Di Sumbar, Ada 59 Banjir, dan 93 Longsor


Senin, 05 November 2018 - 16:04:52 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Di Sumbar, Ada 59 Banjir, dan 93 Longsor Dokumentasi Haluan

Agam menjadi kabupaten yang paling sering dilanda banjir dan longsor, yakni sebanyak 13 kali banjir dan 18 kali longsor. Kota Pariaman menjadi satu-satunya daerah yang belum pernah disinggahi banjir dan longsor.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, sepanjang 2018 total 59 kali banjir terjadi di Sumbar. Tak hanya banjir, 18 kabupaten/kota juga dilanda 93 kali longsor dan dua kali air bah. Kerugian yang ditanggung Sumbar mencapai miliaran rupiah.

Data yang dipaparkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPDB Sumbar, Rumainur itu baru per 22 Oktober. Peristiwa banjir Padang dan sejumlah daerah pada Jumat (2/11) lalu, belum masuk hitungan BPBD. Datanya sedang divalidasi untuk mendapatkan kepastian dampak secara menyeluruh.

Di antara daerah-daerah yang terdampak, Agam menjadi kabupaten yang paling sering dilanda banjir dan longsor, yakni sebanyak 13 kali banjir dan 18 kali longsor. Sementara Kota Pariaman menjadi satu-satunya daerah yang belum pernah disinggahi banjir dan longsor.

Selain Agam, ada sembilan kabupaten lainnya yang mengalami dampak terparah. Di antaranya adalah Kabupaten Solok, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, serta Kota Solok. "Total kerugian mencapai miliaran rupiah. Namun untuk angka pastinya, masih belum bisa dipublikasi karena hingga saat ini masih banyak kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor yang belum mengirimkan laporan terkait jumlah kerugian yang diderita," ujar Rumainur, Minggu (4/11).

Perhatikan hulu sungai

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta kepala daerah di 19 kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan di hulu sungai, khususnya terkait pembukaan lahan, pemanfaatan hasil hutan, dan isu kebersihan sungai. Instruksi gubernur ini menyusul kejadian banjir yang merendam Padang, Jumat (2/11) sore. Bencana banjir juga mengakibatkan dua bocah meninggal dunia karena terseret arus sungai.

Irwan menyebutkan, sebetulnya lebih dari dua kali dirinya menyurati kepala daerah untuk meningkatkan pengawasan hulu sungai, khususnya saat musim hujan tiba. Ia meminta Pemda untuk memberi perhatian lebih terkait mitigasi bencana banjir ini, ketimbang harus menanggung kerugian material dan jatuhnya korban.  "Banjir bandang ini bisa dihindari, kalau sekiranya rutin kepala daerah ajak aparat untuk bersihkan hulu sungai. Hulu ini yang merusak. Kalau banjir dan luapan saja tidak merusak. Kalau banjir bandang ini yang merusak," kata Irwan dilansir Republika usai meninjau jembatan gantung yang putus diterjang banjir di Kelurahan Baringin, Padang, Sabtu (3/11).

Terkait pengungsi, gubernur menyebutkan saat ini seluruh warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Meski begitu, ada sejumlah keluarga yang tak lagi bisa menempati rumahnya karena mengalami kerusakan cukup serius. Irwan berjanji untuk berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemko Padang untuk menghimpun bantuan. "Bantuan Alhamdulillah banyak datang, termasuk dari zakat dan perbankan. Insya Allah segera disalurkan. Kalau pengungsi sudah tidak ada," kata gubernur.

Sementara itu, aparat dari TNI juga sudah turun langsung ke lapangan untuk membantu proses penanganan pascabanjir. Komandan Kodim 0312/Padang, Letkol Czi Rielman Yudha mengungkapkan bahwa 40 anggotanya sudah disebar ke sejumlah titik untuk membantu pembersihan rumah warga dan mengevakuasi korban yang masih terjebak banjir. Selain itu, 50 personel Yonif 133/YS juga ikut diturunkan.  "Saat ini kondisi air pasca banjir telah kembali normal, masyarakat yang terkena dampak banjir telah kembali membersihkan dan merapikan rumah masing-masing," katanya.

Diberitakan sebelumnya, banjir yang merendam 600 rumah di Kota Padang dan debit air sungai yang meningkat drastis pada Jumat (2/11) sore menyebabkan dua orang meninggal dunia. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rumainur, menyebutkan keduanya meninggal dunia karena hanyut oleh debit sungai yang meningkat secara tiba-tiba.

Korban pertama adalah Pasilah Azam (2 tahun) yang beralamat di Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Menurut informasi yang dihimpun, korban awalnya mandi di parit dekat Stasiun TVRI pada pukul 13.40 WIB. Lokasi tersebut tak jauh dari rumah korban. Namun dalam waktu singkat arus air semakin deras sehingga menyeret bocah tersebut. Korban ditemukan warga setelah air mulai surut dengan kondisi tidak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke RSUP M Jamil namun meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. Saat ini korban telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Korban kedua adalah Jihan Melani (6 tahun), warga Bungus Barat Kota Padang. BPBD Kota Padang melaporkan korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.  (h/mg-dan)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 18 Desember 2018 - 14:02:49 WIB

    Warga Protes Aktivitas Tambang di Muara Kiawai

    Warga Protes Aktivitas Tambang di Muara Kiawai PASBAR, HARIANHALUAN.COM-- Masyarakat Jorong Kartini, Muara Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mendatangi Mapolsek Gunung Tuleh, Senin (17/12). Mereka menolak penambangan sirtukil (pasir, batu dan .
  • Jumat, 14 Desember 2018 - 19:44:03 WIB

    Tanggul Darurat di Tapan Jebol, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

    Tanggul Darurat di Tapan Jebol, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Tanggul darurat yang dibangun Pemkab Pessel, melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) beberapa waktu lalu, di Nagari Binjai, Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, jebol akibat luapan air.
  • Jumat, 14 Desember 2018 - 18:49:25 WIB

    Terjebak Macet di Lubuk Selasih, Sopir Truk Ini Ditemukan Tewas

    Terjebak Macet di Lubuk Selasih, Sopir Truk Ini Ditemukan Tewas AROSUKA, HARIANHALUAN.COM--Seorang sopir truk pengangkut batu bara meninggal dunia saat terjebak macet di daerah Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Sopir yang bernama Sugianto (52).
  • Jumat, 14 Desember 2018 - 15:45:35 WIB

    Pelaku Pembuangan Bayi di Padang Pariaman Diciduk Polisi

    Pelaku Pembuangan Bayi di Padang Pariaman Diciduk Polisi PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM--Satreskrim Polres Padang Pariaman berhasil membekuk dua palaku pembuang bayi di Padang Pariaman, Jumat (14/12). Kedua tersangka berinisial WY (18) dan MA (25) merupakan pasangan kekasih yan.
  • Kamis, 13 Desember 2018 - 23:02:30 WIB

    Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Buluh Kasok

    Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Buluh Kasok SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM- Sosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di tepian sungai di Jorong Buluh Kasok Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan (Solsel), Kamis (12/12) sekira 11.30 WIB..

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM