Bupati Pessel Bakal Laporkan Oknum yang Terlibat Ilegal Logging ke Polda


Selasa, 04 Desember 2018 - 19:23:52 WIB
Bupati Pessel Bakal Laporkan Oknum yang Terlibat Ilegal Logging ke Polda Bupati Hendrajoni bersama rombongan saat meninjau lokasi pasca banjir di Koto Baru, Kenagarian Kambang, Kecamatan Lengayang, Pessel. (Okis Mardiansyah)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Bupati Pessel, Hendrajoni, menyebutkan oknum yang terlibat praktik ilegal logging di Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, akan dilaporkan ke Polda Sumatera Barat (Sumbar). 

"Saya sudah mengantongi siapa siapa yang membeking kegiatan ini, nanti akan saya laporkan ke Polda. Saya dapat laporan dari masyarakat, kemaren ada yang ditangkap disini dan kayunya sangat banyak. Tapi, ada telpon dari pejabat kemudian dilepas lagi, saya sudah tau orangnya," ujar bupati saat meninjau lokasi pasca banjir di Kampung Koto Baru, Kenagarian Kambang, Kecamatan Lengayang, bersama rombongan. Senin, (3/12) kemarin.

Bupati menyebutkan, banjir yang terjadi di daerah itu, bukan saja akibat hujan lebat atau kondisi aliran Batang Lengayang yang berkelok-kelok, namun maraknya aktivitas pembalakan liar menjadi faktor utama terjadinya banjir.

"Akibat pohon yang sudah ditebang, tentu tidak ada lagi penahan air. Saya tidak mau mereka mencari keuntungan pribadi disini, akibatnya masyarakat banyak yang menjadi korban. Terkait kondisi ini, kami meminta aparat hukum agar menindak tegas," katanya.

Untuk penanganan sementara, pihaknya bersama Dinas Sosial Pemkab Pessel,  sudah membagikan 300 paket sembako kepada 600 KK yang terdampak banjir di wilayah itu.

"Paket sembako ini berisikan, beras, minyak goreng, mie, gula, dan kebutuhan dapur lainnya. Sebanyak 2.300 KK yang terdampak banjir di Kecamatan Lengayang ini, semua akan dibagikan secara merata," ucap bupati. 

Sementara itu, Bupati Hendrajoni, mengintruksikan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pessel, segera melakukan normalisasi Batang Lengayang, dengan cara memasang batu baranjong sebagai pengaman tebing.

"Banjir yang terjadi kemarin, merupakan terparah sejak beberapa tahun terakhir. Seingat saya 2011, banjir bandang juga melanda Kecamatan Lengayang. Bahkan, airnya se pinggang orang dewasa. Saat itu, orangtua saya harus dilarikan kerumah sakit Padang," tutur bupati berkisah.

Ia meminta masyarakat proaktif dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penebangan kayu secara liar di kawasan hutan. Jika ditemukan geliat tersebut, maka segera tangkap dan laporkan kepihak berwajib.

"Masyarakat jangan takut menindak kegiatan yang melanggar hukum. Silahkan tangkap pelakunya. Laporkan kepada saya, gak ada lagi beking bekingan. Semua akan diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Sementara itu, Wakapolsek Lengayang, Ipda A Deri Jambek, menyebutkan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah turun kelokasi untuk melakukan penindakan. Namun, dikarenakan kondisi dilapangan kurang kondusif akhirnya anggota terpaksa mundur.

"Kami mendapat laporan dari pihak TNKS, setidaknya ada sekitar 650 hektare lahan rusak akibat penebangan liar. Lokasinya berada di Kampung Kulam dan Silaweh," ujarnya.

Ia menuturkan, untuk memberantas persoalan ilegal logging di Pesisir Selatan, idealnya memang harus melibatkan tim gabungan, seperti pihak TNKS, Kepolisian, TNI, Muspida dan Muspika.

"Sebab, persoalan ini bukan saja menjadi tanggungjawab polisi. Namun, semua pihak harus proaktif mengawasi dan menindaknya," katanya. (h/kis)

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM