Haru Biru Pemakaman Rivandi, Selamat Jalan Pegawai Berprestasi


Senin, 12 November 2018 - 19:45:50 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Haru Biru Pemakaman Rivandi, Selamat Jalan Pegawai Berprestasi  Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Rivandi Pranata, salah seorang korban kecelakaan pesawat Lion JT610 asal Cengkeh, Kota Padang, Minggu (11/11). IRHAM

Laporan : Puspita Indah Cahyani

Karangan bunga berjejeran di halaman kediaman Gusmardi (64), di Jalan Cengkeh No. 1A RT 2 RW 5, Kelurahan Cengkeh, Minggu, (11/11). Suasana duka menyelimuti tiap sisi rumah. Di Minggu pagi yang cerah itu, anggota keluarga itu tengah menggelar penyambutan terhadap jenazah sang anak, Rivandi Pranata, salah seorang korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610, yang jatuh di Kerawang akhir Oktober lalu.

Jenazah Rivandi Pranata (28) tiba di rumah duka pukul 08.50 WIB. Jenazah Rivandi ditemukan dan teridentifikasi pada Sabtu sore melalui tes DNA. Peti jenazah diterbangkan ke Padang pukul 06.00 WIB pada penerbangan pertama Garuda Indonesia, dan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 08.00 WIB. Kepada Haluan, pihak keluarga mengaku memilih penerbangan maskapai lain karena trauma Lion Air JT610 masih menggelayuti.

“Kami tidak mau menggunakan pesawat yang disediakan Lion Air karena masih trauma,” ucap Gusmiardi, ayah almarhum Rivandi.

Kedatangan jenazah ke rumah duka mendapat pengawalan dari pihak kepolisian, keluarga, dan rekan-rekan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Bangka, tempat Rivandi bekerja. Ambulan berhenti tepat di depan pintu pagar rumah duka. Beberapa warga tampak bersiap di belakang ambulan menyambut peti jenazah yang diturunkan petugas. Peti lalu digotong masuk ke dalam rumah. Seketika, tangisan dari kerabat dan beberapa orang terdekat mengudara. Masih tak percaya Rivandi pergi begitu “pagi”.

Beberapa saat, pihak keluarga mempersilakan pelayat masuk ke rumah untuk menyampaikan ucapan belasungkawa. Namun, pihak keluarga sepakat dan menegaskan tidak akan membuka peti jenazah dengan alasan perimbangan terhadap kondisi jenazah. Sepuluh menit berlalu, peti jenazah keluar dari rumah duka untuk dilakukan acara pelepasan di halaman rumah.

“Setelah ini Rivandi disalatkan di Masjid Assalam, tempat ia biasa salat. Nanti, dimakamkan di kuburan kaum di kawasan Ulu Gadut, kompleks perumahan Unand,” kata Gusmiardi lagi.

Pelepasan jenazah diawali kilas balik riwayat hidup Rivandi oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Padang II, Eureka Putra. Kemudian, dilanjutkan sepatah kata dari kakak Rivandi dan tokoh masyarakat. Setelah itu, jenazah disalatkan di masjid yang persis berada di depan rumah duka. Selanjutnya, kerabat dan para pelayat ikut mengiringi kepergian Rivandi ke peristirahatan terakhirnya di kawasan Ulu Gadut. Isak tangis keluarga semakin mengudara saat jenazah perlahan tertutup tanah.

Rivandi lahir di Padang, 10 Januari 1990. Ia merupakan Sarjana Hukum lulusan Universitas Padjajaran pada 2014 lalu. Rivandi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bawah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada 1 Februari 2015. Sebelum pindah ke Bangka, ia pernah bertugas sebagai pelaksana pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Palembang pada Januari-Juli 2018.

Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Bangka Belitung, Imam Arifin mengatakan, Rivandi merupakan salah satu pegawai berprestasi di lingkungan kerjanya. Pria yang hobi main futsal tersebut dikenal sebagai pribadi yang ceria, baik, dan disenangi rekan-rekannya. Rivandi, merupakan sosok yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman.

