Modus Kasih Roti, Pria Ini Cabuli Enam Murid SD di Padang


Jumat, 28 September 2018 - 23:52:09 WIB
Modus Kasih Roti, Pria Ini Cabuli Enam Murid SD di Padang Tersangka Samsul Bahri (42) saat diciduk polisi. IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM- Kasus pencabulan kembali terjadi di Kota Padang. Diketahui, enam orang anak dibawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar menjadi korban pencabulan di kawasan Tarandam, Padang Timur, Kota Padang. 

"Pelaku sudah kami tangkap pada Kamis (27/9) sekira 13.00.WIB. Penangkapan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/2081/K/IX/2018/SPKT unit II, tanggal 27 September 2018," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang, AKP Edriyan Wiguna, Jumat (28/9) di Mapolresta Padang. 

Baca Juga : Banjir Bandang Tapan, Warga Memilih Tidur di Musala

Disebutkan, identitas tersangka bernama Samsul Bahri (42) tinggal di Jalan Seberang Padang Utara II Rt.003 Rw.002 Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Sehari-harinya tersangka bekerja sebagai pedagang. 

"Kejadian pencabulan itu dilakukan tersangka sudah cukup lama ditempat lokasi yang sama. Baru diketahui pada Kamis (27/9) setelah salah satu dari orang tua korban melaporkan tersangka," jelas AKP Edriyan Wiguna. 

Baca Juga : Menlu Retno: Indonesia Terus Dukung Palestina

Dijelaskannya, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang jajanan di salah satu sekolah dasar itu, melakukan pencabulan terhadap anak sekolah dasar yang membeli jajanan padanya. 

"Korbannya berumur 7 hingga 9 tahun. Kronologi kejadian berawal dari tersangka yang selama ini berjualan di depan sekolah para korban dengan menggunakan bentor (sepeda motor). Saat korban membeli roti yang dijual oleh tersangka, tersangka meminta korban untuk duduk di sebelah tersangka, lalu tersangka memberikan roti lebih (bonus) kepada korban," jelas AKP Edriyan Wiguna. 

Lalu, kata AKP Edriyan, tersangka membujuk korban untuk bersedia dipeluk. Saat itulah tersangka menggesek-gesekkan tangan tersangka ke kemaluan korban. 

"Salah satu korban dengan polosnya menceritakan kejadian itu pada orang tuanya. Mendengar cerita itu, orang tua korban langsung melaporkan kepada pihak sekolah," kata AKP Edriyan. 

Kemudian setelah mendapat aduan dari orang tua murid, pihak sekolah beserta orang tua korban melaporkan tersangka ke Mapolresta Padang.

"Untuk saat ini, kami masih melakukan penyidikan dan penyelidikan perihal kasus pencabulan itu. Dari pengakuan tersangka, sudah enam orang korban yang dicabulinya. Namun kami tetap melakukan pengusutan, barangkali masih ada korban lainnya," ucap AKP Edriyan. 

Perihal kasus ini, kata AKP Edriyan lagi, penangkapan tersangka sesuai dengan Pasal 82 ayat 1 dan ayat 4 Jo Pasal 76 E UU RI No.17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas UU RI No.23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. 

"Kasus ini ditangani oleh Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Polresta Padang. Belajar dari kasus ini, kami menghimbau kepada pihak sekolah dan orang tua murid untuk memperhatikan anak masing-masing," kata AKP Edriyan. 

Edriyan mengatakan, menurutnya banyak motif yang dilakukan para tersangka pencabulan pada anak di bawah umur. Sedangkan anak-anak yang menjadi korban pencabulan tidak menyadari bahwa dirinya sedang dicabuli. 

"Maka bagi orang tua yang mempunyai anak dibawah umur, jalinlah komunikasi yang terus menerus dengan anak. Tanyakan keseharian anak, dengan siapa anak bergaul dan melakukan apa. Perihal komunikasi seperti itu penting dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi pada anak. Jangan sampai kita lengah dan pada akhirnya menyesal ketika anak menjadi korban pencabulan," kata AKP Edriyan Wiguna. (h/mg-rei). 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]