Lima Petani di Limapuluh Kota Disambar Petir, Dua Tewas


Senin, 12 November 2018 - 19:42:38 WIB
Lima Petani di Limapuluh Kota Disambar Petir, Dua Tewas Ilustrasi (net)

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM---Dalam waktu sepekan ini, sudah 5 petani asal Kabupaten Limapuluh Kota yang tersambar petir. Dari 5 tersebut, dua diantaranya tewas di lokasi kejadian.

Warga jorong Lubuak Jantan, Nagari Gurun,Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota geger setelah salah seorang warga setempat tewas seketika akibat tersambar petir pada Senin (12/11) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Korban diketahui bernama Erlita Norita (38) itu, saat kejadian sedang bekerja disawah didaerah setempat. Ketika gerimis disertai petir, korban yang sudah memiliki 2 anak itu terus bekerja tanpa menghiraukan kondisi cuaca.

"Anak korban ikut kesawah. Untung saja, anaknya yang masih kecil tidak ikut menjadi korban. Terlihat jelas, kilat petir menyambar korban,"ucap Eko Wahyudi (30)  salah seorang warga setempat.

Warga yang melihat kejadian itu,  bergegas mengejar lokasi untuk menyelamatkan korban. Akibat disembar petir, beberapa bagian tubuh korban mengalami luka-luka dan mengeluarkan darah segar. Pakaian korban pun ikut robek-robek. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Pati. Anak korban yang masih  berumur 5 tahun, hanya bisa menangis dan trauma pasca petir yang menyambar orang tua di dekat dirinya.

Sementara Kepala Polisi Sektor Harau, AKP Harry Mariz Putra mengatakan, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tanjung Pati. Tapi malang, nyawa korban tidak terselamatkan. Jenazah korban pun langsung dibawa ke rumah duka.

Sepekan sebelumnya, pada Selasa (6/11) sore warga Jorong Lareh Nan Panjang, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, digegerkan dengan adanya warga setempat yang tersambar petir. Tanggung tanggung, empat warga jadi korban dan salah satu diantaranya meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama  Wat (65) warga setempat. Sedangkan 3 korban lainnya,yakni Natar (60), Muhaddar (76) dan Basri (64). "Ada 4 korban dari peristiwa ini,"ucap AKP Kaspi Darmis Kepala Polisi Sektor Luak Polres Payakumbuh di RSUD Adnan WD Payakumbuh. 

Dikatakan Kapolsek, ke 4 korban awalnya sedang berada disawah saat hujan turun disertai petir. Seketika, petir langsung menyambar korban. "Korban tewas dilokasi,"ucap AKP Kaspi. 

Katanya, sebelum kejadian, seluruh korban sedang bekerja disawah untuk panen padi. Ada 13 orang  saat itu.

"Petani dilokasi berjumlah 13 orang, ada yang berteduh  dipondok yang tidak jauh dari lokasi. Sedangkan ke empat korban lanjut bekerja saat hujan petir berlangsung,"kata Kapolsek Luak.

Dijelaskannya lagi, kejadian sekitar pukul 14.15 WIB. Satu jam kemudian, baru diketahui adanya laporan terhadap korban yang tersambar petir. Sekitar pukul 15.30 WIB, seluruh korban dievakusi ke puskesmas dan RSUD Adnan WD Payakumbuh.

"Korban yang meninggal dunia dibawa ke Puskesmas Gaduik dan 2 korban lainnya ke RSUD Adnan WD Payakumbuh,"katanya. (h/ddg)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM