Pemilih Disabilitas Keluhkan Sosialisasi KPU


Senin, 03 Desember 2018 - 14:09:43 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pemilih Disabilitas Keluhkan Sosialisasi KPU Ilustrasi (haluan)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kelompok disabilitas menilai minimnya sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat partisipasi pemilih disabilitas rendah. Sosialisasi yang diberikan kepada penyandang disabilitas juga diberikan secara umum (gabungan), sementara mereka memiliki keterbatasan yang berbeda-beda. Misalnya, tuna rungu (tidak bisa mendengar) yang kesulitan mendengar apa yang dijelaskan oleh pemateri.

"Kalau pemilih tuna rungu ini tidak membawa pendamping saat mengikuti sosialisasi, tentunya susah. Sementara yang dihadirkan hanya penerjemaah bagi pemilih tuna wicara (tidak bisa bicara)," ungkap Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumbar Arisman, Minggu (2/12).

Ia juga mencontohkan, ada salah satu kasus saat pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), pemilih tuna rungu sudah mendapatkan surat suara dan sudah datang ke TPS. "Saat petugas memanggil namanya, ia tidak bisa mendengar. Syukur-syukur kalau yang bersangkutan datang didampingi, kalau tidak, tentu sudah menunggu saja," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyayangkan perlakuan sejumlah petugas TPS yang kurang baik kepada pemilih disabilitas. "Kadang kami ditarik saja, seperti menyeret benda. Padahal kan bisa baik-baik, atau dengan komunikasi terlebih dahulu," sebutnya.

Ia berharap, KPU memberikan pembekalan khusus untuk petugas yang ada di TPS dalam memperlakukan pemilih disabilitas agar lebih memudahkan berkomunikasi dengan pemilih khusus ini. Bisa juga dengan menghadirkan pendamping yang paham, dan bisa berkomunikasi dengan pemilih disabilitas.

Kendala lainnya, ketersediaan alat bantu bagi pemilih disabilitas. Misalnya alat bantu templet, yang lebih mudah dikenali oleh pemilih disabilitas. Kalau sebelumnya hanya ada dua pemilih, misalnya pemilihan gubernur dan walikota saja. Tapi untuk pemilu 2019 ada empat pemilihan (pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Sumbar, dan DPRD kabupaten kota ), yang akan dilakukan secara serentak.

"Sosialisasi yang dilakukan hanya secara global, tidak ada pengelompokan jadi kurang sampai atau kurang efektif bagi kami karena sosialisasi tidak dikelompok-kelompokkan," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris PPDI Sumbar Ebnovrio Hanesty, ia berharap ada sossialisasi yang maksimal dari KPU yang dilakukan secara terpisah-pisah antara pemilih penyandang disabilitas karena memiliki keterbatasan berbeda.

"Kurangnya sosialisasi juga mengakibatkan banyak teman-teman yang enggan untuk datang ke TPS. Selain sosialisasi yang diberikan secara umum, mereka juga tidak begitu memahami seberapa pentingnya menggunakan hak pilih pada pemilu," ujarnya.

Rendahnya partisipasi pemilih disabilitas di PPDI menurutnya, karena kurang memahami pentingnya menggunakan hak suara dan kurangnya sosialisasi dari KPU. Misalnya saja, di TPS tempat ia memilih. Dari lima pemilih disabilitas, hanya dia sendiri yang berkemauan untuk datang ke TPS menggunakan hak suaranya.

"Di Sumbar jumlah yang aktif hanya 30 orang, hanya 2 persen yang berminat mengikuti sosialisasi. Sementara yang lain tidak, karena tidak paham dan mungkin juga tidak menarik bagi mereka karena sosialisasi secara gabungan," sebutnya kemudian.

Sementara itu, Anggota KPU Sumbar, Nova Indra mengatakan, KPU terus berusaha memberikan pelayanan dan hak bagi para pemilih disabilitas. Baik secara teknis, maupun pelayanan di TPS. Ia juga meminta patugas di PPS/TPS agar memberikan kemudahan bagi pemilih disabilitas, jika pemilih kesulitan untuk menjangkau kotak suara ia meminta petugas untuk menurunkan kotak suara.

"Kpu berusaha memberikan fasilitas yang mudah nyaman dan lancar bagi pemilih khususnya disabilitas. Tentunya hal ini akan menjadi catatan bagi kami untuk diperbaiki khususnya bagi petugas lapangan," pungkasnya. (h/rin)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 07 Maret 2017 - 09:17:37 WIB

    Hari Ini Pemilihan Pimpinan AKD

    Padang, Haluan--Hari ini, Selasa (7/3) DPRD Kota Padang akan melaksanakan dua agenda yakni, sidang paripurna pemilihan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan pemilihan anggota Badan Kehormatan (BK). .
  • Kamis, 19 Mei 2016 - 04:49:20 WIB

    Pemilihan Rektor UNP Diulang

    Pemilihan Rektor UNP Diulang PADANG, HALUAN — Pe­milihan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) ak­hir­nya diulang. Pengu­la­ngan ini disebabkan ada beberapa ketentuan yang ditolak Kementerian Ristek dan Dikti..
  • Jumat, 29 April 2016 - 04:13:10 WIB

    Dewan Enggan ke Daerah Pemilihan

    PADANG, HALUAN—Kurangnya ke­mauan anggota dewan mengunjungi konstituen di daerah pemilihan (dapil) dalam kegiatan reses perlu mendapat perhatian serius. Padahal, reses merupa­kan hal terpenting dilakukan anggota dewan..
  • Jumat, 01 April 2016 - 04:18:53 WIB

    Seteru Pemilihan Datuak Pucuak, Mudarat Bagi Kaum

    Seteru Pemilihan Datuak Pucuak, Mudarat Bagi Kaum PADANG, HALUAN — Tugas dan tanggung jawab datuak pucuak tidaklah ringan, selain memastikan kaumnya tidak melenceng dari norma-norma adat, datuak pucuak juga harus mampu menengahi berbagi persolan yang dialami oleh para keme.
  • Jumat, 12 Februari 2016 - 04:17:06 WIB

    Pemilihan Direksi Bank Nagari 'Gantung'

    Jabatan Direksi Bank Nagari saat ini akan berakhir pada 13 Februari 2016 ini. Namun nasib 10 calon direksi periode 2016-2020 yang sudah dipilih pemegang saham, hingga kini belum jelas. Sementara kepala daerah pemegang saham b.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM