Simpang Hampir Sejuta Ton Bijih Emas, Dalami Alih Status Hutan Manggani


Rabu, 05 Desember 2018 - 10:14:04 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Simpang Hampir Sejuta Ton Bijih Emas, Dalami Alih Status Hutan Manggani Screenshot

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi mengaku sedang mengusulkan pengalihan status hutan di kawasan bekas tambang emas Manggani agar potensi emas yang terkandung di dalamnya dapat dimanfaatkan, terutama bagi masyarakat. Upaya itu menuai dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan DPRD Sumbar. Namun, pengalihan status hutan bukan semudah membalik telapak tangan. Tentu, butuh kajian mendalam. Terutama kajian dampak lingkungan.

PADANG, HALUAN — Berdasarkan data terakhir Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, potensi sumber daya emas di tambang emas Manggani, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota mencapai 900.000 ton biji emas dan 5,85 ton logam murni. Bahkan, sumber lain menyebutkan, cadangan emas, perak, timah, dan sumberdaya lainnya mencapai tujuh juta ton. Namun, keberadaan lokasi tambang Manggani di dalam hutan konservasi membuat aktivitas penambangan apa pun tak dibenarkan.

"Untuk data terbaru, kami memang belum punya, karena hingga saat ini tidak ada perusahaan yang memiliki izin untuk menambang emas di Manggani. Pun dari Badan Geologi, juga belum mengadakan penelitian lebih lanjut terkait potensi dan cadangan emas di Manggani itu," kata Ahli Geologi Dinas ESDM Sumbar, Dian Hadiyansyah kepada Haluan, Selasa (4/12).

Dari data yang ia miliki, dijelaskan bahwa emas terakhir yang diangkut dari Manggani ditambang pada tahun 1912–1913. Dari penambangan itu, diperoleh hasil sebanyak 550,2 kg Au dan 237,139 kg Ag, dengan kadar Au sebesar 6,5 gram/ton dan Ag sebesar 265 gram/ton.

"Emas yang terkandung di Manggani merupakan emas primer, yang secara nilai lebih tinggi dari emas sekunder atau emas placer. Namun begitu, untuk penambangan dan pengolahan emas primer ini jauh lebih rumit. Emas primer masih berupa urat-urat kuarsa yang perlu digiling dan diberi air raksa untuk mengekstrak kandungan emasnya. Makanya, untuk penambangan emas primer seperti di Manggani, yang biasa melakukan adalah perusahaan-perusahaan besar, bukan masyarakat. Lain halnya dengan emas placer yang telah terurai ke butiran-butiran halus, masyarakat bisa dengan mudah menambangnya," tutur Dian lagi.

Lebih lanjut Dian mengatakan, potensi tambang emas di Sumbar sebenarnya terbilang cukup besar. Hal ini lantaran Sumbar terletak di jalur gunung api. "Proses pembentukan mineral emas itu sendiri kan awalnya dari magma. Lalu, ada pengayaan dari batuan samping dan dari pengayaan itulah tercipta emas," ucap Dian.

Ia menyebutkan, Kabupaten Solok Selatan menjadi daerah dengan potensi emas terbesar di Sumbar. Saat ini Solsel diperkirakan memiliki cadangan emas sebesar 749 kg dan potensi sumber daya tertunjuk sebesar 1.068.000 ton.

Ada pun terkait perizinan tambang emas, Dian menyatakan hingga saat ini belum ada perusahaan tambang yang memperoleh izin dari Dinas ESDM untuk menambang emas. Sejak diterbitkannya UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, izin pertambangan di Indonesia makin diperketat. Salah satu aturan yang dimuat dalam UU adalah tidak boleh melakukan penambangan di kawasan hutan lindung.

"Itu harga mati. Jika lokasi penambangannya kebetulan berada di kawasan hutan lindung, maka kami dari ESDM tidak akan pernah mengeluarkan izinnya," ucapnya menutup.

Pemkab Berupaya

Sebelumnya, terkait status hutan Manggani yang menyimpan cadangan emas tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota berencana mengajukan perubahan status saat ini agar potensi emas dapat dimanfaatkan seluas-luasnya, terutama bagi kepentingan masyarakat.

“Status hutan itu harus diubah. Saat ini hutan di kawasan bekas tambang emas Manggani itu berstatus Hutan Suaka Alam Wisata (HSAW), yang merupakan status paling tinggi untuk kawasan hutan,” kata Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, Senin (3/12) kepada Haluan.

Karena status HSAW itu, katanya lagi, Pemkab Limapuluh Kota tidak bisa memaksimalkan potensi kawasan hutan Manggani yang melimpah, terutama dari segi pertambangan, untuk masyarakat. “Dengan status sekarang, hutan Manggani tidak bisa manfaatkan oleh masyarakat. Apabila status hutan diubah, tambang emas Manggani bisa digarap,” ucap Irfendi lagi.

