Dugaan Pelanggaran Pemilu, Hendrajoni Belum Penuhi Panggilan Bawaslu Sumbar


Sabtu, 06 Oktober 2018 - 11:38:16 WIB
Dugaan Pelanggaran Pemilu, Hendrajoni Belum Penuhi Panggilan Bawaslu Sumbar Pilpres 2019.ILUSTRASI

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni tidak penuhi panggilan tim Gakkumdu (Penegak Hukum Terpadu), untuk dilakukan pemeriksaan terkait video HJ yang viral beberapa waktu lalu perihal bantuan sosial dari Presiden Joko Widodo.

"Kita sudah kirimkan surat untuk beliau, dengan agenda pemeriksaan perdana HJ terkait video itu. Namun yang bersangkutan tidak datang,  kabarnya sedang ada agenda di luar kota," ungkap Komisioner Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Sumbar, Alni, Jumat (5/10).

Sesuai dengan laporan yang diterima oleh Bawaslu, dan dilakukan pengkajian, termasuk oleh Bawaslu Pessel maka laporan ini ditetapkan sebagai dugaan pelanggaran pemilu. Namun belum ditetapkan sebagai pelanggaran, karena Bawaslu serta Gakkumdu mesti melakukan klarifikasi pada pihak-pihak terkait.

"Sekarang kan baru tahap klarifikasi pertama, belum ditetapkan sebagai pelanggaran pemilu karena baru dugaan pidana. Setelah itu, akan ada kanjian mendalam, baru ditetapkan hasilnya setelah rapat pleno apakah memenuhi syarat atau tidak," ulasnya.

Proses klarifikasi tetap dilakukan, meskipun pada proses yang pertama ini HJ tidak hadir. Proses dimulai dengan meminta keterangan pada pihak yang terekam dalam video tersebut. "Pemeriksaan yang penerimaan bantuan dalam video itu hari ini kita lakukan. Untuk hj nanti akan ada pemanggilan keduanya," ujarnya.

Tim Gakkumdu turun langsung ke lapangan (Bawaslu) Pessel, untuk melakukan klarifikasi pada HJ yang bertempat di kantor Bawaslu Pessel. Selain laporan dari Sekretaris DPW Gerindra Sumbar Desrio Putra, HJ juga dilaporkan ke Bawaslu RI oleh pihak lain. 

"Ada yang melaporkan HJ juga di Jakarta, dan Bawaslu RI meneruskan laporan tersebut ke Bawaslu provinsi. Besok Gakkumdu ke jakarta memenuhi panghilan Bawaslu RI untuk memberikan keterangan," tambahnya.


Dijadwal Ulang

Sementara itu, Sekretaris DPW Gerindra Sumbar Desrio Putra yang juga Sekretaris Dewan Penasehat Tim Pemenangan Prabowo-Sandi mengatakan, sesuai dengan alur yang ada ia sudah melakukan laporan ke Bawaslu karena ia melihatada dugaan pelanggaran pada vidio HJ beberapa waktu lalu. 

"Sekarang menjadi kewenangan Bawaslu dan Gakkumdu lagi, untuk melakukan klarifikasi pada pihak-pihak yang bersangkutan. Karena mereka untuk memutuskan laporan tersebut tentu harus mengklarifikasi semua pihak yang ada dan terkait dalam vidio itu," jelasnya.

Meskipun pada klarifikasi awal ini HJ tidak hadir, namun ia meyakini tentu Bawaslu akan mengatur jadwal klarifikasi  berikutnya untuk HJ, termasuk juga pada pihak-pihak yang menerima bantuan dan yang merekam vidio tersebut. 

Terpisah, Sekretaris Pemenangan calon Presiden dan wakil Jokowi-Ma'ruf Amin Febby Dt Bangso Nan Putiah menilai, apa yang dilakukan oleh HJ tersebut adalah menyampaikan bahwa bantuan tersebut dari presiden. "Kan gak ada di dalam vidio itu HJ mengajak untuk memilih Jokowi-Ma'ruf,  dia hanya menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan bahwa ini lho bantuan dari pemerintah untuk rakyat, " ujarnya. 

Ia meminta agar jangan segala sesuatu ditanggapi berlebihan, kalaupun saat ini prosesnya sudah berjalan di Bawaslu ia juga menghormati jalannya proses tersebut karena pengawas pemilu memiliki kewenangan terhadap laporan dan temuan yang berkaitan dengan pemilu. (rin)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM