Panggung Seni Mudiak Aia Selesai Akhir Tahun


Rabu, 24 Oktober 2018 - 11:45:43 WIB
Panggung Seni Mudiak Aia Selesai Akhir Tahun MASTERPLAN perencanaan pembangunan rest area di Puncak Paku, kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan. IST

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Pembangunan panggung pertunjukkan seni terbuka (Outdoor Amphitheater), di Kenagarian Sungai Nyalo Mudiak Aia, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan bakal selesai akhir 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga, Mawardi Roska, mengatakan, setelah pembangunan Amfitheater itu selesai, nantinya akan digunakan untuk pertunjukan seni, seperti perlombaan puisi dengan tema laut atau bisa juga menjadi salah satu rujukan tempat lokasi pelaksanaan kegiatan kepariwisataan.

"Kita berharap pembangunan Amfitheater ini selesai seiring dengan pembangunan jalan Mandeh. Sehingga mobilitas peserta kegiatan gampang dilaksanakan nantinya," ujarnya. Senin, (22/10).

Ia mengatakan, pembangunan Outdoor Ampitheater di Kawasan Mandeh, merupakan respon terhadap minimnya ruang pertunjukkan seni di Pessel, sehingga sulit untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya minangkabau keluar daerah.

"Jadi, ruang pertunjukan terbuka di Sungai Nyalo, merupakan wadah penyaluran bakat seni lintas generasi muda di Kawasan Madeh," ucapnya.

Disamping itu, lanjut dia, kehadiran ruang pertunjukan seni terbuka itu bertujuan, untuk mendorong semangat pelestarian alam budaya untuk memicu semangat generasi muda dalam mengenali seni dan budaya Minangkabau sejak dini. Sehingga Outdoor Amphitheater diharapkan pula akan menggerakkan aktivitas Pariwisata dengan pagelaran event-event yang dapat diadakan secara berkelanjutan.

"Outdoor Amphitheater ini, juga berfungsi sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya di kawasan Mandeh yang akan mewadahi aktifitas anak muda, seperti tari tradisional minangkabau, randai, silek, drama/teater, kaba minangkabau, saluang, rabab pasisia dan sebagainya," ucapnya.

Untuk diketahui, Outdoor Amphitheater Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, dirancang oleh seorang putra asli daerah tersebut, yaitu Renggo Pernanda. Menurut dia, konsep yang diusung digabungkan dengan potensi keindahan alam dan keunggulan atraksi seni budaya yang dapat disaksikan dalam satu frame tanpa harus dibatasi sekat pemisah antara ruang luar dan ruang dalam.

Ia menjelaskan, dimana tribun penonton berbentuk lengkung setengah lingkaran dengan view terpusat ke arah panggung. Namun, memiliki orientasi ke arah matahari terbenam, sehingga mampu memberikan kesan atraksi pertunjukkan seni sebagai foreground dan panorama matahari terbenam sebagai background.

"Denga begitu, maka pengunjung akan merasakan suasana yang puitis saat menyaksikan atraksi pertunjukkan seni di Kawasan Mandeh," tuturnya.

Ia mengatakan, Outdoor Amphitheater Sungai Nyalo, akan menjadi sentral pertunjukan seni di Kawasan Wisata Bahari Mandeh dengan harapan akan menjadi salah satu ruang pertunjukkan seni yang representatif di Sumatera Barat.

Sementara itu, Penggiat Pariwisata Andrinof Chaniago, menyebutkan, pembangunan Amfitheater nantinya akan mampu meningkatkan pembangunan pariwisata budaya dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya.

"Sehingga proses pembangunannya harus didukung penuh oleh masyarakat agar kedepan semakin banyak diminati keindahan alam Pessel," ucapnya.

Menurut dia, tidak hanya wisata alam saja, namun wisata budaya dan sajian kuliner akan mengundang banyak pengunjung ke Pessel.

"Hingga kini, di kawasan Mandeh telah banyak dilaksanakan pembangunan. Mulai dari jalan, sejumlah sarana dan prasarana, bahkan juga direncanakan pembangunan rest area, di Puncak Paku yang bakal dilaksanakan pada awal 2019," katanya. (h/kis)

 

 

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM