Kabupaten Limapuh Kota 'Diserbu' Penambang Cina


Selasa, 27 November 2018 - 11:28:57 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kabupaten Limapuh Kota 'Diserbu' Penambang Cina Salah satu lokasi yang diduga tambang di Manggani di Nagari  Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. IST

Tambang emas Manggani dipercaya menyimpan berton-ton emas dan mangan. Keberadaannya sudah diketahui sejak dulu, bahkan pernah dikelola secara bergantian oleh oleh perusahaan asal Jerman, Belanda dan Amerika di masa pemerintahan Hindia Belanda.

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Tambang emas Manggani di Nagari  Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota kembali diperbincangkan. Tapi bukan tentang berapa ton kandungan emas di perbukitan itu, melainkan dikarenakan informasi banyaknya penambang emas asal Cina yang tiba-tiba datang, dan melakukan penambangan. Para pekerja ilegal itu ironisnya tak pandai berbahasa Indonesia.

Tambang emas Manggani dipercaya menyimpan berton-ton emas dan mangan. Keberadaannya sudah diketahui sejak dulu, bahkan pernah dikelola secara bergantian oleh oleh perusahaan asal Jerman, Belanda dan Amerika di masa pemerintahan Hindia Belanda. Saking menjanjikannya, jalur kereta api sengaja dibuat khusus ke Suliki, dari Teluk Bayur untuk mengangkut hasil tambang Manggani kala itu.

Kabar adanya penambang asal Cina di Manggani disampaikan Kepala  Jorong Pua Data, Nagari Koto Tinggi, Iswandi. Dijelaskan Iswandi, sepengetahuannya, ada sembilan warga asing yang datang ke lokasi tambang emas Manggani, Koto Tinggi. “Memang ada penambang asing datang ke sini dan melakukan kegiatan,” terang Iswandi, Senin (26/11).

Lokasi yang didatangi warga asing tersebut, ucapnya, sangat jauh. Berada di dalam hutan, sekitar 14 kilometer dari pemukiman. Untuk sampai ke sana, harus memakai kendaraan roda empat. “Mereka datang menumpangi satu unit mobil double gardan. Sesampai di Koto Tinggi, mereka menyewa ojek untuk ke lokasi tambang emas,” lanjut Iswandi lagi.

Dikatakan Iswandi, rombongan warga asing tersebut seperti pekerja. Memakai sepatu bot dan menyandang tas ransel. Awal kedatangan warga asing itu, kata kepala Jorong Pua Data, mereka dipandu oleh salah seorang yang perawakannya seperti orang Indonesia kebanyakan. Kemudian, warga asing tersebut ditinggalkan di tengah hutan kawasan tambang emas Manggani. “Ada pemandunya. Awal-awal pemandu itu yang menunjukkan jalan dan untuk berkomunikasi dengan warga. Katanya ingin melihat tambang emas Manggani. Beberapa hari kemudian, pemandu sudah jarang terlihat,” ucapnya lagi.

Warga asing itu, katanya, sering bolak-balik ke dalam kawasan tambang, setidaknya ada satu kali dalam tiga  hari. Mereka juga sempat bermalam di kawasan tambang emas. “Mereka sempat bermalam. Sekitar 10 hari mereka di dalam hutan dan tidak keluar-keluar. Mereka mempersiapkan  tenda untuk menginap di kawasan tambang,” papar Iswandi lagi.

Menurut Iswandi, selama rombongan keluar dari hutan,  warga asing tersebut menginap kawasan Bukittinggi dan keesokan harinya kembali lagi ke dalam hutan. Warga sempat resah dengan kehadiran mereka. Keresahan warga membuat penambang asal Cina itu tidak kerasan dan meninggalkan lokasi. “Mereka sudah disuruh pulang, keluar dari kampung pada 14 November lalu. Sekarang tidak kembali lagi,” kata Kepala Jorong Pua Data.

Iswandi mengakui kalau kawasan tambang emas Manggani  sampai saat ini masih beroperasi. Ada sekitar 40 warga Koto Tinggi yang mengeruk emas kawasan di hutan lindung tersebut. “Sekarang hanya tambang kecil. Ada 40 orang di sana yang tiap hari melakukan tambang. Hasilnya tidak terlalu banyak. Ya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Iswandi.

Beberapa warga yang dikonfirmasi Haluan membenarkan kalau perkampungan mereka dimasuki penambang asing. “Ya, memang ada orang Cina masuk ke kampung kami. Mereka banyak dan tidak mengerti bahasa Indonesia. Mereka cuma mengangguk saja kalau ditanya, kami juga mengangguk apa yang mereka sampaikan karena tak pula mengerti,” terang seorang warga Nagari Koto Tinggi yang enggan disebutkan namanya, Senin (26/11) malam. 

Katanya, rombongan warga asing tersebut pergi ke kawasan tambang emas Manggani yang ada di Jorong Pua Data sekitar akhir Oktober lalu. “Mengapa mereka di sana, kami tidak tahu dan tidak ada juga warga di sini yang membuntuti. Mereka berhari-hari di dalam hutan Jorong Pua Data,” ucapnya lagi.

Tambang Tua

Peneliti Manggani, Nalfira yang kini menjabat sebagai Sekretaris Bappeda Payakumbuh dalam situs pribadinya, parintangrintang.wordpress.com mengulas banyak hal tentang Manggani. Tambang emas Manggani, dari sejumlah literatur disebut sebagai tambang emas tua di Sumatera. Pengelolaannya oleh pemerintah Hindia Belanda, jauh sebelum Indonesia merdeka. Tambang ini menjadi “rebutan” banyak perusahaan karena dianggap memiliki cadangan emas yang melimpah. Namun, hak pengelolaan akhirnya didapat West Sumatra Mijnen Syndicaat, perusahaan asal Rooterdam.

Eksplorasi oleh West Sumatra Mijnen Syndicaat dari tahun 1906-1911 merupakan pengembangan penambangan emas oleh rakyat yang sudah ada, jauh sebelum Belanda menguasai Sumbar pada awal abad ke-19. Barulah pada tahu 1911 penambangan dilakukan ole Mijnbouw Maatschappij (MM) Aequator atau Aequator Mining & Co, setelah membeli konsesinya dari West Sumatra Mijnen Syndicaat. Di tangan Semasa MM Aequator Manggani berkembang. Namun, eksplorasi yang dilakukan tidak lama. Sekitar tahun 1930-an, MM Aequator hengkang dari Manggani. Setelah itu ada perusahaan asal Amerika yang melakukan pengolahan emas, namun tidak lama dan mengalami kemunduran. Setelah itu Manggani ditinggalkan saja, dan terbengkalai. Sebab itu Nalfira menyebut Manggani sebagai kota tambang yang hilang.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota sempat mau menggarap tambang emas Manggani. Saat bertemu dengan anggota Komisi VII DPRD RI, April 2016 lalu, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyebut, Limapuluh Kota, termasuk Manggani memiliki cadangan bahan galian logam mulia sekitar 1,25 ton biji emas dan perak dengan kadar rata-rata 6 gram/ton dan 100 gram/ton perak. Namun pengelolaannya secara resmi terbentur izin lokasi.

Diketahui, sebagian lokasi yang dipercaya menyimpan emas berstatus hutan lindung. Terkait status lahan, dalam pertemuan, Dirjen Pemberdayaan Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Hilman Nugroho kala itu menyebutkan bisa saja dikelola dengan terlebih dahulu menempuh langkah-langkah. Lokasi tambang di hutan produksi bisa mendapatkan izin pinjam pakai, kalau di hutan lindung bisa dilakukan tambang di bawah tanah dan jika di hutan konservasi tidak boleh sama sekali. (h/ddg)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 16 November 2018 - 09:50:46 WIB

    Kabupaten Mentawai Minta UU Kepulauan

    Kabupaten Mentawai Minta UU Kepulauan MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM - Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet minta agar ada UU tentang Kabupaten Kepulauan. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPR dari Dapil Sumbar 1, Hermanto saat b.
  • Kamis, 01 November 2018 - 12:34:39 WIB

    Etape I TdS, Sejumlah Ruas Jalan di Kabupaten Sijunjung Bakal Ditutup

    Etape I TdS, Sejumlah Ruas Jalan di  Kabupaten Sijunjung Bakal Ditutup SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM-Sejumlah ruas jalan kabupaten, provinsi dan  nasional di Kabupaten Sijunjung bakal ditutup dan dialihkan pada pelaksanaan etape I Tour de Singkarak (TdS) 2018 yang dijadwalkan  4 November..
  • Ahad, 09 September 2018 - 17:23:04 WIB

    Semen Padang Kirim Bantuan Sembako ke Lokasi Banjir Bandang di Kabupaten Solok

    Semen Padang Kirim Bantuan Sembako ke Lokasi Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana banjir bandang yang melanda dua Nagari di Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumbar, pada Kamis (6/9/2018), PT Semen Padang langsung bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan s.
  • Selasa, 30 Januari 2018 - 18:14:01 WIB

    Kepala UPT Kabupaten Solok Tertangkap Pungli Uang Bawang

    Kepala UPT Kabupaten Solok Tertangkap Pungli Uang Bawang AROSUKA, HARIANHALUAN.COM –Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Pertanian Wilayah Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok tertangkap tangan oleh petugas Satreskrim Polres Solok, Jumat (26/1). Tersangka berinisial KM.
  • Senin, 01 Januari 2018 - 20:00:45 WIB

    Malam Tahun Baru, BNN Kabupaten Solok Ciduk 8 Orang Terindikasi Narkoba

    Malam Tahun Baru, BNN Kabupaten Solok Ciduk 8 Orang Terindikasi Narkoba AROSUKA, HARIANHALUAN.COM--Setidaknya sebanyak 8 orang  terindikasi positif  memakai narkoba berbagai berhasil diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Solok saat malam pergantian tahun, 1/1 (Senin) dini.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM