Es Durian Ganti nan Lamo Masih Eksis Sejak 1960


Kamis, 06 Desember 2018 - 10:13:19 WIB
Es Durian Ganti nan Lamo Masih Eksis Sejak 1960 Es Durian Ganti nan Lamo

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Berdiri sejak tahun 1960, bopet Es Durian Ganti Nan Lamo masih eksis hingga saat ini.

Usaha ini sudah memasuki generasi yang ketiga, dan memiliki dua tempat di lokasi yang sama, di Jalan Pulau Karam No. 103 B Padang.

Pemilik sekalian peracik Es Durian Ganti nan Lamo, Sayyidina Ali mengatakan, rata-rata pengunjung perharinya lebih dari 100 orang.

“Karena banyaknya pengunjung, membuat usaha ini ada penambahan tempat lagi didepannya. Pengunjungpun juga bukan hanya dari Padang, tapi juga dari Medan dan Pekanbaru.

Kebanyakkan mereka yang datang dari luar kota ini menggunakan mobil pariwisata," ucap Sayyidina Ali.

Es Durian Ganti nan Lamo dibuka setiap hari sekitar pukul 09.00, tutup 22.30 WIB. Untuk pengunjung biasanya ramai sore hari.

Untuk jumlah karyawan di dua tempat ada sekitar 18 orang, yang bekerja dua sif. Karyawanpun juga orang Padang semua.

"Takutnya kalau dibuka di tempat lain, nanti orang-orang yang biasa kemari akan berkurang jadinya. Selain itu, kami juga ingin Es Durian Ganti Nan Lamo ini, menjadi ciri khasnya Padang," sebut pria keturunan Cina yang sudah menjadi mualaf semenjak masih bujangan tersebut.

Ia katakan, untuk menu Es Durian Ganti Nan Lamo, ada Es Durian harganya Rp24.000, Es Durian Float harga Rp29.000, Es Tebak harga Rp22.000, Ice Cream biasa harga Rp20.000, Ice Cream Durian harga Rp 25.000..

Selain itu juga ada beberbagai macam minuman lain, seperti Jus alpokat, sirsak, mangga, tomat dan banyak lagi lainnya. Untuk makanan ada pempek palembang, sate padang dan gado-gado.

"Es Durian Ganti Nan Lamo juga memiliki menu sepesialnya, yaitu Es Durian. Sebenarnya hampir semua menu di sini, juga diminati pengunjung.

Selain itu Es Durian Ganti Nan Lamo juga menerima pesanan untuk acara pesta atau acara lain," kata pria yang menikahi orang Bukittinggi tersebut.

Sayyidina Ali katakan, untuk pasokan durian, ia mengambil dari Medan, karena di sana sekarang sedang musim durian.

“Biasanya durian diambil di tempat dimana musim durian. Kalau masalah durian mana yang paling enak, itu tergantung meraciknya saja,” tambahnya. (h/mg-pmi)

 

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 16 Mei 2019 - 23:57:55 WIB

    Antisipasi Kenaikkan Inflasi, BI Imbau Masyarakat Belanja Sesuai Kebutuhan

    Antisipasi Kenaikkan Inflasi, BI Imbau Masyarakat Belanja Sesuai Kebutuhan PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kepala Bank Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) Wahyu Purnama A mengimbau supaya masyarakat bisa berbelanja sesuai kebutuhan. Karena, jika berbelanja di luar kebutuhan maka akan memicu kenaikkan inf.
  • Rabu, 15 Mei 2019 - 21:24:53 WIB

    Neraca Dagang Jebol, Investor Asing Mulai Hengkang

    Neraca Dagang Jebol, Investor Asing Mulai Hengkang JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Investor asing disebut langsung bergerak cepat meninggalkan pasar saham Indonesia pasca mendengar kabar yang tak mengenakan terkait dengan rilis data perdagangan internasional periode April 2019..
  • Selasa, 14 Mei 2019 - 00:10:52 WIB

    Keltan Mutiara Sukses Sulap Air Nira jadi Gula Semut

    Keltan Mutiara Sukses Sulap Air Nira  jadi  Gula Semut LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM- Nagari Labuh Gunung, Kecamatan Lareh Sago Halaban,  menjadi sentra tanaman pohon enau. Sehingga nagari tersebut penghasil air niro utama di Kabupaten Limapuluh Kota. Air niro sebagai bahan .
  • Senin, 13 Mei 2019 - 23:39:06 WIB

    Pemerintah Cuma Turunkan Tarif Batas Atas Pesawat Hanya Sampai 16 Persen

    Pemerintah Cuma Turunkan Tarif Batas Atas Pesawat  Hanya Sampai 16 Persen JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Akhirnya  Pemerintah memutuskan untuk menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) pesawat rute domestik. Adapun penurunan tarifnya paling besar hanya  mencapai 16% saja..
  • Jumat, 10 Mei 2019 - 15:57:40 WIB

    Imbas Tiket Peswat Mahal, Pendapatan BIM Menurun

    Imbas Tiket Peswat Mahal, Pendapatan BIM Menurun PADANG, HARIANHALUAN.COM - Akibat tiket pesawat yang masih mahal, realisasi sampai dengan April 2019 angka pergerakan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) hanya menyentuh 7000 sampai 8000 penumpang per hari. A.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM