Sepuluh Terduga Lesbian Diciduk di Padang


Rabu, 07 November 2018 - 11:23:29 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sepuluh Terduga Lesbian Diciduk di Padang Terduga lesbian yang diamankan Satpol PP Padang. IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Berawal dari informasi yang beredar terkait gerak-gerik komunitas lesbians di Kota Padang, serta bukti aktivitas salah satu akun media sosial yang kerap mengunggah foto wanita yang tengah bermesraan dengan pasangan wanita, Satpol PP Kota Padang berhasil menjaring sepuluh diduga pelaku lesbian di dua rumah kos di kawasan Kota Padang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Padang, Yadrison menyebutkan, pengembangan temuan dan pengamanan terhadap pelaku lesbian tersebut berlangsung pada Minggu (4/11) dalam giat pengawasan terhadap perilaku lesbian, gay, biseksual, transgender/transeksual (LGBT) yang merebak dan meresahkan di tengah masyarakat.

“Kami sudah setiap hari mendapatkan laporan dari masyarakat terkait aktivitas pelaku LGBT. Oleh Karena itu untuk menindaklanjuti laporan, kami lakukan pengembangan dan pengintaian. Ternyata informasi yang kami terima itu terbukti di lapangan,” kata Yadrison.

Dalam melakukan pengembangan, katanya lagi, tim Intel Satpol PP Kota Padang berhasil menemukan satu akun media sosial milik seorang wanita, yang kerap mengunggah foto pemilik akun tersebut tengah berpelukan dan berciuman dengana pasangan wanitanya.

Setelah mendapatkan bukti digital, tim kemudian melakukan pengembangan di lapangan, sehingga berhasil melacak identitas dan keberadaan pemilik akun tersebut. “Kami lakukan pencarian selama dua hari hingga keberadaan pasangan ini terlacak di salah satu kafe di kawasan Pondok, Kecamatan Padang Selatan.

"Ada dugaan mereka bekerja di kafe itu. Namun, saat kami ingin lakukan penertiban, mereka berhasil kabur dari sergapan petugas. Namun begitu, dari data-data yang terus dikembangkan di lapangan, kami mendapatkan informasi tempat tinggal mereka," ucapnya.

Kemudian saat sore di hari yang sama, kata Yadrison lagi, petugas berhasil menjaring dan mengamankan lima wanita di salah satu kamar kos, di kawasan Cendana Mata Air, Kecamatan Padang Selatan. Hasil pendataan menyebutkan kelimanya berinisial MW (23) dengan pasangannya FR (24), RS (26) dengan pasanganya NP (25), dan seorang wanita lain berinisial ZS (23).

“Setelah lima wanita ini dijaring, pengembangan terus kami lakukan. Di hari yang sama, petugas berhasil mengamankan lima orang wanita lagi di kawasan salah satu rumah kos di kawasan Simpang Haru. Inisialnya NL (23), ZL (25), RS (28), FD (24), dan Al (31),” sebut Yadrison lagi.

Yadrison memastikan bahwa sepuluh wanita tersebut mengakui aktivitas mereka sebagai pelaku LGBT (lesbian). Petugas Satpol PP pun menggiring pelaku ke Mako Satpol PP untuk didata dan kemudian akan di kirim ke Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan.

Dinsos : 15 Titik Kumpul

Sebelumnya, Kepala Dinsos Kota Padang, Amasrul, kepada wartawan di Media Center Kota Padang menyebutkan, pihaknya menduga setidaknya terdapat 15 titik tempat berkumpul bagi komunitas LGBT di Kota Padang. Namun hingga saat ini, gerak-gerik mereka memang tidak mudah dideteksi.

"Jumlah itu berdasarkan informasi yang kami dapat dan saat ini tengah kami telusuri kebenarannya. Untuk membuktikannya, tentu membutuhkan kerja sama dengan banyak pihak," kata Amasrul.

Ia mengatakan, semakin banyaknya pelaku atau perilaku menyimpang LGBT di Kota Padang akan menjadi boomerang sendiri dalam perkembangan dan pembangunan Kota Padang. Sebab, LGBT sendiri secara jelas terlarang dalam agama mana pun, serta terindikasi dapat merusak akhlak dan moral anak bangsa.

"Titik-titik kumpul mereka itu biasanya di pusat-pusat perbelanjaan. Informasi juga ada yang menyebutkan ada tempat berkumpul mereka juga di kawasan GOR H. Agus Salim," ujar Amasrul lagi.

Amasrul menyebutkan, perilaku menyimpang LGBT bukanlah persoalan remeh-temeh, sehingga penanggulangan perkembangannya juga menuntut keterlibatan semua pihak. Bila perkembangannya tak cepat diatasi, dikhawatirkan sangat berpengaruh besar dan berdampak negatif terhadap perkembangan bangsa.

"Para pelaku LGBT ini awalnya orang biasa, tetapi karena terpengaruh lingkungan, mereka jadi ikut-ikutan LGBT," sebutnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima, Amasrul juga menyebutkan bahwa beberapa pelaku LGBT awalnya berlatar belakang sebagai korban dari pelaku LGBT yang loain. Oleh karena itu, ia juga berharap orang tua meningkatkan peran pengawasan dalam rumah tangga terhadap anak dan remaja.

"Bila sudah mulai terlihat ada kejanggalan pada tingkah laku anak-anak dalam pergaulannya, orang tua harus kritis dan menindaklanjutinya. Jika benar terindikasi, segera cari solusi," ujarnya lagi

Dinsos Kota Padang sendiri, sebutnya, sudah menyiapkan tenaga psikolog dan rohaniawan untuk mengembalikan kesadaran para pelaku LGBT untuk kembali ke jalan yang benar di mata Tuhan dan di mata masyarakat pada umumnya.

"Keluarga yang membutuhkan bantuan psikolog untuk anaknya, silakan datang ke Dinsos Kota Padang. Kami menyediakan konsultasi untuk mengatasi penyakit sosial, salah satunya LGBT ini," sebutnya menutup. (h/mg-pmi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 03 Oktober 2018 - 10:31:46 WIB
    DIGALANG PARA TOKOH DAN WARTAWAN

    Gerakan Sepuluh Ribu Rupiah untuk Palu

    Gerakan Sepuluh Ribu Rupiah  untuk Palu PADANG,HARIANHALUAN.COM – Sejumlah tokoh Sumbar dan wartawan menginisiasi gerakan donasi untuk korban bencana gempa – tsunami di Palu dam Donggala, Sulawesi Tengah. Gerakan yang disebut Gerakan Minang Berbagi untuk Dongga.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM