Tim Unand Revitalisasi Limau Kacang


Selasa, 30 Oktober 2018 - 12:26:09 WIB
Tim Unand Revitalisasi Limau Kacang BUDI DAYA LIMAU -  Group pengembang Limau Kacang yang merupakan pensiunan pegawai negeri, Kamis (25/10) melakukan monitoring tanaman bersama tim Unand, DR Nasril Nasir di Aripan, Kab Solok. YUTISWANDI

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM—Komoditi jeruk Keprok yang dikenal dengan nama limau Kacang, sejak tahun 80-an sudah menghilang setelah sempat dikenal sebagai buah spesifik daerah Solok. Tanaman buah yang berhasil mengangkat nama nagari Kacang, punah karena diserang penyakit CVPD (Citrus VeinPhloem Degeneration), suatu bakteri tanaman yang mematikan.

Akibat tumpulnya populasi komoditas Limau Kacang, tahun 2011 tim Universitas Andalas berinisiatif melakukan kegiatan penelitian bekerja sama dengan Kagoshoma University Jepang.

"Penelitian yang kami lakukan, menyebutkan limau Kacang berkerabat dekat dengan jeruk populer di dunia itu," sebut akademisi Universitas Andalas (Unand) Padang, DR Nasril Nasir ketika melakukan diskusi dengan group Pengembang Limau Kacang di Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kamis (25/10).

Dari kerja ilmiah yang dilakukan, menurut mantan peneliti BPTP Sukarami itu, limau kacang yang konon pertama kali dikembangkan oleh seorang Petugas Pertanian Garut yang notabene adalah putra daerah Singkarak, Baharsyah, memiliki rasa yang spesifik dan berpotensi dikembangkan.

Pernah ada upaya membudidayakannya, secara mandiri atau diproteksi oleh Pemda setempat, tetapi tidak kunjung berhasil. Bakteri CVPD tetap mengancam usaha masyarakat. Padahal dari sisi potensi, jeruk Keprok Kacang sama kualitasnya dengan dua jenis jeruk populer di dunia, yakni jeruk Mandarin dari China dan Ponkan dari Jepang.

Meyikapi potensi besar yang sekarang telah sirna, akhirnya menimbulkan keprihatinan. Tetapi bagi yang optimis, masih tersisa rasa penasaran. Kenapa limau Kacang harus mengalami kepunahan. Hati yang risau akhirnya melahirkan komitmen.

Tim Universitas Andalas selain DR Nasril Nasir, juga ada DR Mairawita dan DR Yulmira Yanti terus memulai dengan generasi baru. Hasil penelitian kerjasama dengan universitas Jepang itu lantas ditawarkan kepada Kemenristek Dikti mendapatkan program pengabdian masyarakat.

Menurut akademisi Unand itu, salah satu program yang dijuluk adalah Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), yang kegiatan mengembangkan potensi unggulan desa. Limau Kacang dalam program PPDM ini diajukan.

"Tahun 2016 kita laporkan kegiatan ini ke Pemda Solok agar didukung. Bupati Solok merespon baik, sampai kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Balitbu Tropika Solok dengan Kemenristek Dikti," papar Nasril.

Tetapi prosesnya seolah tergantung. Tindaklanjutnya mengambang. Sampai pada April 2017 pihaknnya memesan sebanyak 2.500 bibit jeruk Keprok Kacang ke Balai Penelitian Jeruk Sub Tropis (Balitjesrro) Balitbang Kementan di Tlekung Jawa Timur.

"Di balai ini ada 18 jenis jeruk keprok. Bibit yang disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Timur," ungkap mantan peneliti Balithor Aripan itu.

Selang setengah tahun, pada Januari 2018 bibit jeruk Keprok dikirim ke Solok. Timbul persoalan, kepada siapa disalurkan. Masyarakat petani yang akan mengembangkannya belum memiliki keberanian memulainya, karena harus dilakukan dilahan yang berbeda dari hamparan rentan penyakit CVPD.

"Kami kemudian bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Aripan untuk pemeliharaan oleh peneliti dan tehnisi Balitbutb Tropika," ungkap Nasril Nasir.

Menyambut gerakan masif dari tim Unand untuk mengembalikan kejayaan Jeruk Keprok Kacang, belasan masyarakat yang didominasi para pensiunan PNS, akhirnya mengambil peluang menjadi petani buah lokal. Dengan jaminan komitmen melakukan budidaya, mantan Asisten II Pemkab Solok, H Yunasman menawarkan diri menanam bibit limau Kacang dihamparan kebun yang paralel dengan komoditi buah Naga.

"Saya mengumpulkan kawan kawan pensiunan dengan mengusung semangat berkebun," aku Yunasman.

Seruan mantan Kabag Pembangunan Pemkab. Solok itu memicu minat Tamyus TM, mantan Kadis Pariwisata dan Kadis Perhubungan. Semangat berkebun itu mengalir ke mantan wali nagari Kacang, kemudian pensiunan penyuluh, termasuk pengusaha rempah putra Gobah Nofita Naizar. Sekitar 12 orang akhirnya berhimpun dalam group Pengembang Limau Kacang.

"Sudah empat bulan kami menanam bibit limau Kacang. Ada 16 tituk lahan tersebar di nagari Aripan, Singkarak, Saniangbaka, hingga ke Sulit Air," sebut Yunasman.

Dijelaskan, pendistribusian bibit kepada 12 petani limau kacang dilakukan Maret 2018. Masing-masing melakukan penanaman sekira 50 sampai 450 batang bibit di kebun masing-masing.

"Saking semangatnya, masih ada lobang tanaman yang belum ditanami bibit. Karena itu kita mengajukan permintaan bantuan bibit untuk tahun 2019 sebanyak 2500 batang, sehingga luas budidaya limau Kacang mencapai 10 hektare, " jelas Yunasman. (h/ndi)

 

 




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 12 Februari 2019 - 17:24:33 WIB

    Yayasan Darianis Yatim Bakal Bangun Masjid Megah di SMPN 1 Kota Solok

    Yayasan Darianis Yatim Bakal Bangun Masjid Megah di SMPN 1 Kota Solok SOLOK, HARIANHALUAN.COM—Keluarga besar SMPN 1 Kota Solok patut bersyukur. Betapa tidak, di lingkungan SMP tertua di Kota Beras serambi Madinah itu akan segera berdiri masjid megah. Fakta itu terungkap saat peletakan batu p.
  • Selasa, 30 Oktober 2018 - 18:28:43 WIB

    Tim Wasev Mabes AD Tinjau Lokasi TMMD 103 di Pessel

    Tim Wasev Mabes AD Tinjau Lokasi TMMD 103 di Pessel PAINAN,  HARIANHALUAN.COM - Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), meninjau langsung pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103, yang dilaksanakan di Nagari Lakitan .
  • Rabu, 23 Mei 2018 - 15:30:20 WIB

    Pemkab Mentawai Bakal Bentuk Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme

    Pemkab Mentawai Bakal Bentuk Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) setempat berencana membentuk Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi dan Radikalisme..
  • Senin, 14 Mei 2018 - 20:47:17 WIB

    BPBD Agam Turunkan Tim Penyelamat di Pantai Tiku

    BPBD Agam Turunkan Tim Penyelamat di Pantai Tiku AGAM, HARIANHALUAN.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam siapkan tim kesiapsiagaan selama Pesta Nelayan berlangsung di sepanjang pantai Tiku. Sedikitnya satu unit perahu karet diturnkan sebagai alat monitor s.
  • Selasa, 20 Februari 2018 - 20:17:52 WIB

    Kementerian Maritim Pioritaskan Pembangunan Teluk Tapang Pasbar

    Kementerian Maritim Pioritaskan Pembangunan Teluk Tapang Pasbar PASBAR, HARIANHALUAN.COM- Pembangunan jalan menuju Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mendapat perhatian serius dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk segera .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]nhaluan.com
APP HARIANHALUAN.COM