Perajin di Padang Pariaman Ini Mampu Produksi Gumbo dan Tong Padi Tradisional


Rabu, 05 Desember 2018 - 10:35:30 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Perajin di Padang Pariaman Ini Mampu Produksi Gumbo dan Tong Padi Tradisional Mitra (25) saat mengerjakan pembuatan gumbo dan tong padi di Kawasan Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (4/12). Rey

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM-- Buat para petani yang masih bingung mencari alat yang cepat dan tepat guna untuk membantu mendapatkan hasil panen yang lebih baik, jangan khawatir, MZR Perabot yang berada di Kawasan Aur Malintang menyediakan Kipas Padi, atau yang dikenal luas dengan sebutan Gumbo. Selain Gumbo MZR Perabot juga menjual tong padi dengan harga murah, namun kualitas tetap unggul.

Gumbo ini merupakan alat yang digunakan untuk membantu petani saat memisahkan buah padi yang baik dengan buah padi yang hampa dengan mudah dan cepat. Satu unit Gumbo dijual seharga Rp2,3 juta, sedangkan tong padi hanya Rp500 ribu.

Mitra (25), yang menekuni pekerjaan pembuatan gumbo dan tong padi bersama orang tuanya sudah dikenal lihai oleh masyarakat. Sudah lebih 5 tahun dia melakoni pekerjaan tersebut. Ditangannya, tercipta alat gumbo dan tong padi yang telah dipasarkan ke berbagai daerah. Tersebar di 17 Kabupaten Padang Pariaman.

"Kami memang fokus dalam pembuatan gumbo dan tong padi. Pemasaran tak hanya sekitar Kabupaten, dari luar Kabupaten seperti Agam, Lubuk Basung juga membeli ke Kami, " kata Mitra saat ditemui Haluan di perabotnya, Selasa (4/12).

Dia menjelaskan, untuk membuat gumbo, bersama orang tuanya dia bisa menyelesaikan 3 unit gumbo dalam sepekan. Sedangkan tong padi, sehari bisa diselesaikan 2 unit.

"Untuk gumbo, pembuatnya bagi saya cukup mudah. Seminggu bisa selesai 3 unit gumbo. Selama ketersediaan kayu masih ada, saya dan orang tua terus menekuni ini. Kayu dalam pembuatan alat tersebut, yaitu kayu Bayua dan Surian, " jelas Mitra.

Usaha mandiri tersebut, ditekuninya semenjak usia remaja. Hingga kini, bersama ayahnya, Mitra masih saja menerima pesanan dari petani. Untuk pemasaran dari pihaknya tidak pernah mendapatkan kendala. Hanya saja ketika ekonomi petani tidak stabil membuat pesanan menjadi lambat.

"Kalau penjualan produk tergantung dengan ekonomi petani. Kalau saat begini, ekonomi sedang susah, produk sulit terjual. Namun ketika ekonomi stabil, produk lancar terjual, " kata Mitra.

Dia mengatakan juga, untuk kualitas produk, dia mengutamakan bahan atau alat yang super. Sebab menurutnya, pengakuan petani terhadap kualitas produk miliknya menjadi jargon dalam pemasaran.

"Yang paling kami jaga adalah kepuasan petani dalam memakai produk kami. Sampai sekarang, petani masih berdatangan untuk memesan, dalam artian mereka tak beralih kepada produk yang lain," ungkapnya.

Dikatakannya juga, dalam perihal itu, sebelum kayu diolah untuk pembuatan gumbo atau tong, terlebih dahulu kayu dipanaskan menggunakan uap air.

"Seperti ini, kayu dipanaskan dulu dengan uap agar mendapatkan kualitas kayu yang hebat dan tahan lama, " jelasnya.

Mitra juga menjelaskan, bahan baku untuk pembuatan kipas padi terdiri dari kayu dan tripleks, panjangnya kurang lebih 2 meter, bagian depan ada lingkaran yang di dalamnya ada kipas. Kipas itu bisa secara manual dengan tangan yang telah mengeluarkan dengan rantai sepeda.

"Kemudian di bagian atas kipas itu terdapat wadah selebar besar yang menggunakan tempat padi, dan di bawah wadah itu ada pembuka dan penutup yang berfungsi untuk mengendalikan padi yang akan dikipas. Setelah kipas diputar maka padinya akan keluar," katanya.

Di Kawasan Padang Pariaman, tak banyak pengrajin kayu yang khusus membuat Gumbo atau Tong Padi. Mitra merupakan salah satu pengrajin yang masih melestarikan pembuatan Gumbo dan Tong Padi secara traditional itu. Untuk produk yang sudah jadi, diletakan oleh Mitra di tokonyo, di depan Kantor Wali Nagari Aur Melintang. Bagi petani yang mau membeli, silahkan datang ke toko tersebut atau menghubungi 085263770277. (h/mg-rei)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 09 Juni 2016 - 03:07:51 WIB
    Tenun Rino Risal

    Ratih Ratnasih Cetak 500 Perajin Terampil

    Ratih Ratnasih Cetak 500 Perajin Terampil Ratih Ratnasih, dilahirkan di Garut, Jawa Barat, 22 DeĀ­sember 1965. Ia dibesarkan dan bersekolah di daerah itu. Tetapi, kalau berbicara, ia sangat kentara menggunakan logat Payakumbuh..

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM