Sidang OTT, PU Hadirkan Saksi Ahli dari Unand


Selasa, 13 November 2018 - 12:13:23 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sidang OTT, PU Hadirkan Saksi Ahli dari Unand Ilustrasi (net)

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan saksi ahli dalam sidang dugaan melakukan pungutan terhadap petani oleh terdakwa Kamarudin (53), mantan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian, Kabupaten Solok.

Saksi ahli pidana dari Universitas Andalas (Unand), Yose Arwan, mengatakan, perbuatan terdakwa melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha dan pasal 12 e jo pasal 12 A jo pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Korupsi.

Setelah mendengarkan keterangan saksi ahli, Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Putri Deyesi Rizki, meminta kepada JPU untuk menghadirkan saksi kunci. Pasalnya, menurut Putri, para saksi yang dihadirkan di dalam persidangan sebelumnya tidak mengetahui asal usul uang yang dijadikan barang bukti OTT (Operasi Tangkap Tangan) tersebut. "Jika saksi tidak hadirkan maka saya akan membuat surat laporan," katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Padang, Senin (12/11).

Atas hal tersebut, majelis hakim yang diketuai oleh Agus Komarudin memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi yang dimaksudkan oleh PH pada persidangan pekan depan.

Dalam dakwaan disebutkan, kejadian ini bermula saat terdakwa Kamarudin menjabat sebagai kepala UPTD Pertanian, di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Dimana tugasnya mengkoordinir produksi dan Bina Usaha Pertanian.

Pada tahun 2016 terdakwa bersama stafnya melakukan rapat, dimana isinya akan mengeluarkan surat jalan untuk para pedagang petani sehingga mereka dapat memasarkan hasil bumi. Jika para pedagang petani memberikan uang basa basi, maka dibantu dan diterima tak beberapa lama setelah melakukan rapat, terdakwa mengeluarkan kebijakan tersebut.

Terdakwa menerbitkan surat jalan, dengan meminta tolong kepada M. Riza. Dalam mengeluarkan surat jalan, terdakwa melakukan pungutan kepada sopir. Namun perbuatan terdakwa diketahui oleh pihak berwajib, pada tanggal 26 Januari 2018, Polres Solok melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Saat ditangkap, polisi menemukan barang bukti berupa uang sejumlah Rp250 ribu yang disita dari saksi Bela Panora, selain itu polisi juga menyita uang dari terdakwa sebesar Rp50 ribu, surat jalan sebanyak 10 lembar yang disita dari Syafriadi, 30 surat jalan yang polisi sita dari terdakwa dan satu stempel UPT Dinas Pertanian, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

 

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat melanggar pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana yang telah diubah dan ditambah atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. (h/mg-hen)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 14 September 2018 - 17:55:26 WIB

    Sidang Korupsi IAIN Jidil II, Dua Nama Tak Terdaftar Sebagai Penerima Ganti Rugi

    Sidang Korupsi IAIN Jidil II, Dua Nama Tak Terdaftar Sebagai Penerima Ganti Rugi PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sidang dugaan korupsi kampus III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) jilid II yang kini Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Kamis (13/9). Da.
  • Selasa, 24 Juli 2018 - 20:55:35 WIB

    Sidang Kasus Bakar Mobil di Solok, Edi Cotok Cs Dituntut 7 Tahun Penjara

    Sidang Kasus Bakar Mobil di Solok, Edi Cotok Cs Dituntut 7 Tahun Penjara AROSUKA, HARIANHALUAN.COM--Tiga orang terdakwa yang terlibat dalam kasus pembakaran mobil operasional PT. Hitay Daya Energi, dituntut 7 tahun penjara oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Solok. Sidang pembacaan .
  • Selasa, 22 Mei 2018 - 11:08:40 WIB

    Kasus Besi Non-SNI Mulai Disidang

    Kasus Besi Non-SNI Mulai Disidang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Terdakwa Widya Kasuma Lawrenzi (68) Alias Awi jalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Padang, Senin (21/5). Terdakwa diduga mengedarkan besi beton Non Standar Nasional Indonesia (SNI)..
  • Selasa, 15 Mei 2018 - 09:25:58 WIB

    Diduga Pungli, Eks Kepsek di Limapuluh Kota Disidang

    Diduga Pungli, Eks Kepsek di Limapuluh Kota Disidang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Diduga melakukan Pungutan Liar (pungli) dalam penerimaan siswa baru, terdakwa Yondri (49) merupakan Kepala sekolah (kepsek) SMA 1 Guguak Lima Puluh Kota jalani sidang perdananya di Pengadilan Tinda.
  • Jumat, 04 Mei 2018 - 10:37:42 WIB

    Sidang Kasus Korupsi Rumdin Wako Padang Panjang, Audit BPK Penentu Kerugian Negara

    Sidang Kasus Korupsi Rumdin Wako Padang Panjang, Audit BPK Penentu Kerugian Negara PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pakar hukum pidana  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Prof. Muzakir mengatakan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menentukan pihak-pihak yang dimintai pertanggungja.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM