Keluarga Korban Lion Air Diajak Gugat Boeing Ramai-ramai


Jumat, 23 November 2018 - 16:30:27 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Keluarga Korban Lion Air Diajak Gugat Boeing Ramai-ramai

PADANG, HALUAN – Keluarga korban insiden kecelakaan pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan  JT610 telah mengajukan gugatan hukum terhadap Perusahaan Boeing di Chicago, pada 16 November 2018. Selain gugatan pertama, keluarga korban juga sedang meminta ganti rugi yang berjumlah ratusan juta dolar.

Manuel von Ribbeck yang berasal dari kantor hukum Ribbeck Law Chartered menyatakan bahwa pihaknya mengharapkan banyak tuntutan yang diajukan atas nama keluarga korban dalam beberapa hari ke depan.

“Tidak ada alasan untuk menunggu laporan akhir dari investigasi karena bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, laporan akhir tidak akan menetapkan kewajiban; keputusan siapa yang bersalah dalam kecelakaan ini akan ditentukan oleh hakim atau juri di Amerika,” kata Von Ribbeck melalu keterangan resminya, Kamis (22/11/2018).

Von Ribbeck, yang memiliki catatan signifikan mewakili keluarga korban penerbangan global termasuk beberapa keluarga dalam kecelakaan penerbangan sebelumnya di Indonesia, menuding bahwa pesawat Boeing MAX 8 dan Manual Penerbangan Pesawatnya rusak dan berbahaya, dan itulah penyebab langsung kecelakaan itu.

“Lion Air hanyalah salah satu dari beberapa maskapai yang telah membeli Boeing MAX 8 yang relatif baru.” tambahnya.

Disisi lain, Deon Botha yang juga berasal dari Ribbeck Law Chartered menyatakan bahwa pada tanggal 7 November 2018, Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan Pedoman Kelayakan Darurat baru pada Boeing 737 MAX yang diarahkan pada apa yang ditetapkan sebagai “kondisi tidak aman” yang mungkin ada atau berkembang di pesawat Boeing 737 MAX lainnya.

“Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang baru itu dirancang dan diproduksi di Amerika Serikat.” katanya.

Penyelidik telah fokus pada sistem kontrol penerbangan otomatis baru pada Boeing 737 MAX yang tidak termasuk dalam versi 737 sebelumnya. Sistem kontrol penerbangan baru ini memiliki kemampuan yang bisa memperbaiki situasi di mana hidung pesawat yang meninggi ke level berbahaya selama penerbangan yang bisa mengarah ke gagal mesin.

Tetapi, dalam kondisi yang dialami Boeing 737 MAX 8 sistem mendorong hidung pesawat turun secara tidak terduga dan tidak dapat dikendalikan oleh awak pesawat. Kecuali jika sebelumnya awak pesawat benar-benar diinstruksikan dan dilatih untuk menghadapi situasi seperti itu, mengubah sistem secara manual untuk menghindari kecelakaan.

Fitur otomatis ini dapat dipicu bahkan ketika pilot sedang menerbangkan pesawat secara manual dan tidak mengharapkan campur tangan komputer kontrol penerbangan.

Menurut laporan di Wall Street Journal, New York Times, dan publikasi lainnya, Boeing menahan informasi tentang potensi bahaya yang terkait dengan sistem kontrol penerbangan baru ini. Regulator penerbangan A.S. telah meluncurkan tinjauan prioritas tinggi terhadap analisis keselamatan yang dilakukan Boeing selama bertahun-tahun dan informasi apa yang diungkapkan atau tidak diungkapkan kepada maskapai penerbangan tentang sistem kontrol penerbangan baru ini.

Ribbeck Law Chartered adalah firma hukum litigasi global yang berkonsentrasi pada bencana penerbangan di seluruh dunia. Perusahaan ini telah mewakili klien lebih dari 73 negara dan 47 kecelakaan pesawat penerbangan komersial. Ribbeck Law Chartered adalah salah satu dari sedikit firma hukum penerbangan dengan staf yang berpengalaman di banyak negara di seluruh dunia. (rilis)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 19 November 2018 - 12:51:14 WIB

    705 Tenda Keluarga Didirikan untuk Korban Gempa di Sulawesi Tengah

    705 Tenda Keluarga Didirikan untuk Korban Gempa di Sulawesi Tengah SULTENG, HARIANHALUAN.COM--Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI) bekerjasama dengan Badan Pengungsi PBB,UNHCR, telah mendirikan tenda keluarga untuk masyarakat yang terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Dua Ka.
  • Selasa, 11 Oktober 2016 - 01:46:02 WIB

    Jokowi: Indonesia Maju jika Keluarga Sejahtera

    Jokowi: Indonesia Maju jika Keluarga Sejahtera YOGYAKARTA, HALUAN — Pemerintah terus berupaya untuk merevitalisasi program Keluarga Berencana (KB) agar keluarga sejahtera terbangun. Karena itu, dalam kunjungan kerjanya ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/10), Presi.
  • Rabu, 20 Juli 2016 - 02:50:04 WIB

    Keluarga Korban Vaksin Palsu Mengadu ke DPR

    JAKARTA, HALUAN — Aliansi orang tua korban vaksin palsu RS Harapan Bunda dan RS Mutiara Bunda mengadu ke DPR, Selasa (19/7). Mereka diterima Ketua DPR RI Ade Komarudin didampingi Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Fahri Hamzah.
  • Ahad, 29 Mei 2016 - 22:39:20 WIB

    Himpunan Keluarga Batipuh Segera Miliki Sekreatriat

    Himpunan Keluarga Batipuh Segera Miliki Sekreatriat JAKARTA, HALUAN -- Himpunan Keluarga Batipuh (HKB) yang lahir di Jakarta sejak tahun 1967 dinilai masih stagnansi. Hingga kini belum memiliki sekretariat dan masih terkesan berkutat sekadar untuk halalbihalal saja..
  • Kamis, 24 Maret 2016 - 04:02:12 WIB

    Keluarga Korban Heli Jatuh Terima Santunan

    JAKARTA, HALUAN — Asu­ransi Sosial Angkatan Ber­senjata Republik Indonesia (ASABRI) Persero mem­beri­kan santunan kepada 13 korban anggota TNI AD yang me­ninggal dalam kecelakaan heli­kopter milik TNI AD di per­kebun.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM