Terkendala Bahan Baku, Rendang Jamur BUMDes di Sawahlunto Tetap Produksi


Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:11:44 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Terkendala Bahan Baku, Rendang Jamur BUMDes di Sawahlunto Tetap Produksi Afrimayeni memperlihatkan rendang jamur tiram olahan BUMDes Sejati Kolok Nan Tuo. (Foto: Nto)

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM- Meski harus berburu bahan baku ke daerah tetangga, usaha rendang jamur tiram Desa Kolok Nan Tuo Sawahlunto terus tumbuh.

Sedikitnya 15 kilogram pesanan rendang jamur tiram mengalir melalui promosi media dalam jaringan (daring).

Untuk memenuhi pesanan rendang itu, Afrimayeni, wanita yang kini memimpin Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejati Kolok Nan Tuo tersebut, harus mencari bahan baku jamur tiram ke Tanah Datar.

Untuk satu kilogram hasil rendang, dibutuhkan paling sedikit 2,5 kilogram bahan baku jamur tiram. Artinya, dalam sebulan dibutuhkan tidak kurang dari 45 kilogram jamur tiram untuk rendang.

“Kami harus mencari bahan baku jamur tiram ke daerah tetangga. Sebab, produksi jamur tiram di Sawahlunto tidak bisa diharapkan,” ujar Afrimayeni kepada Haluan, dalam pameran Launching Desa Mandiri Pangan, Senin (15/10).

Sebelumnya, menurut wanita kelahiran 2 April 1978 itu, BUMDes Sejati Kolok Nan Tuo memproduksi jamur tiram. Namun, karena bahan baku serbuk gergaji yang menjadi kebutuhan awal pembuatan baglog sebagai wadah jamur tiram sulit untuk didapatkan, terpaksa produksi jamur tiram ikut terhenti.

Bahan sebuk gergaji sendiri, terangnya, hanya ada di Kabupaten Sijunjung. Namun, terkadang serbuk yang didapatkan juga sering tidak dapat digunakan. Sehingga merugikan permodalan kelompok.

Afrimayeni mengaku, saat ini BUMDes Sejati Kolok Nan Tuo tengah bersiap untuk kembali memproduksi baglog jamur tiram. Sehingga ke depan, dalam memproduksi rendang jamur tiram tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan bahan baku.

Produk rendang jamur tiram, ujar wanita periang itu, banyak datang dari perantau. Pemesanan mulai terjadi semenjak pertama kali produk rendang khas tersebut diposting di media sosial.

Dalam memproduksi rendang jamur tiram, ungkap Afrimayeni, dibutuhkan waktu setidaknya 8 jam. Sedangkan untuk daya tahan produk yang tanpa pengawet itu bisa mencapai 20 hari. Selama ini, semenjak diproduksi belum ada pelanggan yang komplain.

Terkait harga, untuk satu kilogram rendang jamur tiram dihargai Rp130 ribu.

Dalam sebulan, omset yang dikumpulkan Afrimayeni mencapai Rp1,95 juta. Jika mampu memproduksi jamur tiram sendiri, BUMDes Sejati dipastikan dapat mengembangkan produk olahan lain.(h/nto)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 14 Desember 2018 - 13:24:39 WIB

    Pengembangan Singkong di Padang Pariaman Terkendala Lahan

    Pengembangan Singkong di Padang Pariaman Terkendala Lahan PADANG, PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Luas panen ubi kayu di Kabupaten Padang Pariaman tercatat seluas 338 hektare, Batang Anai menjadi Kecamatan yang paling luas tanaman ubi kayu di antara 17 Kecamatan di Padang Pariaman. Me.
  • Rabu, 14 September 2016 - 02:49:11 WIB
    HARGA TANAH SELANGIT

    Program Rumah Murah Terkendala

    Program Rumah Murah Terkendala PADANG, HALUAN — Program Nasional Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk mensubsidi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk mendapatkan rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), masih mengalam.
  • Kamis, 23 Juni 2016 - 04:22:10 WIB
    Kerupuk Sagu Mandiri

    Pasar Bagus, Produksi Terkendala Mesin

    Pasar Bagus, Produksi Terkendala Mesin PADANG, HALUAN — Martinis memproduksi kerupuk sagu rata-rata 40 pak per 10 hari. Satu pak ia jual Rp20.000. Kerupuk itu ia titipkan ke lebih dari 25 warung di Kota Padang. Harga eceran sejak setahun lalu ia tingkatkan menj.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM