SEMEN PADANG SALURKAN  BANTUAN SEMBAKO

Pascabanjir Pasaman, Perekonomian Masyarakat Terancam Lumpuh


Ahad, 14 Oktober 2018 - 19:32:39 WIB
Pascabanjir Pasaman, Perekonomian Masyarakat Terancam Lumpuh PT Semen Padang  langsung bergerak cepat membantu para korban terdampak bencana dengan mengirim relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana dan menyerahkan bantuan Sembako. IST 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM- Pascabanjir melanda sebagian Kecamatan di Kabupaten Pasaman, perekonomian masyarakat terancam lumpuh. Sebab, selain rumah digenangi banjir, ratusan hektar lahan pertanian, perkebunan dan kolam ikan yang selama ini menjadi pendapatan utama masyarakat setempat juga ikut terdampak.

Di Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao misalnya. Di sana, sebanyak 1500 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di lima jorong di nagari tersebut, kesulitan menggarap lahannya. Selain lahan digenangi air, satu-satunya jembatan gantung yang menjadi akses jalan ke lahan pertanian itu juga putus.

"Jembatan gantung Batu Bolingkar ini putus pada Rabu (10/10/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIB, karena tiang jembatan amblas digerus arus Sungai Batang Sibinail yang meluap hingga mencapai satu meter," kata Kasi Kesra Kenagarian Padang Mantigo Utara, Zulhamdi, Minggu (14/10/2018).

Selain lahan pertanian, lanjutnya, ratusan hektar kolam ikan dan perkebunan warga yang berada di seberang Sungai Batang Sibinail juga ikut terdampak. Kolam ikan dan perkebunan itu, kata dia, juga merupakan milik masyarakat yang tinggal di lima jorong tersebut.

"Kelima jorong itu adalah Lubuk Aro, Polongan Duo, Sumpadang Baru, Sumpadang dan Kampuang Pandan. Saat ini masyarakat belum bisa kembali ke lahan pertaniannya, namun sebagian dari masyarakat, juga ada yang nekat pergi ke lahannya dengan cara menyeberangi sungai, namun hanya untuk mrlihat kondisi lahan pasca banjir," ujarnya.

Di sisi lain, Zulhamdi mengaku kecewa dengan BPBD Pasaman. Sebab, sejak banjir terjadi hingga kini, belum ada satupun petugas dari BPBD Pasaman yang datang ke lokasi banjir. "Jangankan petugas BPBD Pasaman, bantuan dari Pemerintah Pasaman sendiri gak ada masuk ke sini, kecuali dari BPBD Sumbar dan Semen Padang," imbuhnya.

Sementara itu, Camat Rao, Awaludin menyebut bahwa pihaknya bersama Pemerintahan Nagari dan masyarakat, akan segera membuat jembatan darurat di Sungai Batang Sibinail, agar masyarakat bisa kembali menggarap lahan pertanian dan perkebunannya, termasuk kembali membudidayakan ikan yang rusak akibat banjir.

"Kita upayakan membuat jembatan darurat. Kawat sling jembatan gantung itu kan tidak hanyut. Jadi, akan kami tarik kawat sling itu. Pokonya, kita utamakan jembatan darurat. Jika sudah selesai dibuat, barulah diusulkan pembuatan jembatan baru ke Pemerintah Daerah," kata Awaludin saat ditemui di Jorong Lubuk Aro.

Awaludin menyebut di Kecamatan Rao, ada dua nagari yang terdampak. Selain Nagari Padang Mantinggi Utara, satu nagari lagi adalah Nagari Taruang-Taruang. Namun, kerusakan paling parah terjadi di Padang Mantinggi. Di sana, kata dia, enam unit rumah di Jorong Lubuk Aro terancam longsor, karena anak sungai di jorong tersebut sudah menggerus tebing sungai.

Bahkan, selokan itu juga menggerus pondasi pustaka dan toilet SD Negeri 04 Padang Aro yang berada di samping anak sungai tersebut. Kemudian di Nagari Taruang-taruang, banjir disebabkan karena jebolnya sejumlah bendungan. Di antaranya benduangan II dan bendungan DI Batang Tingkarang yang berada di Mudik Tanjung Bancahan.

"Akibat jebolnya bendungan tersebut, sekitar 1000 Ha lahan pertanian dan perkebunan rusak dan gagal panen, termasuk kolam ikan, karena ratusan ton ikan warga hanyut dibawa banjir. Kalau untuk kerugian materil, sampai saat ini belum bisa diperkirakan, karena pendataan masih berlangsung," ujarnya.

Banjir yang melanda sebagian kabupaten di Pasaman ini, lanjutnya, merupakan yang terbesar sejak 10 tahun terakhir. Banjir ini, kata Awaludin, disebabkan karena tingginya curah hujan sejak Selasa sampai Rabu malam kemarin, sehingga membuat empat sungai di Pasaman meluap. 

"Keempat sungai itu adalah Sungai Batang Sumpur, Batang Sibinail, Batang Asik dan Batang Tingkarang. Bahkan sampai saat ini, aliran sungai itu masih meluap dan menggenangi sebagian lahan pertanian dan perkebunan masyarakat," bebernya.

Hal yang sama juga diungkapkan Camat Rao Selatan, Kahirul Ihsan. Kata dia, beberapa rumah di Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, hingga kini masih digenangi air yang meluap. Paling parah, terjadi di Jorong Pancah. Di sana, ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Bahkan, masyarakat terpaksa membuat rakit untuk transportasi sementara.

"Banjir di Pancah itu disebabkan meluapnya air Sungai Batang Sumpur, apalagi sejak banjir kemarin, sendimen banyak hanyut dan membuat Batang Sumpur menjadi dangkal, sementara debit air masih tinggi. Jadi karena tak tertampung oleh Batang Sumpur, makanya air meluap kepemukiman warga hingga ke lahan pertanian," ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Sabar AS menyebut bahwa kondisi Sungai Batang Sumpur ini harus menjadi perhatian Pemerintah. Jika tidak, maka kondisi ini akan terus berlanjut. Bahkan, rumah-rumah warga yang saat ini digenangi air jika dibiarkan, maka akan berubah menjadi sungai.

"Ini yang kami khawatirkan. Pemerintah harus segere mengeruk Sungai Batang Sumpur ini, karena saat ini sungai tersebut sudang dangkal dan bebera titik di sepanjang sungai ini juga terdapat penyempitan. Kemudian, kondisi sungainya juga berliku-liku," katanya saat meninjau lokasi bencana di Nagari Padang Mantinggi Utara.

Selain mengeruk Sungai Batang Sumpur, anggota dewan asal Rao, Pasaman itu juga meminta Pemerintah untuk melakukan normalisasi di Sungai Batang Sibinail, Batang Tingkarang dan Batang Asik. Namun, kata dia, untuk melakukan normalisasi tersebut, harus melalui anggaran dari Pemerintah Pusat.

"Kalau Pemerintah Daeah yang melakukan normalisasi gak akan sanggup, karena anggarannya terbatas. Sebab, untuk menormalisasikan semua sungai tersebut, akan memakan anggaran ratusan miliar. Kalau kita di daerah, paling cuma puluhan miliar," ujarnya.

Sebagai Anggota DPRD Sumbar Komisi IV yang membawahi Bidang Pembangunan, Sabar menyebut bahwa dirinya sudah mengusulkan untuk dilakukan normalisasi keempat sungai di Pasaman itu ke Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) V, namun hingga kini belum ada jawaban. 

"Sudah kami ajukan ke BWS. Bahkan sudah dibuatkan Detail Enginering Desainnya oleh BWS. Artinya, tinggal alokasi anggaran fisik. Jadi, kita akan desak ini segera dilakukan secepatnya. Untuk itu, dalam waktu dekat ini kita akan panggil pihak BWS V, supaya ini cepat ditangani," ungkapnya.

Semen Padang Salurkan Bantuan Sembako

Di sisi lain, PT Semen Padang sebagai perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumbar langsung bergerak cepat untuk membantu para korban terdampak bencana dengan mengirim relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana. Bahkan selain relawan, bersamaan dengan itu juga dikirimkan bantuan sembako.

Bantuan sembako itu terdiri dari 300 kg beras, 30 dus mie instan dan 30 dus air mineral, serta satu dus sarden dan minyak goreng. Bantuan sembako tersebut langsung didistribusikan oleh relawan TRC Semen Padang kepada masyarakat yang terdampak banjir.

"Jadi, selain membantu membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir, relawan yang kami kirim ke lokasi bencana juga ikut serta mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir" kata Koordinator TRC Semen Padang Kiki Warlansyah.

Salah seorang masyarakat terdampak bajir bernama Hendra, mengaku berterimakasih atas bantuan sembako yang dikirim Semen Padang ke lokasi bencana di Pasaman, karena bantuan ini besar manfaatnya bagi masyarakat, apalagi dalam kondisi bencana ini.

"Alhamdulillah, bantuan ini besar manfaatnya buat kami. Sebab, sejak banjir melanda daerah kami, mata pencarian kami seperti kolam ikan, sawah dan ladang rusak parah. Jadi, bantuan sembako ini sangat kami harapkan sekali. Setidaknya, dapat meringan beban kami dalam memenuhui kebutuhan kami selama banjir masih menggenangi rumah kami," katanya.(dn/*)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM