1.200 HA Sawah Kekeringan, Irigasi Koto Tuo Butuh Perbaikan Mendesak


Jumat, 23 November 2018 - 13:21:13 WIB
Reporter : Tim Redaksi
1.200 HA Sawah Kekeringan, Irigasi Koto Tuo Butuh Perbaikan Mendesak Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sekitar 1.200 hektare sawah di Kota Padang masih terdampak kekeringan. Hal ini disebabkan belum diperbaikinya Irigasi Koto Tuo yang rusak akibat banjir bandang tahun 2016 lalu.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar, Taufik Hidayat mengatakan, irigasi Koto Tuo sangat dibutuhkan oleh petani untuk mengalirkan air ke sawah mereka. Pascarusaknya irigasi ini, katanya, mata pencaharian masyarakat juga terganggu disebabkan lahan mereka tak lagi bisa diolah karena kering.

"Kami mendesak pihak BWS Sumatera V segera merampungkan perbaikan Irigasi ini. Sebab dari peninjauan Komisi IV ke lokasi masih tidak keliatan aktifitas pengerjaan irigasi," ujar Taufik usai meninjau Irigasi Koto Tuo bersama rombongan Komisi IV DPRD Sumbar, ke Batang Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (20/11).

Dewan dari daerah pemilihan (dapil) Kota Padang itu menambahkan, pihaknya sudah berkali kali mendesak BWS Sumatera V untuk merampungkan perbaikan Irigasi Koto Tuo, sayangnya sampai akhir tahun 2018 sekarang, itu masih belum berjalan.

Dari pertemuan Komisi IV dengan BWS sebelum turun ke lapangan, dipaparkan, pada program kegiatan tahun 2019, sebanyak Rp1,2 triliun akan dikucurkan untuk kegiatan normalisasi sungai serta perbaikan Irigasi di Sumbar. Ia meminta anggaran tersebut juga diproritaskan untuk perbaikan irigasi Koto Tuo.

Dihubungi terpisah, Kepala BWS Sumatera V, Maryadi Utama, mengatakan, untuk irigasi Koto Tuo itu bukan kewenangan dari BWS Sumatera V. Perbaiakan irigasi Koto Tuo itu berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang.

“Kalau itu bukan berada pada kami, itu kewengan Bapak Fatriarman (Kepala PU, red),” katanya kepada Haluan Kamis (23/11) di Padang.

Sebelumnya, awal tahun 2018 lalu, ratusan petani Kota Padang juga telah menggelar unjuk rasa ke Balai Kota Padang, Kamis (22/2). Aksi itu dipicu tak kunjung diperbaikinya Bendungan Koto Tuo sejak tahun 2016 yang lalu. Ketua LPM Kelurahan Koto Pulai Joni Torang Hasibuan mengatakan, akibat jebolnya bendungan Koto Tuo ada enam kelurahan yang terdampak yakni Bungo Pasang, Batang Tabung Ganting, KPIK, Koto Pulai, Balai Gadang, dan Batipuah Panjang.

Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) Fadly. Disebutkannya, selain 1200 hektare sawah petani terancam kekeringan, sebanyak 465 kolam ikan budidaya masyarakat pun ikut mengalami kekeringan. (h/len/isr)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 26 Juni 2016 - 15:42:48 WIB
    BKOW Sumbar Peduli dan Berbagi

    1.200 Paket Subsidi untuk Warga Miskin

    1.200 Paket Subsidi untuk Warga Miskin PADANG, HALUAN—Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Sumbar sangat memahami kesulitan masyarakat terutama kalangan tak mampu saat menghadapi Lebaran. Apalagi mereka yang bermukim di kawasan pantai, karena belum lama ini.
  • Jumat, 18 Maret 2016 - 03:50:06 WIB

    Bank Nagari Bagikan 1.200 Paket Beras

    Bank Nagari Bagikan 1.200 Paket Beras PADANG, HALUAN — Da­lam rangka HUT Bank Nagari yang ke-54 tahun, Kamis (17/3) dibagikan 1.200 paket beras kepada masyarakat di ling­kungan bank pelat merah itu..
  • Kamis, 09 Juli 2015 - 19:56:20 WIB

    1.200 Personil Amankan Lebaran di Sumbar

    PADANG, HALUAN — Dua pertiga kekuatan Polri di Sumbar, plus instansi terkait seperti TNI, Dishub d.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM