Hingga Oktober, 60 Anak Alami Gizi Buruk di Kota Padang


Jumat, 07 Desember 2018 - 11:06:52 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Hingga Oktober, 60 Anak Alami Gizi Buruk di Kota Padang Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sampai Oktober 2018, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang mencatat sebanyak 60 kasus gizi buruk di Kota Padang. Sedangkan pada 2017 tercatat ada 61 kasus gizi buruk.

Kepala DKK Padang, Feri Mulyani mengatakan, gizi buruk merupakan masalah gangguan gizi akut. Pemberian makanan tambahan menjadi salah satu upaya untuk menangani gizi buruk. "Kalau masalahnya komplikasi, yang menderita gizi buruk akan dirawat," kata Feri.

Di Kota Padang sudah terdapat dua puskesmas yang bisa melakukan rawat inap kepada penderita gizi buruk, yakni di Puskesmas Nanggalo dan Puskesmas Bungus. "Dua puskesmas ini dirasa sudah cukup, karena penanganan gizi buruk juga bisa melalui rawat jalan," katanya.

Apabila tidak bisa ditangani di puskesmas atau komplikasi, kata Feri, akan diberikan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). "Saat ini sudah membaik, tinggal 14 penderita gizi buruk dari 60 kasus tadi. Alhamdulillah, semoga ini bisa terus ditekan," ujarnya

Berbicara gizi, lanjut Feri, bukan hanya membahas gizi buruk, tapi juga masalah stunting. Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dapat disebabkan karena anak mengalami kekurangan asupan gizi, terjangkit infeksi dan kurang mendapatkan stimulasi.

"Salah satu faktor yang menjadi masalah di Indonesia, yaitu pola asuh anak yang kurang baik. Sebagian besar orang tua belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan gizi dan pentingnya memberikan ASI eksklusif 0-6 bulan," katanya.

Stunting, kata Feri, mulai terlihat saat anak menginjak usia dua tahun dengan ciri postur tubuh lebih pendek daripada anak lain yang sebaya. Penanganan stunting terdapat dua cara, yakni dengan intevensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

"Kalau spesifik tentunya akan diberikan gizi tambahan melalui makanan. Sedangkan sensitif akan diberikan tablet tambah darah," ujarnya

Ia mengatakan, tablet tambah darah akan diberikan kepada remaja perempuan yang merupakan calon ibu, karena saat ini ada ditemukan remaja yang anemia.

Pencegahan lainnya, kata Feri, kepada calon pengantin juga diberikan penyuluhan. Tentang kesehatan reproduksi, tentang makan bergizi dan perawatan kepada anak dalam kandungan, serta setelah melahirkan.

"Untuk ibu hamil, pencegahannya diberikan tablet FE (zat besi, red) dan vitamin A secara gratis," ujarnya. (h/mg-mal)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 19 November 2018 - 09:55:16 WIB

    Imunisasi MR di Padang Berlanjut Hingga Akhir Tahun

    Imunisasi MR di Padang Berlanjut Hingga Akhir Tahun PADANG, HARIANHALUAN.COM – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang menegaskan tetap akan melaksanakan Imunisasi Measless dan Rubella (MR). Kepastian itu merupakan tindak lanjut atas surat dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI agar d.
  • Jumat, 10 Agustus 2018 - 17:20:44 WIB

    Jelang Idul Adha, Petugas Ini Periksa Mata Hingga Kelamin Hewan Kurban

    Jelang Idul Adha, Petugas Ini Periksa Mata Hingga Kelamin Hewan Kurban AGAM, HARIANHALUAN.COM— Sebanyak  44 petugas kesehatan melalukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan  hewan qurban yang bakal disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah di Kabupaten Agam..

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM