Waspada Serangan Terhadap ABS-SBK, Sumpah Sati Bukik Marapalam Diperkokoh


Senin, 10 Desember 2018 - 08:31:17 WIB
Waspada Serangan Terhadap ABS-SBK, Sumpah Sati Bukik Marapalam Diperkokoh Screenshot

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Menyikapi pengaruh dan serangan bertubi-tubi dari luar terhadap prinsip hidup Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah dan Syarak Mangato Adaik Mamakai (ABS-SBK-SM-AM) di Minangkabau, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginisiasi gelaran Bai’at Bukik Marapalam Jilid 2 pada Sabtu-Minggu (15-16/12) mendatang.

“Bai’at Bukik Marapalam Jilid 2 akan digelar setelah menimbang prinsip hidup yang menjadi jati diri orang Minang itu telah dihantam bertubi-tubi. Patut diingat, Bai’at ini bukan untuk mengubah walau sebaris, bukan untuk menghapus walau setitik,” kata Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, kepada Haluan.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah, Total 586 Kasus

Kondisi Ranah Minang saat ini, kata Gusrizal lagi, menghendaki Sumpah Sati Bukik Marapalam perlu diteguhkan dan diperkokoh kembali. Dengan semangat meneguhkan kembali itu, ia memastikan tidak akan ada upaya untuk mengubah isi dari sumpah sati tersebut.

"Dalam hal ini, MUI Sumbar bertugas menjaga sumpah sati itu. Bagi MUI, Syarak Mangato dan Adaik Mamakai itu sudah menjadi petunjuk yang jelas tentang landasan kehidupan bermasyarakat di Ranah Minang dan pola dakwah yang tepat dalam berkeislaman," ucapnya lagi.

Baca Juga : Turun Drastis, Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 44 Orang

Gusrizal menilai, ada yang goyah di dalam dada anak-kamanakan di Ranah Minang saat ini, sehingga posisi sumpah sati perlu diteguhkan dan diperkokoh kembali. "Kami mencermati sikap umat pasca MUI Sumbar menolak Islam Nusantara, ada sebagian yang mengakui ABS-SBK-SM-AM, tapi setuju pula dengan Islam Nusantara, dan tidak tersinggung saat ada aturan syarak yang ditolak sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara,” kata Gusrizal lagi.

Indikator yang menunjukkan ada keyakinan yang goyah tersebut, sebutnya, seperti tingkat kemaksiatan yang semakin mengkhawatirkan di Ranah Minang. Belum lagi indikator lain yang membuat MUI Sumbar menilai sudah saatnya Sumpah Sati atau Bai’at Bukik Marapalam diperkokoh kembali.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 24.233 Kasus

Kegiatan itu sendiri nantinya, akan terdiri dari tiga bagian mulai dari mudzakarah, pengukuhan kembali bai’at, dan malewakan bai’at. Meski serba terbatas dari sarana dan fasilitas, MUI tetap menggandeng Pemkab Tanah Datar dan berkoordinasi dengan seluruh pemerintah daerah dan organisasi masyarakat adat yang ada di Sumbar.

“Landasan pengukuhan kembali Sumpah Sati Bukik Marapalam ini jelas dan dalam jalan musyawarah sesuai anjuran Alquran pada surat Assyura 42:38 dan sunnah Rasulullah bahwa bila seseorang dari kalian minta bermusyawarah, maka hendaklah diberikannya pandangan kepada saudaranya itu,” ucapnya menerangkan.

Baca Juga : Alhamdulillah! Bayi Penderita Ekstrofi Bulli Bladder di Solok Dibantu Anggota DPR

Berdasarkan musyawarah akhir jelang Bai’at Bukik Marapalam Jilid 2 dengan alim ulama, niniak mamak (Bakor KAN, LKAAM, dan MTKAAM), bundo kanduang, unsur pemerintahan, serta beberapa tokoh masyarakat, maka diperoleh keputusan akhir tentang tema besar kegiatan  berupa Mengukuhkan Kembali Sumpah Satu Bukik Marapalam. (h/mg-yes)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]