Oleh karena itu, Irfendi menilai perlu perubahan status hutan, dan Pemkab Limapuluh Kota siap mendukung penuh upaya itu. “Ini yang akan kami bicarakan ke depan. Jauh-jauh hari, pembicaraan awal dengan pemerintah pusat sudah saya lakukan. Ke Presiden, menteri, serta sejumlah pejabat tinggi lain, sudah saya sampaikan untuk perubahan status ini,” katanya lagi.

Rencana perubahan status itu menuai dukungan dari kalangan DPRD Sumbar, melalui anggota dari dapil Sumbar V, Darman Sahladi, yang menilai perubahan status hutan Manggani memang perlu dilakukan. “Ini untuk kebaikan bersama, memang perlu kawasan hutan diubah,” kata Darman.

Anggota DPRD Sumbar asal Dapil Payakumbuh-Limapuluh Kota lainnya, Erman Mawardi menyampaikan, jika ada peluang untuk masyarakat melakukan penambangan emas di kawasan Manggani, ia pun berharap hal itu bisa terealisasi. Sehingga tambang emas Manggani yang telah terkenal sejak zaman belanda bisa menjadi sumber mata pencarian bagi warga setempat.

Kewenangan KLHK

Terkait rencana pengajuan perubahan status tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Yozwardi menyebutkan, status hutan di bekas lokasi tambang emas manggani termasuk dalam kawasan konservasi, di mana kewenangan pengelolaannya berada di tangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Manggani lokasinya di Kawasan Konservasi. Kewenangannya pada KLHK dan unit pelaksana tugasnya ada di Balai Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (BKSDAE). Dalam aturannya memang tidak boleh menambang di kawasan konservasi,” kata Yozwardi.

Potensi emas di lokasi bekas tambang Manggani betul-betul menggoda. Puluhan imigran asal Cina rela mengisai belukar di sepanjang hutan lindung dari kawasan Bonjol, Kabupaten Pasaman, menuju Jorong Pauah Data, tempat lokasi tambang berada. Gelagat kedatangan imigran tersebut ke Manggani sudah lama tercium oleh pemerintah setempat. Sayangnya, para pekerja tambang asing itu lekas kabur sebelum diciduk.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Limapuluh Kota, Afrizal kepada Haluan beberapa waktu lalu menyebutkan, pihaknya telah lama memantau dan bersiap melakukan penindakan, tetapi bocornya informasi rencana penggerebekan diduga menjadi penyebab para penambang asing itu berhasil kabur.

“Sudah lama kami pantau. Dari masyarakat kami tahu mereka masuk ke lokasi sudah sejak sebulan lalu (Oktober). Mereka masuk ke lokasi bekas tambang emas Manggani awalnya bukan dari Koto Tinggi, melainkan dari Bonjol, Kabupaten Pasaman. Informasi yang kami dapat seperti itu,” kata Rizal, Rabu (28/11) kepada Haluan.

Informasi yang ia terima, sebulan lalu terdapat rombongan warga asing yang masuk ke lokasi bekas tambang emas Manggani di Jorong Pauah Data, Nagari Koto Tinggi. Rombongan itu bahkan jauh lebih banyak dibandingkan jumlah yang sebelumnya disampaikan Kepala Jorong Pauah Data (9 orang). (h/mg-dan/tim)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 25 Mei 2018 - 11:27:09 WIB

    Usai Rusuh, Simpang Tonang Kondusif

    Usai Rusuh, Simpang Tonang Kondusif PASAMAN, HARIANHALUAN.COM – Bentrok antara aparat dan warga penolak operasional tambang menyisakan trauma mendalam di Simpang Tonang, Kecamatan Duokoto, Kabupaten Pasaman. Setidaknya, 51 orang terluka dan hingga kini masih .
  • Rabu, 06 September 2017 - 12:52:41 WIB

    Kebakaran di Simpang Palapa, Sejumlah Toko Hangus Terbakar

    Kebakaran di Simpang Palapa, Sejumlah Toko Hangus Terbakar PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM—Sejumlah toko di Simpang Palapa, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman terbakar, Rabu (6/9) pukul 11.00 WIB..
  • Rabu, 07 Desember 2016 - 16:35:15 WIB

    Longsor Pasbar, Akses Transportasi Lubuk Sikaping- Simpang Empat Tertutup

    Longsor Pasbar, Akses Transportasi Lubuk Sikaping- Simpang Empat Tertutup PASBAR,HALUAN- Longsor serta kayu tumbang kembali melanda Jorong Pasangiang Jorong Perhimpunan Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (6/12).

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM