KPHL Agam Raya Amankan Ratusan Batang Kayu Tak Bertuan


Kamis, 08 November 2018 - 21:00:19 WIB
Reporter : Tim Redaksi
KPHL Agam Raya Amankan Ratusan Batang Kayu Tak Bertuan Sebanyak 5,2904 meter kubik atau 216 batang kayu tak bertuan berhasil diamankan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Agam Raya di kawasan  hutan  Batu Palano, Jorong Tandikek, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Kamis (8/11). IST

AGAM, HARIANHALUAN.COM- Sebanyak 5,2904 meter kubik atau 216 batang kayu tak bertuan berhasil diamankan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Agam Raya di kawasan  hutan  Batu Palano, Jorong Tandikek, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Kamis (8/11).

Tumpukan kayu tersebut diduga ditebang dari hutan lindung, sebab  posisi PK ditemukan di kawasan hutan produksi yang berbatasan langsung dengan hutan lindung.

Kordinator KPHL Agam Raya, Afniwirman, mengatakan, tumpukan kayu yang telah dipotong dengan ukuran beragam, seperti 4 dan 6 meter, di pinggir jalan hutan produksi yang sangat berdekatan dengan kawasan hutan yang dilindungi.

Ia menjelaskan, pihaknya rutin melalukan operasi fungsional yang dilakukan pihaknya ke daeah-daerah yang dianggap rawan akan kasus illegal loging. Pada kesempatan itu ditemukanlah kayu tersebut. 

“ Kayu ditemukan Selasa (06/11) sekitar pukul 12.00 WIB saat operasi di ke kecamatan Ampek Nagari. Setelah diidentifikasi serta dikomunukasikan kepada maayarakat melalui wali nagari, tidak ada yang mengakaui kepemilikan kayu tersebut," katanya.

Afniwirman berujar, karena tidak ada yang mengetahui siapa pemiliknya, kayu-kayu itu dibawa dan diamankan di kantor UPTD KPHL Agam Raya di Lubuk Basung. Potongan kayu ini berasal dari pohon yang besar dan tidak mungkin kayu ini berasal dari hutan produksi.

Meski demikian, pihaknya siap  mengembalikan kayu tersebut Jika ada warga yang mengakui itu kepemilikan kayu, dengan menunjukkan dokumen dan menunjukkan bekas tunggul penebangannya.

Namun kalau kau itu diambil dari hutan lindung karena telah melanggar UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman kurungan maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp. 1 milyar.

"Masyarakat yang memiliki silahkan mengambil kayu-kayu tersebut ke kantor KPH Agam Raya dengan menunjukkan bukti. Akan tetapi  jika hal tersebut tidak dapat dibuktikan, maka yang bersangkutan akan diproses secara hukum," jelasnya. (h/yat)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM