Ada 737 Kasus Perceraian di Payakumbuh, 75 Persen Digugat Istri


Ahad, 07 Oktober 2018 - 08:23:16 WIB
Ada 737 Kasus Perceraian di Payakumbuh, 75 Persen Digugat Istri Ilustrasi (haluan)

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM--Angka perceraian di Payakumbuh semakin meningkat saja. Hal itu terlihat dari jumlah perkara gugatan perceraian di wilayah hukum Pengadilan Agama (PA) Payakumbuh. Hingga Oktober 2018, jumlah perkara perceraian sudah melampaui jumlah perkara tahun sebelumnya.

“Sampai hari ini, jumlah perkara gugat cerai di PA Payakumbuh mencapai 737 perkara. Sudah melebihi dari angka tahun 2017 yakni 720 perkara,” ujar Ketua PA Payakumbuh Drs., M. Ag bersama Sekretaris Usman, SH, dan Panitera Armen, SH ketika ditemui Haluan di PA Payakumbuh, Jumat (5/10).

Jumlah perkara perceraian di wilayah hukum PA Payakumbuh meliputi seluruh kecamatan di Kota Payakumbuh dan 5 kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota yakni Kecamatan Payakumbuh, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kecamatan Situjuah Lima Nagari, Kecamatan Luak, dan Kecamatan Akabiluru itu, didominasi oleh perkara gugat cerai dari sang istri (khulu’).

“Sekitar 75 persen dari angka tersebut gugat cerai dari yang perempuannya,” ucap Lazuarman.

Menurut Lazuarman, meningkatnya angka perceraian di Payakumbuh dapat disebabkan oleh faktor ekonomi.

“Sang suami tidak cukup memberikan nafkah sehingga si istri menggugat cerai,” tuturnya.

Sementar itu, Dai muda Payakumbuh, Ustaz Hannan Putra mengatakan, peningkatan perkara perceraian di Payakumbuh yang didominasi perkara khulu’ terjadi karena adanya fenonema penghasilan istri yang lebih tinggi daripada penghasilan suami.

“Dari jumlah perempuan yang mengajukan cerai tersebut, boleh dicek, mereka adalah para istri yang punya penghasilan baru. Sebelumnya juga sudah kami teliti, banyak juga guru sertifikasi menggugat cerai suaminya,” tutur Alumni Universitas Al-Azhar itu.

Oleh karena itu, salah satu solusinya menurut Ustaz Hannan adalah agar masyarakat kembali ke fitrahnya, bahwa yang punya kewajiban bekerja dan keluar rumah itu adalah sang suami.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Dengan menempatkan istri di rumah maka istri akan lebih hormat karena rezeki yang ia terima melalui tangan suaminya langsung,” tuturnya. (mg-ari)

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 12 Desember 2019 - 21:07:44 WIB

     Irfendi Arbi Serahkan Bantuan pada  Korban Banjir

     Irfendi Arbi Serahkan Bantuan pada  Korban Banjir LIMAPULUH KOTA,HARIANHALUAN.COM-Pasca banjir yang terjadi di Jorong Padang Balimbing, Nagari Bukik Sikumpa, sejak Senin (9/12) lalu. 24 KK terpaksa mengungsi di posko bencana yang disediakan pihak BPBD Limapuluh Kota..
  • Kamis, 12 Desember 2019 - 16:52:05 WIB

    Bupati Sutan Riska Serahkan Kunci Kepada Penerima Program Bedah Rumah

    Bupati Sutan Riska Serahkan Kunci Kepada Penerima Program Bedah Rumah DHARMASRAYA,HARIANHALUAN.COM-Warga Kecamatan Koto Salak penerima program bedah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pantas tersenyum bahagia. Lantaran, rumah mereka telah selesai dibedah dan sudah siap untuk dihuni.
  • Selasa, 10 Desember 2019 - 13:23:01 WIB
    Dharmasraya Dapat Penghargaan dari Kemenkumham RI

    Wabup: Ini Adalah Hasil Jerih Payah Seluruh Warga

    Wabup: Ini Adalah Hasil Jerih Payah Seluruh Warga BANDUNG, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia kembali menggelar acara pemberian penghargaan untuk daerah yang peduli dengan perlindungan hak azasi manusia (HAM)..
  • Kamis, 05 Desember 2019 - 18:17:47 WIB

    Wow..! Pengadaan 1 Komputer dalam RAPBD DKI Rp128,9 M

    Wow..! Pengadaan 1 Komputer dalam RAPBD DKI Rp128,9 M JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anthony Winza Prabowo mempertanyakan nilai anggaran pengadaan satu unit komputer senilai Rp128,9 milar dalam Rancang.
  • Selasa, 19 November 2019 - 11:43:46 WIB

    Kapolres Kampar Dicopot Padahal Baru 2 Bulan Menjabat, Ada Apa?

    Kapolres Kampar Dicopot Padahal Baru 2 Bulan Menjabat, Ada Apa? PEKANBARU, HARIANHALUAN.COM - Baru dua bulan menjabat, Kapolres Kampar di Riau, AKBP Asep Darmanwan mendadak dicopot. Ada apa?.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM