Penambang Asing yang Serbu Limapuluh Kota Diduga Punya Sponsor


Selasa, 27 November 2018 - 11:34:04 WIB
Penambang Asing yang Serbu Limapuluh Kota Diduga Punya Sponsor Ilustrasi (haluan)

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Kepala Kantor Imigrasi Agam Dani Cahyadi menduga para penambang asing yang datang ke Manggani, tidak datang atas kemauannya sendiri. Ada dugaan mereka disponsori oleh pihak tertentu. Pemberi sponsor inilah yang sedang ditelusuri Imigrasi.

ketika dikonfirmasi Haluan, Dani mengaku baru mengetahui informasi keberadaan orang asing di Manggani. Ia bersama dengan Wasdakim akan turun ke lapangan untuk mendalami informasi tersebut.

"Saya sudah tahu, tapi informasinya belum didalam," kata Dani.

Ia menjelaskan, kedatangan orang asing di sini pasti ada yang mensponsorinya. Oleh sebab itu, ia akan mencari siapa yang mensponsori kedatangan orang asing itu.

"Sampai saat ini, kami belum tahu siapa yang mensponsori kedatangan orang asing tersebut. Besok (hari ini-red) kami bersama Wasdakim akan meminta keterangan dan mendalaminya," ungkapnya.

Gonjang-ganjing soal orang asing ini juga menyita perhatian aparat keamanan. Pihak kepolisian segera turun tangan. Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis akan turun melakukan pemeriksaan. Sekarang pihaknya baru melakukan pemantauan terhadap aktifitas orang asing di Manggani.

"Ini yang sedang dicek, apakah benar mereka orang asing. Pihak kepolisian juga terus memantau apa kegiatan mereka dan apa yang mereka lakukan,"kata Kapolres.

Namun, informasi berbeda diberikan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan. Dijelaskan Ridwan, kabar selentingan tentang banyaknya penambang emas Cina melakukan aktivitas di Manggani sudah sampai ke telinganya. Bahkan Ferizal mengaku telah melakukan pengecekan ke sejumlah pemangku kepentingan di Kecamatan Gunuang Omeh. Mulai dari Babinsa, camat, hingga beberapa tokoh. Hasilnya, Ferizal menyimpulkan kalau kabar itu bohong. Tak ada aktivitas penambangan emas oleh pekerja Cina di Manggani.

“Itu kabar hoaks. Bohong. Saya sudah melakukan penelusuran informasi tersebut secara berlapis, nyatanya tidak ada penambangan emas Manggani yang dilakukan oleh pekerja asal Cina. Informasi yang beredar tidak akurat. Meski demikian, saya rencananya akan tetap turun ke Manggani dalam dua atau tiga hari ini untuk melakukan penelusuran. Agar infonya semakin jelas,” tutur Ferizal yang dihubungi Senin malam.

Dijelaskan Ferizal, kabar yang didapatkannya, bukan pekerja asal Cina yang datang, melainkan ada induak samang keturunan Cina yang mengunjungi Manggani dan berencana memodali masyarakat dalam menambang emas.

“Kabarnya begitu, induak samang yang lazim disebut bapak angkek datang ke Manggani dan berniat memodali masyarakat dalam proses penambangan,” jelas Ferizal.

Terkait aktivitas penambangan diakui Ferizal, dulu pemerintah setempat sempat mau melegalkan pengerukan emas di Manggani, namun terhalang kewenangan dan anggaran. Seperti diketahui, perizinan pertambangan emas sekarang bukan lagi ada di pemerintah kabupaten/kota, tapi berada di tangan pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten/kota hanya mengeluarkan rekomendasi saja.

“Dulu memang ada ancang-ancang ingin melegalkannya, namun terganjal aturan dan pembiayaan. Selain itu, lokasi pertambangan di hutan lindung, proses pengalihan lahannya cukup rumit dan harus diurus hingga ke pemerintah pusat serta memakan waktu yang lama,” ungkap Ferizal.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin sedang mencoba menelusuri kesahihan informasi penambang asing di Manggani.

“Saya akan memastikan dulu, apakah benar ada warga asing masuk ke lokasi tambang emas Manggani, Koto Tinggi tersebut. Sampai sekarang kita belum dapat informasi pasti soal itu," ucap Safaruddin singkat. (h/ddg/ril)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 27 November 2018 - 11:28:57 WIB

    Kabupaten Limapuh Kota 'Diserbu' Penambang Cina

    Kabupaten Limapuh Kota 'Diserbu' Penambang Cina LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Tambang emas Manggani di Nagari  Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota kembali diperbincangkan. Tapi bukan tentang berapa ton kandungan emas di perbukitan itu, mel.
  • Selasa, 03 Januari 2017 - 12:40:07 WIB

    Breaking News: Korban 'Niagara Padang' Ditemukan Penambang Pasir

    Breaking News: Korban 'Niagara Padang' Ditemukan Penambang Pasir PADANG, HALUAN -- Aldo (23) warga Kampung Jua, Kelurahan Batuang Taba, Kecamatan Lubuk Begalung yang dilaporkan hilang terseret arus di objek wisata dadakan, Chek Dam atau bendungan yang berada di Koto Pulai, Kecamatan Koto T.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM