tak berlaku, dan menganggap tak ada masalah karena sudah menyelesaikan studi dan diwisuda. “Pas mau melamar, rupanya ijazah tidak diakui. Ini persoalan yang baru diketahui. Tidak ada informasi dari pihak kampus sebelumnya soal permasalahan ijazah kami. Tamatan UIN tentu tidak mau tahu karena prose pendaftaran ijazah ke kementerian itu tanggung jawab pihak kampus," terang salah seorang alumni yang ijazahnya bermasalah, Deni Gustiar kepada Haluan.

Dijelaskan Deni, ia mengetahui bahwa ijazahnya tidak terdaftar setelah mengakses situs http://ijazah.ristekdikti.go.id. Deni sudah menanyakan langsung kepada pimpinan kampus dan menanyakan kejelasan tentang belum terdaftarnya ijazah tersebut. Dalam pertemuan itu dikatakan Deni, pihak kampus sudah mengupayakan usaha mendaftarkan ijazah para alumni. Namun disebutkan belum dapat maksimal secara keseluruhan alumni.

"Memang ada juga teman saya yang sudah terdaftar, tapi cukup banyak yang belum terdaftar, kami minta pertanggungjawaban kampus serta pemenuhan kewajibannya, terlepas dari adanya pembukaan CPNS atau tidaknya," kata Deni.

Ia berharap pihak kampus serius menyelesaikan permasalahan ini. Menurutnya, tanggung jawab pimpinan kampus bukan hanya semata tentang mahasiswa tapi bagaimana memenuhi tanggung jawab dan hak-hak para alumni. "Kita kuliah dengan biaya yang entah berantah, banting tulang orangtua untuk biaya kuliah, namun kini masalah lain muncul, ijazah tidak terdaftar, kami bisa apa, semoga saja ini segera dapat terselesaikan oleh pihak kampus," harapnya.

Rivai, alumni yang wisuda pada tahun 2016 menuturkan, dirinya baru mengetahui jika ijazahnya tidak terdaftar setelah mengakses laman Forlap Dikti di Kemenristek Dikti. "Tentunya kami sangat kecewa dengan kondisi seperti ini, padahal mendaftarkan ijazah di Kementerian merupakan tanggung jawab pihak kampus," tuturnya.

Disorot Ombudsman

Belum tuntasnya penginputan data di kementerian oleh pihak UIN Padang dianggap Ombudsman RI Perwakilan Sumbar sebagai bentuk pelanggaran adminstrasi dan pengabaian terhadap hak-hak alumni. "Pendaftaran alumni di Kementerian itu merupakan kewajiban yang mesti disegerakan dan dituntaskan oleh pihak kampus," sebut Pelaksana Tugas Ombudsman perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, Rabu (26/9).

Seharusnya, penginputan tersebut sudah dilakukan pihak rektorat semenjak jauh hari sehingga tidak terjadi polemik ketika ijazah tersebut digundakan oleh alumni.  "Itu sudah kewajiban rektorat kampus, setiap lulusan wajib di daftarkan. namun jika kita melihat, persoalan ini juga pernah kami terima tahun lalu," katanya.

Disebutkan Adel, munculnya regulasi pendaftaran yang terintegrasi dengan Kementerian sebagai bentuk antipasi munculnya ijazah palsu. Pihaknya pernah berkomunikasi dengan pimpinan kampus saat ini agar masalah tersebut terentaskan. "Kita tidak bisa mencari celah, untuk menyebut itu masalah pada alumni di masa periode kepemimpinan sebelumnya. Namun yang pasti persolan ini adalah tanggung jawab pejabat yang memimpin saat ini, agar segela menyelesaikannya, karena bagaimanapun ini menyangkut hak seseorang," kata Adel.

Oleh sebab itu, selaku plt Ombudsman Sumbar, Adel mengimbau pimpinan kampus UIN Imam Bonjol Padang untuk segera menuntaskan ketertinggalan tersebut. "Jangan sampai hanya karena tidak terdaftar kesempatan alumni untuk mendaftar CPNS yang dibuka saat ini menjadi gagal, dan tentunya mesti disegerakan," pungkas Adel.

Terpisah, pengamat pendidikan dari  Universitas Negeri Padang (UNP), Endang Dewata menilai, tidak terdaftaranya mahasiswa dan alumni di sebuah perguruan tinggi adalah sesuatu yang ilegal dan tidak dibenarkan melakukan perkuliahan. Izin perguruan tinggi yang dikeluarkan Kemenristek Dikti  merupakan persyaratan dan ketentuan dari Pemerintah yang mesti dipenuhi.  "Sarjana yang lulus dari perguruan tinggi yang tidak terdaftar di Kemenristek Dikti tidak akan diakui dan sulit untuk diterima melamar pekerjaan di institusi swasta maupun pemerintah," katanya

Terkait Polemik yang bergulir terhadap alumni UIN saat ini, Endang menyarankan agar pihak UIN Imam Bonjol Padang untuk segera membenahi masalah tersebut. "Jangan menunggu tim pusat turun baru kelabakan, seharusnya jauh-jauh hari sudah dipersiapkan. dan perlu ada keseriusan dalam menggelola institusi mulai dari dosennya, kebijakannya, kerjasamanya, sarana dan prasananya dan lain sebagainya," katanya.

Terpisah, Wakil Rektor I bidang akademik dan kelembagaan UIN Imam Bonjol Padang, Hetti Waluati Triana menuturkan pihaknya tengah mengupayakan pengentasan ijazah alumni yang belum terdaftar di Kemenristek Dikti. "Semua itu dalam proses, kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pimpinan, dan mengintruksikan untuk menindaki hal ini secara bersama, sehingga dapat terentaskan segera," ucapnya singkat.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, Wakidul Kohar menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses pemverikasian data para alumni untuk segera di daftarkan di kemenristek Dikti. "Kami sudah bertemu bersama membahas ini, dan dalam proses PDDIKTI," katanya.

Untuk solusi sementara, sebagimana disebutkan dalam surat edaran bahwa mahasiswa angkatan 2009/2010 ke atas wajib didaftarkan ke Kemenristek Dikti, bagi yang akan mendaftar CPNS maka sementara waktu akan diberikan surat keterangan dari pihak kampus. "Semua kami bekerja untuk hal ini, bagi alumni yang mendaftar CPNS maka bisa meminta surat keterangan. Sembari pimpinan kampus akan menindak lanjuti hal ini ke pusat," katanya. (h/mg-hen)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]