Dua Puskesmas di Sawahlunto Berakreditasi Utama


Jumat, 23 November 2018 - 21:19:46 WIB
Dua Puskesmas di Sawahlunto Berakreditasi Utama Puskesmas Kolok meraih Akreditasi Utama. (Foto Nto)

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM--Dua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Sawahlunto ditetapkan berakreditasi Utama. Penetapan akreditasi itu, berdasarkan hasil penilaian tim independen dalam rapat kelulusan Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan RI.

Kedua pusat pelayanan kesehatan itu, Puskesmas Kolok dan Puskesmas Sungai Durian, keduanya jug berada di Kecamatan Barangin ‘Kota Arang’. Dengan demikian, lima dari enam Puskesmas di Sawahlunto telah berakreditasi Utama.

Baca Juga : Ada Sekitar 93 Unit IPPKH Aktif di Kalimantan Selatan

“Hasil penilaian tim independen memberikan akreditas utama, menandakan mutu pelayanan, sarana prasarana dan manajemen serta pelayanan yang diberikan Puskesmas sangat baik,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Sawahlunto, Yasril kepada Haluan, Jumat (23/11).

Lulusan sarjana kesehatan masyarakat Universitas Andalas 1992 itu mengaku sangat bersyukur, sebab hanya di Sawahlunto terdapat 5 Puskesmas yang memiliki Akreditasi Utama. Sebab, rata-rata di kabupaten dan kota lainnya hanya satu saja.

Baca Juga : Lagi, Rafflesia Tuan-Mudae Mekar Sempurna di Cagar Alam Maninjau

Kebahagiaan bapak lima anak kelahiran 22 Desember 1962 itu, memang luar biasa. Karena, untuk ukuran pulau Sumatera, Puskesmas dengan Akreditasi Paripurna sebagai akreditasi tertinggi hanya satu, yakni di Kota Palembang Sumatera Selatan. Sisanya, masing-masing satu Puskesmas berakreditasi utama.

Sawahlunto memiliki enam Puskesmas, yakni Puskesmas Lunto, Puskesmas Kampung Teleng, Puskesmas Talawi, Puskesmas Silungkang, Puskesmas Kolok, dan Puskesmas Sungai Durian.

Baca Juga : DLH Tanam Ribuan Bibit Produktif di 19 Taman Kota Padang

Puskesmas Silungkang dan Talawi sudah mendapatkan akreditasi utama semenjak 2016 lalu. Sementara Puskesmas Kampung Teleng memperoleh akreditasi utama dan Puskesmas Lunto dengan akreditasi madya di 2017.

“Tahun ini, Puskesmas Kolok dan Sungai Durian meraih akreditasi utama. Tahun depan, Puskesmas Silungkang dan Talawi akan menjalani reakreditasi, mudah-mudahan bisa meraih akreditasi tertinggi paripurna,” pungkasnya.(h/Nto)

Baca Juga : Terumbu Karang Rusak, Nelayan di Tiku Mengeluh

 

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 19:50:43 WIB

    Ada Sekitar 93 Unit IPPKH Aktif di Kalimantan Selatan

    Ada Sekitar 93 Unit IPPKH Aktif di Kalimantan Selatan Secara umum, luas total kawasan hutan di Provinsi Kalsel kurang lebih 1.664.000 Ha, dimana seluas kurang lebih 950.800 Ha merupakan kawasan hutan lindung dan produksi..
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 22:43:48 WIB

    Lagi, Rafflesia Tuan-Mudae Mekar Sempurna di Cagar Alam Maninjau

    Lagi, Rafflesia Tuan-Mudae Mekar Sempurna di Cagar Alam Maninjau Satu individu bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Tuan-Mudae mekar sempurna di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Rabu (20/1/2021) kemarin. .
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 18:15:59 WIB

    DLH Tanam Ribuan Bibit Produktif di 19 Taman Kota Padang

    DLH Tanam Ribuan Bibit Produktif di 19 Taman Kota Padang Dalam rangka untuk memanfaatkan ruang terbuka hijau bernilai ekonomis, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengupayakan bibit tanaman produktif di Kota Padang..
  • Ahad, 17 Januari 2021 - 23:17:49 WIB

    Terumbu Karang Rusak, Nelayan di Tiku Mengeluh

    Terumbu Karang Rusak, Nelayan di Tiku Mengeluh Sejumlah nelayan di Tiku, Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam mengeluh banyaknya terumbu karang yang rusak. Akibatnya, hasil tangkapan mereka mengalami penurunan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten, Agam Ar.
  • Ahad, 17 Januari 2021 - 18:29:32 WIB

    Pembersihan Sampah Pantai Padang Terkendala Alat Berat

    Pembersihan Sampah Pantai Padang Terkendala Alat Berat Tumpukan sampah yang belum tertangani hingga saat ini diduga lantaran keterbatasan peralatan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menyebut penanganan sampak di Kota Padang mesti menggunakan alat berat dari Dinas Pekerjaa.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]