Humas Polri Ajak Warganet Bijak Bermedsos


Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:58:16 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Humas Polri Ajak Warganet Bijak Bermedsos BIJAK BERMEDSOS -- Divisi Humas Mabes Polri terus menggencarkan upaya menghadang hoaks yang terus menyusup di ruang media sosial. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar diskusi Literasi Media bertajuk Edukasi bicara baik dan bijak di Media Sosial. Acara ini dilakukan di Hotel Kryad Bumi Minang, Rabu (10/10) yang diikusi berbagai lapisan masyarakat, terutama anak muda. PERI

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Divisi Humas Polri melalui Biro Multimedia menggelar diskusi literasi media di Kyriad Hotel Bumi Minang, Padang, Rabu (10/10). Acara yang bertemakan Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial ini, juga mengundang insan pers, Humas Polda Sumbar dan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Padang.

Pada acara tersebut Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi menyebut, peran warganet memang sangat penting dalam membangun komunikasi dalam rangka mencegah berita hoaks, ujaran kebencian, dan isu SARA.

Ia mengatakan, rata-rata 52 persen penduduk Indonesia, menggunakan akun media sosial yang aktif. Rata-rata mereka menghabiskan waktu 3 sampai 6 jam perhari menggunakan internet.

"Kita berharap hendaknya pengguna ini harus memanfaatkan internet ini ke arah yang positif, demi kemajuan bangsa ke depannya," ucapnya.

Syamsi mengharapkan, para peserta yang hadir talkshow ini dapat menjadi penggiat media sosial yang benar dan bijak. Karena para peserta yang hadir notabene kaum milenial yang dapat memberikan pencerahan pada masyarakat luas, supaya bijak dalam bermedia sosial.

Sementara itu, Kepala Bagian Diseminasi Info Digital Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Heru Yulianto juga mengatakan, kegiatan ini digelar di 13 provinsi di Indonesia, dan memilih kota yang menjadi ibu kota provinsi dan juga lebih memilih mahasiswa dan pelajar sebagai perserta. Hal itu bertujuan karena timbulnya hoaks lebih cendrung di Ibu kota, dan juga sebagai pencerahan terhadap mereka bagaimana hoaks terjadi, supaya tidak termakan dengan isu tersebut.

"Karena pelajar dan mahasiswa, memiliki nalar yang yang lebih tinggi, sehingga yang didapat dalam acara ini bisa menularkan pada keluarga dan masyarakat sekitarnya," ucapnya.

Ia juga katakan, di dunia nyata, pesan bahaya isu berita bohong tersebut yang akan memberikan pencerahan pada masing-masing masyarakat melalui Babinkamtibmas. Karena ini lebih efektif kalau mereka memberikan pembina di tiap kelurahan dan desa untuk menyebarkan informasi positif.

Heru katakan, meski perkembangan grafik penyebaran hoaks mengalami penurunan. Tapi kewaspadaan harus selalu ditingkatkan, karena para pelaku hoaks atau kelompok berkepentingan akan selalu mengeluarkan berita bohong, demiki capai kepentingannya. (h/mg-pmi)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM