Banjir di Padang Diduga Karena Gurun Kudu Ditutup


Kamis, 15 November 2018 - 09:36:02 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Banjir di Padang Diduga Karena Gurun Kudu Ditutup Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar segera menindaklanjuti soal penutupan Daerah Aliran Sungai (DAS) Gurun Kudu, Padang yang diduga sebagai salah satu penyebab meluapnya aliran Sungai Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan Padang. Aliran Gurun Kudu ditutup sejak tahun 2000 lalu.

Kepala DLH Provinsi Sumbar Siti Aisyah mengaku sudah mengetahui kalau Sungai Gurun Kudu yang berada bersebelahan dengan Sungai Baringin ditutup. Namun Siti tak menyebutkan sejak kapan aliran ke sungai tersebut ditutup.

"Kami akan menindaklanjutinya. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar rapat dengan Pengelola Sumber Daya Air Mineral (PSDA) dan dinas terkait. Kondisinya sudah dicek peta. Kondisinya juga sudah dicermati. Tapi belum bisa disampaikan putusannya, karena ini harus dirapatkan dulu dengan pihak terkait," ujarnya.

Sebelumnya, dua warga, yakni Lamsuit, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Beringin, Lubuk Kilangan Padang, dan Syaiful One, petani di Gurun Kudu, Koto Lalang, berharap agar aliran sungai ke Gurun Kudu itu dibuka kembali. Harapan itu mereka sampaikan, agar jika terjadi hujan lebat, debit air di Sungai Baringin tidak lagi meluap seperti yang terjadi pada Jumat lalu.

Sebab, ditutupnya aliran Sungai ke Gurun Kudu menjadi penyebab sungai Baringin meluap. Menurut warga, aliran sungai ke Gurun Kudu itu ditutup awal 2000-an. Penutupan itu dilakukan saat itu pasca proyek irigasi Kapalo Banda Tarantang, aliran dari Sungai Beringin debitnya terlalu sedikit. Agar airnya lebih tinggi, maka aliran ke Sungai Gurun Kudu ditutup.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Padang Edi Hasymi sebelumnya juga mengaku akan mengecek ke lokasi. "Dalam waktu dekat akan saya cek. Inikan laporan dari masyarakat yang masuk, termasuk informasi dari kawan-kawan media," ujarnya.

Sementara itu, peneliti Manajemen Daerah Aliran Sungai (DAS), Banjir dan Longsor, Prof Isril Berd menyayangkan adanya penutupan aliran Sungai Beringin yang mengalir ke Gurun Kudu, Koto Lalang, Padang. Guru besar Fakultas Pertanian Unand itu menegaskan DAS tidak boleh tertutup, karena secara alami DAS tersebut berfungsi sebagai drainase alam.

"Kita sayangkan penutupan itu. Kalau DAS ditutup, tentu airnya mengalir ke tempat lain, dan bisa menyebabkan terjadinya banjir," kata Prof.Isril Berd awal pekan ini.

Seperti diketahui, pada 2 November lalu, curah hujan yang tinggi telah mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kota Padang. Di kawasan Beringin, banjir menghancurkan proyek jembatan senilai Rp 8 miliar lebih yang tengah dibangun, dan satu jembatan gantung senilai Rp400 juta. (h/ben)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:54:08 WIB

    Atasi Banjir dan Kekeringan, Padang Berencana Bangun 20 Embung

    Atasi Banjir dan Kekeringan, Padang Berencana Bangun 20 Embung PADANG, HARIANHALUAN.COM—Guna mengantisipasi potensi buruk bencana banjir dan kekeringan, Pemko Padang berencana membangun 20 kolam penampung air atau embung, yang nantinya juga akan dimanfaatkan oleh sektor kepariwisataan .
  • Jumat, 22 September 2017 - 10:21:44 WIB

    Senator Nofi Candra Kembali Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Solsel

    Senator Nofi Candra Kembali Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Solsel SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM—Bencana banjir bandang yang melanda nagari Pakan Rabaa Tengah kec. KPGD Solok Selatan, Kamis (14/9) lalu telah seminggu berlalu. Musibah yang menyebabkan lebih dari 1000 jiwa atau sebanyak 3.
  • Sabtu, 16 September 2017 - 19:09:35 WIB

    Andre Rosiade: Soal Anggaran Banjir, Mahyeldi Kreatif dong!

    Andre Rosiade: Soal Anggaran Banjir, Mahyeldi Kreatif dong! Kuncinya, terpenting, niat dalam membangun itu lurus. Tidak melenceng ke tujuan lain. Seperti tujuan pencitraan semata, hanya ingin sekadar show, atau biar dianggap merakyat. Kalau ingin membangun, ya bangun. Jangan pula menu.
  • Sabtu, 09 September 2017 - 20:13:38 WIB

    Ketua PP Instruksikan Anggotanya Bantu Korban Banjir

    Ketua PP Instruksikan Anggotanya Bantu Korban Banjir PADANG, HALUAN--Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Padang sejak Sabtu (9/9) siang membuat semua pihak, termasuk masyarakat, saling memberikan informasi melalui media sosial. Foto-foto dan informasi banjir berseliwaran di.
  • Sabtu, 09 September 2017 - 19:48:45 WIB

    Hampir Seluruh Wilayah Padang Terendam Banjir

    Hampir Seluruh Wilayah Padang Terendam Banjir PADANG,HALUAN--Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Edi Hasymi menyebut banjir setinggi 30 centimeter hingga satu meter melanda hampir di semua kawasan di daerah Kota Padang. “Ketinggian bervariasi.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM