Polhut dan Polres Pasaman Amankan Kayu Ilegal Logging, di Lokasi Ditemukan Jejak Kaki Kerbau


Selasa, 04 Desember 2018 - 15:31:27 WIB
Polhut dan Polres Pasaman Amankan Kayu Ilegal Logging, di Lokasi Ditemukan Jejak Kaki Kerbau  Petugas tim gabungan berhasil mengamankan kayu hasil ilegal logging sebangak 6 kubik di puncak Tonang-Talu. 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Sebanyak enam kubik kayu olahan diduga hasil ilegal logging di kawasan Puncak Tonang, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman,  kembali diamankan tim gabungan Polisi Kehutanan UPTD KPHL Pasaman Raya dibantu Polres Pasaman. 

Kepala UPTD KPHL Pasaman Raya, Yandesman pada mengatakan, enam kubik kayu yang berhasil diamankan oleh timnya itu merupakan kayu temuan, berasal dari daerah kawasan hutan Tonang-Talu. 

"Kami menduga kayu temuan berbagai macam ukuran itu diambil dari kawasan hutan Talu Pasaman Barat. Kayu hasil ilog itu,  berhasil kita amankan pada, Senin (3/12) siang. Baru kita relis hari ini," kata Yudesman, Selasa (4/12).

Dijelaskan, bahwa kayu temuan dari jenis meranti itu telah diolah dan dipotong dengan berbagai ukuran. Dengan panjang 2-4 meter.  Keberhasilan pihaknya mengamankan kayu ilegal tersebut berkat informasi dari masyarakat. 

"Kayu yang ditemukan itu ada sekitar empat tumpukan, berjaraknya sekitar 40 meter dari jalan mum Tonang-Talu.  Kayu tersebut, kini sudah kita amankan di gudang kayu UPTD KPHL Pasaman Raya di Lubuksikaping," ujarnya.

Yandesman menambahkan, pihaknya akan meningkatkan patroli pengawasan hutan disejumlah lokasi rawan pembalakan hutan. Pasalnya, kata dia, kecenderungan para pelaku illog memanfaatkan tingginya curah hujan untuk mengeluarkan kayu-kayu dari dalam hutan. 

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk bisa ikut mengawasi hutan, apalagi sekarang musim penghujan. Jika kasus penebangan liar ini turus dibiarkan, tentu kedepan akan berdampak pada masyarakat kita seperti terjadinya bencana banjir dan tanah longsor," kataya.

Kepala Seksi Pengamanan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Mei Basrul Simarmata, menduga kayu ilegal loging itu diambil oleh warga dari kawasan hutan Talu Pasbar dan diangkut dari hutan mengunakan kerbau dan sepeda motor hingga ke pinggir jalan. 

"Di lokasi penemuan kayu itu, kami juga melihat adanya jejak-jejak kaki kerbau, ditambah jejak sepeda motor yang diduga digunakan sebagai sarana pengangkut kayu olahan dari dalam kawasan hutan," kata Mei Basrul lagi.

Sebelumnya, Tim Polhut Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar bersama tim gabungan TNI/Polri, berhasil mengamankan 10 kubik kayu ilegal dari dalam dua truk. Tim juga mengamankan dua orang sopir truk pembawa kayu pecahan kelompok meranti campuran itu. 

Dua truk pengangkut kayu ilegal itu, ditangkap Tim Polhut di daerah kawasan Tonang-Talu, Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman pada, Kamis (29/11) lalu.

Informasi yang dihimpun, masifnya operasi pengamanan hutan sekarang ini oleh Tim Polhut Sumbar, dilakukan berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat yang sudah resah akan aktivitas ilegal loging yang diduga kuat dibeking oleh oknum aparat. (h/yud)

 




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 01 Desember 2016 - 16:53:44 WIB

    Polhut Ini Temukan Kayu Tak Bertuan di Pessel

    Polhut Ini Temukan Kayu Tak Bertuan di Pessel PAINAN, HALUAN - Satgas Polhut Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), berhasil menemukan tumpukan "Kayu Tidak Bertuan" dikenagarian Sindang, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (30/11)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM