Perubahan Status Hutan Manggani Dibidik


Selasa, 04 Desember 2018 - 09:18:14 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Perubahan Status Hutan Manggani Dibidik Tambang Manggani (parintang rintang wordpress)

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Temuan aktivitas imigran asing di lokasi bekas tambang emas Manggani, Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, membuat banyak pihak angkat bicara. Terkait status hutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota berencana mengubah status saat ini agar potensi di dalamnya dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk masyarakat.

“Status hutan itu harus diubah. Saat ini hutan kawasan bekas tambang emas Manggani itu berstatus Hutan Suaka Alam Wisata (HSAW), yang merupakan status paling tinggi untuk kawasan hutan,” kata Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, Senin (3/12) kepada Haluan.

Karena status HSAW tersebut, katanya lagi, Pemkab Limapuluh Kota tidak bisa memaksimalkan potensi kawasan hutan Manggani yang melimpah, terutama dari segi pertambangan, untuk masyarakat. “Dengan status sekarang, hutan Manggani tidak bisa manfaatkan oleh masyarakat. Apabila status hutan diubah, tambang emas Manggani bisa digarap,” ucap Irfendi lagi.

Oleh karena itu, Irfendi menilai perlu adanya perubahan status hutan dan Pemkab Limapuluh Kota siap mendukung penuh upaya tersebut. “Ini yang akan kami bicarakan ke depan. Jauh-jauh hari, pembicaraan awal dengan pemerintah pusat sudah saya lakukan. Ke Presiden, menteri, serta sejumlah pejabat tinggi lain, sudah saya sampaikan untuk perubahan status ini,” katanya lagi.

Akan tetetapi, sebutnya, pembicaraan terkait perubahan status hutan dengan pemerintah pusat itu belum dilakukan secara rinci karena keterbatasan waktu. “Perlu pembahasan khusus dengan pemerintah pusat. Ini yang harus dilakukan dan butuh dukungan masyarakat,” ucapnya lagi.

Rencana perubahan status itu pun menuai dukungan dari kalangan DPRD Sumbar, melalui anggota dari dapil Sumbar V, Darman Sahladi, yang menilai perubahan status hutan Manggani memang perlu dilakukan. “Ini untuk kebaikan bersama, memang perlu kawasan hutan diubah,” kata Darman.

Ketua DPC Partai Demokrat Limapuluh Kota itu mengatakan, sejauh ini DPRD Sumbar belum pernah melakukan pembahasan untuk perubahan status hutan tersebut. “Intinya ada di Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Bagaimana pun, kami mendorong penuh agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya lagi.

Anggota DPRD Sumbar asal Dapil Payakumbuh-Limapuluh Kota lainnya, Erman Mawardi menyampaikan, jika ada peluang untuk masyarakat melakukan penambangan emas di kawasan Manggani, ia pun berharap hal itu bisa terealisasi. Sehingga tambang emas Manggani yang telah terkenal sejak zaman belanda bisa menjadi sumber mata pencarian bagi warga setempat.

Namun demikian, kata Erman, semua hal itu tentu terlebih dahulu harus melalui kajian. Sebab, seperti diketahui, kawasan Manggani berada dalam status hutan lindung. "Karena hutan lindung kan tidak boleh berkegiatan di sana. Jika ke depan dalam kajian Undang-undangnya memungkinkan untuk masyarakat, sangat bagus itu. Saya setuju untuk dibicarakan dengan pusat," ujar Erman, Senin (3/12).

Sebelumnya, keberadaan sejumlah WNA asal Cina yang melakukan kegiatan pertambangan di pedalaman hutan lindung dan merupakan bekas lokasi tambang emas Manggani dipastikan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Herry Martinus adalah sebagai kegiatan yang ilegal.

"Kawasan itu termasuk kawasan hutan lindung. Jadi, tidak dibenarkan melakukan aktivitas di sana. Apalagi aktivitas tambang yang jelas-jelas merusak hutan. Tidak ada satu pun izin tambang di kawasan itu yang kami berikan. Alasannya jelas, tidak mungkin kami mengeluarkan izin di kawasan hutan lindung. Jika memang ada seperti itu, maka tindak lanjutnya ada di aparat penegakan hukum,” kata Herry kepada Haluan, Selasa (27/11). (h/ddg/len)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 27 Juli 2018 - 22:51:52 WIB

    Bulan Darah Menyebabkan Perubahan Cuaca

    Bulan Darah Menyebabkan Perubahan Cuaca PADANG, HARIANHALUAN.COM - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena alam yang akan terjadi (28/7) dini hari, memiliki julukan Micro Blood Moon atau bulan darah. .
  • Selasa, 10 Juli 2018 - 13:52:36 WIB

    BMKG: Waspadai Perubahan Cuaca di Sumbar

    BMKG: Waspadai Perubahan Cuaca di Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM - Perkiraan cuaca untuk wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya, tiga hari ke depan yaitu berawan dan hujan ringan disertai angin kencang. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghimbau, .
  • Jumat, 08 September 2017 - 17:53:22 WIB

    Anggaran Komisi Informasi Sumbar Hilang di APBD Perubahan

    Anggaran Komisi Informasi Sumbar Hilang di APBD Perubahan Juru bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar, M Nurnas menyampaikan, dalam KUA-PPAS APBD Perubahan 2017 telah disepakati agar KI dianggarkan sesuai kebutuhan..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM