PROSESI JENAZAH KORBAN LION AIR JT 610

Doa Menguar di Pemakaman Tami Julian


Senin, 19 November 2018 - 10:14:38 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Doa Menguar di Pemakaman Tami Julian  BERPULANG--Peti jenazah berisi Tami Julian (alm), korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 akhir oktober lalu, sesaat setelah sampai di Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu (17/11). IRHAM

Oleh : Dadang Esmana/Puspita Indah Cahyani

Jalan lintas Payakumbuh-Lintau, mendadak ramai sepanjang Sabtu (17/11) lalu. Di Jorong Aia Randah, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, karangan bunga dari berbagai perusahaan, lembaga pemerintahan dan perorangan, berjejeran rapi di tepi jalan, sebagai penanda ucapan belasungkawa atas berpulangnya Tami Julian (alm), salah seorang korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 di perairan Laut Karawang akhir Oktober lalu.

Sekitar pukul 15.10 WIB, raungan sirine mobil terdengar mengiringi ambulans yang melaju kencang dari arah Payakumbuh menuju rumah toko (ruko) bercat putih di pinggir jalan Jorong Aia Randah. Ruko itu milik keluarga almarhum, tempat di mana ratusan warga telah menunggu kedatangan sejak pagi.

Beberapa detik kemudian, mobil ambulans putih bernomor polisi BA 1685 QV itu memasuki halaman ruko dan terus ke satu rumah yang berada di belakang ruko. Ratusan orang pun seolah tak sabar menyambut jenazah diturunkan.

Mobil berhenti dan pintu belakang dibuka, isak tangis pun pecah seketika. Suasana yang awalnya terlihat tenang, berubah mengharukan. Saat peti jenazah diangkat dari mobil menuju kediaman orang tua almarhum, isak tangis saling sahut terdengar di mana-mana.

Sebelum dimakamkan, Jenazah Tami Julian disemayamkan di empat rumah. Pertama, di rumah tante korban. Sepuluh menit dari sana, peti jenazah digotong ke ruko tempat ambulans pertama kali melintas.

Di ruko tersebut, pihak keluarga menerima ucapa belasungkawa dari pihak Telkomsel, Lion Air, dan pemerintah daerah. 15 menit berselang, jenazah digotong ke rumah bapak almarhum, sekitar 20 meter dari ruko tersebut.

Di rumah kelahiran bapaknya, jenazah Tami didoakan bersama oleh keluarga. Selang 5 menit kemudian, jenazah dibawa ke rumah orang tua dari ibu Tami, 200 meter dari rumah sebelumnya.

Ratusan pelayat turut mengiringi jenazah Tami dari rumah ke rumah. Jenazah kemudian dibawa menuju salah satu masjid tak jauh dari kawasan tersebut sekitar pukul 16.05 WIB untuk disalatkan. Selain keluarga, tampak ikut menyalatkan, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan; Sekdakab Limapuluh Kota, Erwin Tanjung; Vice Presiden Sales and Marketing Telkomsel Area Sumatera, dan Airport Manager Lion Air Grup BIM, serta kerabat dan rekan almarhum.

Usai disalatkan, pada 16.15 WIB jenazah diantar ke tempat peristirahatan terakhir sekitar 300 meter dari lokasi masjid. Makam almarhum bersebelahan dengan makam neneknya yang telah berpulang tiga tahun sebelumnya.

Langit gelap saat peti jenazah menuju liang lahat. Isak tangis terdengar dari keluarga dan rekan-rekan korban. Gerimis kecil perlahan turun seiring dilepaskannya tali penahan peti jenazah. Pukul 17.00 WIB pemakaman korban di antara kebun kakau itu selesai berlangsung.

Semasa hidup, Tami Julian besar dan menempuh pendidikan di Provinsi Bengkulu. Pria kelahiran 1993 itu tinggal bersama orang tua dan adiknya hingga tamat SMA. Tami adalah lulusan Universitas Andalas. “Kami atas nama keluarga mengikhlaskan kepergian Tami,” kata Robby Irar Muchsis, sepupu korban.

Sementara itu Erwin Tanjung, Vice Presiden Sales and Marketing Telkomsel Area Sumatera mengatakan, Tami merupakan anak baik, cerdas, dan kreatif. Tami mulai berkarir di Telkomsel sejak Mei 2017 lalu.

“Tami masuk Bulan Mei dengan status karyawan magang. Enam bulan kemudian, persisnya 1 November 2017, Tami resmi diangkat sebagai karyawan Tekomsel. Kami merasa sangat kehilangan karyawan seperti Tami, sosok anak muda yang kreatif dan inovatif,” ucap Erwin Tanjung.

Telkomsel, katanya lagi, akan segera melaksanakan kewajiban perusahaan terhadap ahli waris Tami, sebab almarhum mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas dari kantor. “Hak Tami sudah kami bicarakan dengan pihak keluarga sebagai penghargaan terhadap korban,” katanya lagi.

Dari pihak Lion Air, Eko Pujianto selaku Airport Manager Lion Air Grup SIM mengatakan, selama proses pemulangan jenazah, seluruh proses sejak pencarian hingga pemulangan jenazah ke rumah duka telah dilakukan sepenuhnya oleh pihak Lion Air. “Jenazah kami pulangkan dengan Batik Air, sesuai permintaan keluarga,” kata Eko.

Terkait santunan, asuransi, dan uang duka sebagai bentuk tanggung jawab dari Lion Air kepada almarhum. Eko menjelaskan bahwa seluruh prosedur terhadap hak korban merupakan tanggung jawab Lion Air, dan sudah diambil alih oleh kantor pusat di Jakarta.

“Kalau tahap awal, seperti pemulangan korban Fauza Azima memang ada uang duka yang diberikan. Tetapi untuk saat ini, seluruh hak korban melalui kantor pusat. Kami di regional hanya melayani keluarga korban sesuai intruksi kantor pusat,” ucapnya lagi.

Secara terpisah, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menyatakan turut berduka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. “Ini adalah duka bersama. Duka Kabupaten Limapuluh Kota. Mudah-mudahan, Tami diterima di sisi Allah,” ucap Ferizal.

Sebelumnya kepada wartawan di BIM, salah seorang anggota keluarga almarhum, Hengki Bocana, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak dan media yang telah membantu  dalam menyampaikan perkembangan pencarian Tami.

“Dari keseharian dengan teman-temannya bisa dilihat, Tami orangnya tidak neko-neko, orangnya baik,” ucapnya.

Saat menyambut jenazah di BIM, tampak hadir salah seorang dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unand, Elva Rona, yang cukup dekat dengan Tami. Di mata Elva, Tami merupakan sosok mahasiswa yang baik semasa kuliah, yang sering terlibat dalam ragam penelitian di bawah arahan Elva.

“Tami bilang dia bangga mengenal saya dan sudah dianggap seperti ibunya, atau kadang saya dianggap kakaknya. Dia pun sudah seperti adik bagi saya. Saya sangat kehilangan karena almarhum sangat baik, sangat baik. Dia pernah janji jika cuti akan ke Padang dan mentraktir saya,” ucap Elva mengenang. (*)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 30 Juli 2018 - 00:25:13 WIB
    Mendekatkan Telinga ke Bibir Masyarakat

    Doa Orang-orang Bertapak Kasek untuk Zul Evi Astar

    Doa Orang-orang Bertapak Kasek untuk Zul Evi Astar Kecamatan Tigo Lurah memang butuh sentuhan khusus. Terutama nagari-nagari terluar seperti Garabak Data. Hingga saat ini, akses jalan masih belum bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat, tak semuanya terjamah penerangan list.
  • Kamis, 19 Juli 2018 - 15:55:18 WIB

    Percikan Air Ureh dan Lantunan Doa di Sawah Solok

    Percikan Air Ureh dan Lantunan Doa di Sawah Solok Ketika cara-cara ilmiah sudah tak cukup mampu mengatasi serangan hama. Petani sawah solok melantunkan doa-doa, dalam ritual doa tolak bala. Penerapan kearifan lokal inipun ternyata tak mudah, karena  dianggap sebagian ora.
  • Jumat, 02 Februari 2018 - 09:41:43 WIB

    Doa-doa untuk Kapolda dan Ketua DPRD Sumbar

    Doa-doa untuk Kapolda dan Ketua DPRD Sumbar Di luar lobi hotel, seratusan karyawan Basko Hotel dan Basko Grand Mall berdesakan menunggu Kapolda dan Ketua DPRD Sumbar keluar. Sejak pagi mereka sudah berkumpul, untuk mendengarkan keputusan lanjutan dari sejumlah negosias.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM