Seleksi CPNS Sawahlunto, 1.300 Pelamar Dipastikan Tersingkir


Jumat, 09 November 2018 - 14:06:03 WIB
Seleksi CPNS Sawahlunto, 1.300 Pelamar Dipastikan Tersingkir Dokumentasi Haluan

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM – Sebanyak 1.300 peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Sawahlunto 2018 dipastikan akan tersingkir. Pasalnya, dari 1.385 peserta yang ikut, peluang lowongan yang tersedia hanya untuk 85 formasi.

Begitu kecilnya peluang yang akan diterima dibandingkan dengan jumlah pelamar yang ikut, tentu akan membuat persaingan yang sangat ketat antar pelamar. Harapannya, tentu saja CPNS yang dihasilkan dari hasil seleksi benar-benar yang berkualitas.

“Formasi yang tersedia 85, dengan 1.385 pendaftar yang akan bersaing dalam seleksi,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Sawahlunto, Mawardi kepada Haluan, Kamis (8/11).

Dari 85 formasi itu, lanjut Mawardi, didominasi tenaga medis dan guru. Pendaftaran yang telah ditutup dengan 1.385 pendaftar itu dimulai 26 September 2018 dan berakhir 13 Oktober 2018.

Mawardi mengatakan, pelaksanaan seleksi yang dilakukan pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) itu, berupa tes kompetensi dasar (TKD), yang kelulusannya berdasarkan passing grade yang ditetapkan.

Selanjutnya, peserta juga akan mengikuti tes kompetensi bidang (TKB). Untuk kelulusan ditentukan dari gabungan kedua tes itu, baik TKD maupun TKB. “Semua ditentukan BKN,” ujarnya.

Untuk peserta yang akan ikut dalam seleksi CPNS Kota Sawahlunto, TKD akan dilaksanakan 17 dan 18 November 2018. Menurut Mawardi, pendaftaran dilakukan secara online melalui portal http//sccn.bkn.go.id. Formasi penerimaan CPNS Sawahlunto di 2018 sebagian besar untuk sarjana. Sedangkan tenaga teknis sebagian besar Diploma III.

Dikemukakan Kepala BKD PSDM, saat ini pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Sawahlunto 2.720 orang dengan rasio 1 berbanding 24 dengan masyarakat yang harus layani. Setiap ada penambahan formasi CPNS tetap dilaporkan sesuai kebutuhan berdasarkan analisa jabatan dan analisa beban kerja.

Ia mengungkapkan, bila dibandingkan 2.720 PNS, dengan anggaran komposisi belanja daerah untuk pegawai hanya berkisar 33-34 persen. Artinya, belanja pegawai untuk gaji hanya berkisar 33-34 persen dari total APBD Sawahlunto setiap tahunnya.

Berarti, katanya, peluang kita untuk menambah PNS di daerah ini cukup besar. Namun, karena pengangkatan dan penggajian pegawai negeri sipil kewenangan pemerintah pusat, maka Sawahlunto hanya sebatas mengusulkan sesuai kebutuhan. "Pertimbangan dan memutuskan formasi yang akan diterima berada di tangan pemerintah pusat," ucapnya. (h/nto)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]