“Almarhum merupakan salah satu pegawai terbaik. Sebelumnya ia sempat bertugas di Palembang, dan karena akan ada kenaikan jabatan ia dipindahkan ke Bangka,” ujar Imam.

Sang ayah, Gusmiardi bercerita, pada Senin 29 Oktober, saat ia bersama istrinya Irmawati berbelanja di pasar pagi mendapat telefon dari calon tunangan Rivandi, yang menyampaikan bahwa Rivandi menjadi salah satu penumpang Lion Air JT610 yang jatuh di Kerawang. Seolah tak percaya, Gusmardi bersama istri langsung pulang dan melihat siaran televisi, tak lama kemudian, sang adik yang berada di Jakarta pun memberikan informasi yang sama mengenai keberadaan Rivandi.

“Pagi sebelum ke bandara, Rivandi sempat menelefon, memberi kabar bahwa ia akan berangkat ke bandara, memang seperti itu kebiasaannya, dan itu percakapan terakhir kami,” katanya.

Gusmardi juga mengatakan, sang anak baru saja dipromosikan sebagai kepala unit representative di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka Belitung pada Agustus 2018. Dalam waktu dekat, putra ke empat dari lima bersaudara itu juga akan bertemu dengan keluarga sang kekasih yang merupakan orang Bandung, untuk menentukan waktu pertunangan dan membahas lebih lanjut mengenai pernikahan. Namun sayang, niat baik tersebut tak bisa dilanjutkan.

“Rencananya, akan dibahas awal tahun ini,” ucap Gusmiardi dengan nada sabak. (*)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Oktober 2018 - 18:01:44 WIB

    Kisah Haru Indriana Sartika,  Selamat Setelah Puluhan Menit Bertahan dari Terjangan  Tsunami

    Kisah Haru Indriana Sartika,  Selamat Setelah Puluhan Menit Bertahan dari Terjangan  Tsunami HARIANHALUAN.COM-Indriana Sartika Yotokodi terus memanjatkan rasa syukurnya karena masih diberi keselamatan oleh Allah SWT. Bayang-bayang bencana tsunami dan gempa masih tergambar jelas dalam memorinya, bahkan kerap muncul da.
  • Sabtu, 17 September 2016 - 01:54:18 WIB

    Rumah Subsidi Harus Tepat Sasaran

    Sekitar 350 ribu kepala keluarga (KK) di Sumatera Barat belum memiliki rumah. Mereka mayoritas berada di perkotaan. KK yang belum punya rumah itu bukan hanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melainkan juga PNS yang bahk.
  • Kamis, 25 Agustus 2016 - 04:28:24 WIB

    Haruskah Berhenti Berutang?

    Haruskah Berhenti Berutang? Cukup menarik mencermati ulasan Apung Widadi pada harian ini terkait masalah utang luar negeri Indonesia yang menurut beliau sangat tidak produktif , bahkan diklaim akan membebani generasi mendatang. Kekhawatiran beliau diawa.
  • Sabtu, 06 Agustus 2016 - 01:34:41 WIB

    Thawalib Harus Ikuti Perubahan

    Thawalib Harus Ikuti Perubahan PADANGPANJANG, HA­LUAN — Perguruan Tha­walib Padangpanjang ingin kembali meraih kejayaannya. Alumni bersama pengelola yayasan sepakat untuk men­cari solusi bersama agar Tha­walib mampu me­lahirkan tokoh agama ter­kena.
  • Selasa, 22 Desember 2015 - 02:55:22 WIB

    Bukittinggi Harusnya Lebih Maju!

    Kota masa lalu, kota masa kini dan kota masa depan. Begitulah Kota Bukittinggi, kota yang dijuluki sebagai Kota Wisata di Ranah Minang, Sumatera Barat. Hari ini, Selasa, 22 Desember 2015, usia Kota Bukittinggi 231 tahun. Usia.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM