Menelusuri Data CPNS Bocor

Ombudsman Sumbar: Properti di Foto yang Beredar Mirip di BKD Padang


Selasa, 23 Oktober 2018 - 10:47:42 WIB
Ombudsman Sumbar: Properti di Foto yang Beredar Mirip di BKD Padang Plt Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi saat menerima laporan sejumlah pelamar CPNS di Kantor Ombudsman Sumbar, Jalan Sawahan, Padang, Senin (23/10). Tio Furqan

Dari foto atau screenshot informasi kelulusan CPNS yang beredar, terlihat property dalam foto itu ada di BKD Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM –Ombudsman RI Perwakilan Sumbar mendesak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengungkap dalang yang membocorkan informasi data kelulusan seleksi CPNS tahap administrasi dalam tenggat waktu dua hari. Kuat dugaan pembocor merupakan orang dalam BKD.

Baca Juga : Ratusan Tabung Gas Subsidi 3 Kg Disita Petugas Polsek

Data kelulusan CPNS yang bocor untuk formasi Pemprov Sumbar, Pemko Padang dan Pemkab Tanah Datar. Hasil investigasi awal Ombudsman RI, file atau berkas yang beredar sebelum diumumkan memiliki kesamaan dengan data yang ada di situs SSCN.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, Ombudsman langsung ke BKD Padang. HHasil investigasi awal, data yang tersebar di media sosial dengan yang ada di situs resmi pemerintah memiliki kesamaan," kata Plt Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, Senin (22/10).

Baca Juga : Astaghfirullah, TKW di Malaysia Dianiaya Majikan, 5 Tahun Tak Digaji

Kepada Ombudsman, pejabat BKD Padang mengaku telah memeriksa seluruh admin yang ada di sana dan tidak ada yang mengaku sebagai penyebar informasi. Bahkan penelusuran dilakukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“BKD Padang katanya sudah cek ke admin-admin mereka, tetapi tidak ada ditemukan. Mereka (BKD) juga cek ke BKN. Informasi dari BKN mengatakan informasi itu bocor dari Padang," kata Adel.

Baca Juga : Terduga Gembong 500 Gram Sabu Diciduk Polisi

Dijelaskan Adel, Ombudsman akan menelusuri hingga tuntas persoalan ini.

"Dari foto atau screenshot informasi kelulusan CPNS yang beredar, terlihat property dalam foto itu ada di BKD Padang. Meski demikian, Ombudsman tidak akan langsung mengambil keputusan. Semua bahan akan dikumpulkan dahulu. Jika final, nanti diumumkan," katanya.

Baca Juga : Simpan Sabu Dalam Koper, Sepasang Pasutri Dicokok Polisi

Walau belum bisa menyampaikan secara gamblang hasil permasalahan itu, Ombudsman menurut Adel sudah memberi tenggat waktu kepada BKD untuk menyelesaikan persoalan ini dalam dua hari. Ia berharap BKD bisa bergerak cepat dalam menyelesaikan kasus ini. Serta memberikan sanksi terhadap oknum yang telah menyebarkan informasi. "Kalau dalam satu atau dua hari ini kami temukan pelakunya, maka BKD harus mengeluarkan dari panitia seleksi CPNS," tegas Adel.

Selain dikeluarkan dari panitia, tentunya kasus tersebut juga akan diteruskan untuk proses disiplin pegawai karena yang bersangkutan membocorkan informasi rahasia negara, padahal pihak yang berwenang belum mengumumkan secara resmi.

"Sebenarnya teman-teman sudah ada kata kunci yang mengarah kemana, tapi kami akan tindaklanjuti kasus ini terlebih dahulu. Di sini ada indikasi oknum yang memberikan informasi kepada orang dekat atau temannya, namun info itu tersebar luas ke masyarakat," katanya.

Temuan di BKD Padang tidak jauh berbeda dengan BKD Sumbar. "Untuk di BKD Sumbar, hasil tim Ombudsman tidak jauh berbeda dengan temuan di Padang. Data yang beredar tersebut mirip data yang ada di SSCN, tetapi juga tidak diketahui siapa yang menyebarkan. Pihak BKD menolak dan mengatakan data tersebut bukan berasal dari pihaknya," kata Adel.

Secara umum, dilihat dari proses yang ada di BKD itu sendiri sangat rentan kebocoran data tersebut berasal dari dalam BKD, ditambah lagi panitia tidak memiliki pakta integritas atau kode etik sebagai panitia. "Setelah kami telusuri, di BKD Sumbar tidak ada semacam pakta integritas dalam menjaga kerahasiaan data. Ada juga kemungkinan seperti yang terjadi di BKD Padang, mungkin ada oknum yang sengaja memberikan informasi itu kepada teman atau keluarga," katanya.

Saat ini Ombudsman telah memiliki file yang beredar di media sosial tersebut, ia akan mencoba mencari tahu dari mana asalnya file tersebut. Hal ini akan dicek menggunakan tenaga yang ahli dibidang IT.

"Kalau orang yang mengerti teknologi pasti akan bisa diketahui darimana data tersebut berasal, apakah dari BKD Sumbar atau di luar. Tetapi melihat proses yang ada di BKD Sumbar, sangat besar kemungkinan itu disebarkan dari panitia di BKD. Karena melihat proses dan lemahnya pengawasan,"katanya.

Dilanjutkannya, walau data yang beredar itu tidak berpengaruh kepada lulus atau tidaknya seorang pelamar CPNS, akan tetapi kejadian ini telah merusak tatanan proses seleksi CPNS. "Ini berdampak kepada kinerja panitia. Sekaligus berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi CPNS," ujarnya.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]