Korban Tsunami Palu, Saksi Mata: Banyak Mayat Berserakan


Sabtu, 29 September 2018 - 08:13:51 WIB
Korban Tsunami Palu, Saksi Mata: Banyak Mayat Berserakan Cuplikan video amatir detik-detik terjadinya tsunami pasca gempa Donggala di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018. Youtube.com

HARIANHALUAN.COM–Matinya jaringan komunikasi dan padamnya listrik, membuat jumlah korban akibat gempa dan tsunami Palu-Donggala belum dapat dipastikan. Namun pengakuan sejumlah saksi mata di lapangan mengisaratkan betapa merenyuhkan kondisinya.

“Banyak mayat berserakan di pantai dan mengambang di permukaan laut,” kata Nining saat dihubungi Kompas.com di lokasi pengungsian gedung DPRD Kota Palu, Sabtu (29/9/2018). 

Baca Juga : Kasus Pembunuhan Berencana, Mahasiswa Ini Terancam Hukuman Mati

Menurut Nining (32) saksi mata warga Kelurahan Lolu Utara, pagi ini dia sempat ke Talise Palu untuk melihat kondisi pasca-gempa dan tsunami. 
Menurut dia, kondisi korban meninggal dunia sangat memprihantinkan. Jenazah dilaporkan bercampur dengan puing-puing material yang beserakan. Kerusakan di kawasan pantai Talise juga dilaporkan sangat parah. Nining menyebut jalan raya yang memilki 2 lajur kini sebagian sudah lenyap di terjang gelombang tsunami. sebagian lainnya hancur," kata Nining. 

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada ratusan korban akibat dari gempa 7,7 magnitudo dan tsunami yang menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat. 

Baca Juga : Penyekatan Mudik Berakhir Jumat Malam

Dari infomasi Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitternya @Sutopo_PN, beberapa korban gempa ditampung di halaman Rumah Sakit Kota Palu. 

"Korban gempa 7.7 SR sebagian dirawat di luar rumah sakit mengantisipasi gempa susulan. Kondisi pasien dan korban di depan rumah sakit Kota Palu," kata Sutopo dalam cuitannya di twitter.

Kondisi listrik pun padam dan menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. 

 Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala bersumber dari sesar Palu Koro.

Gempa utama  bermagnitudo 7,4 (sebelumnya 7,7 dan telah direvisi), terjadi pada pukul 17.02 WIB. 

Tsunami diprediksi tiba 20 menit kemudian. BMKG mengungkapkan, peringatan dini tsunami sempat dicabut setelah air surut. Namun Tsunami ternyata telah  terjadi. (dn)

 

 

 

Sumber: Kompas.Com
 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]