Api Membara di Pasar Tabing, Mamat: Hanya Anak Kunci yang Tersisa


Jumat, 07 Desember 2018 - 10:28:41 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Api Membara di Pasar Tabing, Mamat: Hanya Anak Kunci yang Tersisa SISA KEBAKARAN—Pemilik toko tak kuasa menahan kesedihannya saat melihat tokonya yang sudah menjadi puing-puing di Pasar Tabing, Kota Padang, Kamis (6/12). Kebakaran tersebut diduga akibat kosleting arus listrik dari salah satu toko, dan satu korban dilarikan ke rumah sakit akibat luka bakar di bagian tubuhnya, belum diketahui jumlah kerugian pada kejadian tersebut. IRHAM

Laporan: Peri Musliadi

Mamat Zein (42) hanya bisa melempar tatapan kosong ke bekas “ladang” usahanya yang hangus dilalap sigulambai yang menyala besar pada Kamis (6/12) dini hari, sekitar pukul 03.45 WIB di Pasar Tabiang, Kota Padang. Tak ada yang tersisa dari toko sembako miliknya selain anak kunci pembuka pintu toko. Sebagaimana merk toko itu, Harapan Baru, Mamat hanya bisa mengais sisa-sisa semangat dan tenaganya, dengan harapan bisa membangun kembali kedainya yang hangus terpanggang.

Tiga puluh meter dari tempat Mamat berdiri, pedagang lain, Anto (35), tampak tersandar letih di depan kios ayam potong miliknya, yang juga hangus dihabisi api. Ratusan ekor ayam potong jualannya terpanggang begitu saja, menyisakan aroma daging bakar yang menguar. Kerugian ratusan juta ia derita. Sementara, hanya sebilah pisau pemotong ayam yang tersisa.

Kepada Haluan, Mamat Zen bercerita, ia baru mengetahui kejadian kebakaran sekitar pukul 04.15 WIB dari salah seorang tetangganya. Ia pun bergegas ke Pasar Tabiang, tempat ia berdagang sehari-hari yang dikabarkan terbakar, demi memastikan tokonya bukan salah satu di antara toko yang terbakar.

“Sampai di sini (Pasar Tabiang.red) ternyata api sudah besar. Toko saya ikut terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan. Saat saya datang petugas pemadaman juga belum datang. Semuanya habis. Tinggal anak kunci pembuka toko saja yang tinggal karena memang selalu dibawa pulang,” kata Mamat.

Mamat Zen mengaku, tokonya yang terbakar tersebut adalah toko milik orang lain yang ia kontrak sejak tiga tahun lalu dan masa kontrak baru akan berakhir pada tahun 2024. Harga per tahun nilai kontraknya Rp8.000.000. Naasnya, hanya itu ladang usaha satu-satunya yang ia andalkan untuk menghidupi keluarga.

 “Toko itu juga tidak saya asuransikan, tapi mau bagaimana lagi, saya ikhlas saja lagi. Ini memang kehendak yang kuasa. Bagaimana pun harus saya benahi karena kontraknya masih panjang. Sementara isinya sudah habis. Kerugian saya kira-kira Rp300 juta,” kata Mamat lagi.

Lain Mamat, lain pula cerita Anto, pemilik kios Ayam Potong Bujang Pamurah, yang kiosnya ikut tandas terbakar bersama ratusan ekor ayam potong yang hendak ia jual. Anto mengaku mengetahui informasi Pasar Tabiang terbakar sekitar pukul 04.02. Ia pun bergegas menuju ke lokasi, dan mendapati kios serta ayam-ayam di dalamnya telah dilalap si jago merah.

“Sudah empat tahun saya mengontrak di sini. Sekarang hangus semua terbakar. Hanya pisau pemotong ayam saja yang tidak dibakar api. Per tahun membayar kontra Rp6.000.000. Ini sudah saya kontrak sampai tahun 2024. Sudah terbakar begini, terpaksa saya bangun lagi. Kalau tidak mau berjualan di mana. Saya hanya bergantung di sini untuk keluarga. Istri saya hanya pegawai honorer dengan gaji tak seberapa. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah,” kata Anto.

Dari pantauan Haluan di lokasi kebakaran, beberapa toko lain yang ikut terbakar terdiri dari toko sepatu, sembako, ayam potong, pecah belah, dan beberapa usaha perdagangan lainnya. Saat Haluan di lokasi, terlihat puing-puing kayu masih berasap dan beberapa korban tampak memunguti sisa-sisa barang yang masih layak diselamatkan. Sementara itu kabar dari warga setempat, satu orang warga mengalami luka bakar di bagian punggung akibat kebakaran itu.

Atas kejadian itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Hendrizal Azhar mengatakan, kebakaran di Pasar Tabiang tersebut setidaknya telah melalap sekitar 20 Unit bangunan, yang terdiri dari toko dan beberapa rumah warga. Pihaknya menurunkan sepuluh unit mobil damkar untuk melakukan pemadaman.

“Butuh waktu satu jam untuk memadamkan api tersebut, dan satu jam lagi untuk pendinginan dan memastikan api benar-benar telah padam. Kami datang ke lokasi pukul 04.30 WIB, sepuluh menit setelah laporan masuk,” kata Hendrizal. (*)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 12 September 2018 - 14:47:42 WIB

    Mantan Napi Ungkap Resep Ganja Beracun Serangga

    Mantan Napi Ungkap Resep Ganja Beracun Serangga Ganja, dalam UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika termasuk golongan I. Dalam peredarannya, ganja yang paling banyak dipakai oleh orang yang ingin mencoba narkoba untuk pertama kalinya..
  • Kamis, 29 Desember 2016 - 00:24:30 WIB
    (TANGGAPAN TULISAN FADILA RAHMI)

    Menguatkan Regulasi Menghadapi Serbuan Tenaga Kerja Asing

    Menguatkan Regulasi Menghadapi Serbuan Tenaga Kerja Asing Salah satu tujuan negara Indonesia dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV adalah untuk mening­katkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Untuk menca­pai tujuan tersebut, maka syaratnya rakyat harus bekerja guna memenuhi kebutu.
  • Rabu, 28 Desember 2016 - 01:46:45 WIB

    Pusingnya Menghadapi Gempuran Medsos

    Melihat dunia dari dalam kamar. Kalimat ini semakin sering kita dengar sejalan dengan semakin berkuasanya media sosial (med­sos). Dia (medsos, red) telah menguasai seluruh aktivitas kehidupan kita. Bila tak hati-hati menyika.
  • Selasa, 27 Desember 2016 - 00:52:14 WIB

    Menghadapi Serbuan Tenaga Kerja Asing

    Menghadapi Serbuan Tenaga Kerja Asing Baru-baru ini berhembus kabar bahwa­sanya akan didatang­kan juta-an tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia. Hal terse­but tentu menjadi kabar buruk ditelinga masyarakat Indonesia, karena masalah pengangguran hari ini pun me.
  • Selasa, 06 Desember 2016 - 01:24:07 WIB

    Kampanyelah di Medsos Tapi Jangan Menghina

    Mengkampanyekan pasangan calon kepala daerah yang kita dukung di media sosial (Medsos), tak ada larangan. Kecuali menghina pa­sangan calon yang tidak kita dukung, itu bisa dikenakan pasal fitnah. .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM