76 Kasus di Kota Pariaman, Kasus Demam Berdarah Masih Tinggi


Kamis, 22 November 2018 - 14:27:51 WIB
Reporter : Tim Redaksi
76 Kasus di Kota Pariaman, Kasus Demam Berdarah Masih Tinggi Ilustrasi (haluan)

PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM – Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Pariaman dipenghujung tahun 2018 ini terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pariaman, kasus DBD di akhir bulan Oktober saja tercatat sebanyak 76 kasus. Jumlah ini lebih tinggi 5 kasus dibandingkan t ahun 2017 lalu yakni 71 kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rio Arisandi menjawab Haluan Rabu (21/11) menyebut, tingginya kasus DBD di Kota Pariaman ini salah satunya dipicu faktor cuaca dan kebersihan lingkungan.

“Pada tahun 2017 lalu angka kasus DBD di Kota Pariaman hanya tercatat 71 kasus per bulan Oktober. Angka ini mengalami peningkatan di tahun 2018 ini yakni menjadi 76 kasus DBD,” sebut Rio Arisandi kepada Haluan.

Dengan kondisi cuaca penghujan seperti saat ini, Rio memprediksi potensi terjadinya kasus DBD akan terus ada. ”Tapi mudahan tidak terus bertambah, tetapi semakin turun,” tegasnya.

Sekitar 76 kasus dalam kurun waktu 2018 dianggap cukup tinggi. Untuk penangananya, Dikes aktif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Yang paling utama Dikes melakukan fogging (pengasapan) di semua lingkungan. ”Kalau ada hujan atau angin fogging tidak bisa dilakukan,” tegasnya.

Kebersihan lingkungan dan pengurasan dan pemusnahan sarang nyamuk DBD, lanjut Rio, masih perlu menjadi perhatian serius dari semua pihak.

Selain itu, masih ada rumah masyarakat yang merasa keberatan untuk di fogging. Cuma dengan pemberantasan sarang nyamuk atau menjaga kebersihan lingkungan dan fogging dapat meminimalisir kejadian DBD, kata Rio.

Dari kasus yang berjumlah 71 di tahun 2017 tersebut, lanjut Rio, warga yangterserang penyakit bisa dinyatakan sembuh total. Pasalnya. Warga yang terserang DBD langsung mendapatkan perawatan khusus hingga sembuh setelah berobat.

"Dari kasus yang sudah-sudah tidak ada korban jiwa," kata Rio.

Kasus DBD ini, lanjutnya di Kecamatan Pariaman Tengah terbilang masih tinggi yakni 23 kasus, diikuti Kecamatan Pariaman Selatan 21 kasus, Kecamatan Pariaman Timur 19 Kasus sedang Kecamatan Pariaman Utara hanya ada 10 kasus.
Kendati demikian, Rio berharap warga senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan memusnahkan sarang nyamuk dengan cara menguras bak mandi secara priodik, menguburkan kaleng atau wadah tak berguna yang diperkirakan bisa menjadi sarang nyamuk DBD. (h/tri)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM