Diduga Mendukung LGBT, Izin Bekate Color Run Dibatalkan Wali Kota Bukittinggi


Senin, 08 Oktober 2018 - 22:08:21 WIB
Diduga Mendukung LGBT, Izin Bekate Color Run Dibatalkan Wali Kota  Bukittinggi Wali Kota Bukitinggi, Ramlan Nurmatias

BUKITTINGGI HARIANHALUAN.COM--Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias membatalkan izin penyelenggaraan Iven Bekate Color Run, yang rencananya bakal digelar di Bukittinggi pada 21 Oktober 2018.

Pembatalan izin oleh Wali Kota setelah melalui penilaian dan sejumlah pertimbangan serta koordinasi dengan pihak terkait. Keputusan ini diambil pemerintah daerah karena adanya dugaan indikasi bahwa even tersebut  merupakan kegiatan yang mengandung unsur dukungan terhadap LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender).

"Even Ini tidak kami benarkan di Bukittinggi. Kita telah lakukan koordinasi dengan MUI Sumbar, Polres Bukittinggi dan juga sejumlah unsur lainnya, terkait dengan kegiatan tersebut. Dari koordinasi itu, saya putuskan Bekate Color Run tidak diizinkan penyelenggaraannya di kota ini" ujar Walikota Ramlan Nurmatias, Senin (8/10).

Menurutnya, beberapa hari belakangan ini memang gencar disosialisasikan rencana penyelenggaraan Bekate Color Run melalui media sosial. Namun kegiatan itu  banyak mengundang respon kurang baik di kalangan masyarakat, termasuk dari para netizen melalui sejumlah media sosial.

Pendapat masyarakat itu kata Ramlan bukannya tanpa alasan. Karena  iven ini menjadi salah satu kegiatan yang diduga sebagai ajang dukungan terhadap kehadiran LGBT. Apalagi  warna warni rainbow yang menjadi khas dari event tersebut yang iindikasikan kepada salah satu lambang atau logo dari komunitas LGBT.

"Kami dari pemerintah daerah akan terus berupaya untuk mengantisipasi seluruh kegiatan yang berdampak terhadap masalah sosial kemasyarakatan, serta dikhawatrikan merusak moral generasi penerus. Untuk itu  kami sangat berterima kasih atas masukan dan saran dari masyarakat serta unsur terkait lainnya atas permasalahan even Bekate Color Run ini," ucap Ramlan Nurmatias.

Sementara itu, belum ada penjelasan resmi dari panitia terkait hal ini. Harianhaluan.com berusaha menghubungi panitia melalui melalui nomor ponsel namun belum ada jawaban. Hanya saja, tanggapan soal acara ini diunggah oleh akun instagram @bukittinggiku.

Pihak yang mengadakan acara ini yang menyebut diri anak muda dari mesin pelangi merasa dizalimi karena kegiatan ini disebut mereka sudah dilakukan sejak tahun 2015 silam. Anak muda dari mesin pelangi itu bahkan menyebutkan tak ada bukti kegiatan itu menyimpang.

 

Akibat pembatalan tersebut, mereka yang mengadakan acara ini mengaku harus menanggung kerugian. Mereka dikejar-kejar oleh peserta untuk uang pengembalian, bahkan ada yang sampai stres dan pingsan. (h/tot/dn)




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 22 Juni 2019 - 11:31:16 WIB

    BNN Sita 30 Ribu Ekstasi di Sumut, Diduga Dikendalikan Napi

    BNN Sita 30 Ribu Ekstasi di Sumut, Diduga Dikendalikan Napi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pengembangan terkait penangkapan dua penyelundup narkotika di Pasaman dan Bukitinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Dari pengembangan itu, BNN mengamankan 30.
  • Jumat, 21 Juni 2019 - 17:21:23 WIB

    Diduga Karena Korsleting Listrik, Rumah Animar Nyaris Jadi Abu

    Diduga Karena Korsleting Listrik, Rumah Animar Nyaris Jadi Abu PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Rumah Animar di Jalan Anggrek Kampung Baru Kota Pariaman nyaris jadi abu dilalab Sigulambai, karena diduga akibat konsleting listrik, Jumat Siang (21/6). Jalan Anggrek yang semula tenang tiba-tib.
  • Sabtu, 15 Juni 2019 - 19:53:58 WIB

    Insiden Kapal Tenggelam di NTT Diduga Kelebihan Muatan

    Insiden Kapal Tenggelam di NTT Diduga Kelebihan Muatan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- KM Nusa Kenari mengalami karam di Tanjung Margeta Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu sekitar pukul 05.00 WITA. Tenggelamnya kapal diduga karena kelebihan muatan..
  • Senin, 27 Mei 2019 - 01:05:12 WIB

    Penanganan Aksi 22 Mei, Diduga Terjadi Pelanggaran HAM oleh Aparat 

    Penanganan Aksi 22 Mei, Diduga Terjadi Pelanggaran HAM oleh Aparat  HARIANHALUAN.COM-  Ditemukan adanya  dugaan pelanggaran HAM terhadap jurnalis, tim medis, penduduk, dan peserta demonstrasi dalam penanganan aksi 22 Mei oleh aparat. Selain itu, ada pula penyimpangan hukum dan dan prosedur.
  • Ahad, 26 Mei 2019 - 22:48:36 WIB

    Diduga Terindikasi Paham Radikal, Polwan NOS Diamankan di Bandara Juanda

    Diduga Terindikasi  Paham Radikal,  Polwan NOS Diamankan di Bandara Juanda SURABAYA, HARIANHALUAN.COM-Polisi wanita (Polwan) berinisial NOS dari satuan Polda Maluku Utara  diamani saat berada di Bandara Udara Internasional Juanda, Minggu (26/5/2019). NOS disebut terindikasi paham radikalisme..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM