Kisah Haru Indriana Sartika,  Selamat Setelah Puluhan Menit Bertahan dari Terjangan  Tsunami


Selasa, 09 Oktober 2018 - 18:01:44 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kisah Haru Indriana Sartika,  Selamat Setelah Puluhan Menit Bertahan dari Terjangan  Tsunami Indriana Sartika Yotokodi, korban gempa tsunami Palu yang berhasil selamat. Fb
HARIANHALUAN.COM-Indriana Sartika Yotokodi terus memanjatkan rasa syukurnya karena masih diberi keselamatan oleh Allah SWT. Bayang-bayang bencana tsunami dan gempa masih tergambar jelas dalam memorinya, bahkan kerap muncul dalam mimpinya.
 
“Semua kehendak Allah, masih bisa bertahan hidup ialah rezeki terbesar dalam hidup ini,” tulis Indriana dalam akun-nya.
 
Ia masih sering memimpikan bagaimana terjebak dalam gulungan air di Pantai Talise saat tsunami menerjang. Lebih dari 30 menit ia berjuang menahan kuatnya terjangan air sembari mencari celah menghirup oksigen. “Setiap malam selalu jadi mimpi buruk,” ujar dia.
 
Indriana masih ingat betul apa saja kegiatannya tepat 30 menit sebelum gempa mengguncang Donggala dan sekitarnya. Saat itu, Indriana yang merupakan Staf Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menuju pantai untuk menghadiri acara ‘Palu Nomoni’.
 
Ia sempat melakukan siaran langsung di akun -nya saat menuju anjungan pantai, tempat acara itu digelar. ia terlihat bahagia dan cantik mengenakan seragam hijau dan berhijab pink, saat mengendarai mobil bersama seorang temannya.
 
Guncangan gempa berkekuatan 7,4 SR meluluhlantahkan panggung acara Pitu, Indriana yang saat itu sudah ada di bibir pantai, tak bisa menghindari sapuan air dan gelombang tsunami yang menggulungnya. “Saya berjuang dalam air selama 30 menit. Dari panggung utama Palu Nomoni, terjebak dalam patahan longsor dan air, melihat saudara-saudara yang juga terjebak longsor, sampai anak-anak pun ikut terbawa longsor,” tutur dia.
 
Terjangan air menghempaskan Indriana sampai di pos satpam Kantor Dinas Perikanan Propinsi Sulteng. Tak tentu arah. Dalam gulungan air, tubuh Indriana menghantam dinding, pohon, dan besi sampai gerobak. Bajunya terlepas entah ke mana. Tangan kirinya patah.
 
Beruntung dia masih bisa berdiri dan mencari pertolongan. Namun, ia melihat teman-teman dan masyarakat lainnya juga butuh pertolongan. “Saya berjalan minta bantuan tetapi saudara-saudara saya juga harus menolong dirinya,” kata Indriana.
 
Ia akhirnya menyelamatkan diri bersama yang lain. Berjalan tertatih dengan tubuh gemetar dan lemas. Berkali-kali jatuh, lalu berjalan lagi.
Akhirnya,  Indriana bertemu dengan sebuah mobil bak terbuka. Dia lalu naik di mobil pikap tersebut.
 
Dia kemudian tertidur di atasnya hingga keesokan hari.
 
Dengan sekuat tenaga yang tersisa, Indriana  kemudian jalan kaki meminta bantuan di RS Wirabuana Palu. (dn/rol)

Sumber: Republika
 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 29 November 2018 - 00:44:38 WIB

    Manggani, Kisah yang Tak Pernah Usai....

    Manggani, Kisah yang Tak Pernah Usai.... Emas Manggani pertama dikelola oleh West Sumatra Mijnen Syndicaat, perusahaan pertambangan asal Roterdaam. Eksplorasi oleh West Sumatra Mijnen Syndicaat dila­kukan dari tahun 1906-1911. Namun, tanpa diketahui sebab pastinya,.
  • Kamis, 08 November 2018 - 09:39:21 WIB

    Miris! Kisah Anak yang Diikat di Bawah Pohon Beringin

    Miris! Kisah Anak yang Diikat di Bawah Pohon Beringin Malang betul nasib "Si Kriwil" (bukan nama sebenarnya). Bocah itu mesti melewati hari-hari dalam keadaan pinggang terikat kuat. Mirisnya lagi, Kriwil diikat oleh ibu sendiri. .
  • Selasa, 02 Oktober 2018 - 10:04:18 WIB

    Begini Kisah Lailla, Perantau Minang di Palu yang Selamat dari Terjangan Tsunami

    Begini Kisah Lailla, Perantau Minang di Palu yang Selamat dari Terjangan Tsunami Keajaiban  itu nyata dialami  Lilla Anggaraini (35), perempuan asal Situjuah Godang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota  yang sudah lama merantau di  Palu, Sulawesi Tengah, kota yang kini  luluhlant.
  • Jumat, 22 Juni 2018 - 01:13:18 WIB
    Selembar Uang Pemanggil Jamaah

    Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid

    Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid Kegusaran Bang Dul bukan karena iri atau tidak bahagia dengan dibangunnya masjid yang megah di sskitar pemukimannya, hanya saja ia takut masjid yang sudah lama dihidupkannya akan kehilangan jamaah dan menjadi bangunan tua yan.
  • Rabu, 03 Januari 2018 - 13:16:40 WIB
    Potret Warga Miskin di Padang

    Kisah Nenek Nursyamsi, Kerak Nasi Dimasak Lagi untuk Dimakan

    Kisah Nenek Nursyamsi, Kerak Nasi Dimasak Lagi untuk Dimakan Miris. Ditengah gencarnya pembangunan di Kota Padang serta gembar-gembor program pengentasan kemiskinan yang selama digadang-gadang pemerintah menjadi skala proritas, ternyata masih ada sejumlah warga yang hidup di bawah gar.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM