Sumbar Ajukan Penambahan Kuota LPG


Senin, 10 Desember 2018 - 08:42:29 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sumbar Ajukan Penambahan Kuota LPG Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat berencana menambah kuota Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kg pada 2019 mendatang. Hal ini lantaran terjadinya kelangkaan LPG 3 kg berbagai kabupaten/kota di Sumbar selama triwulan I dan II 2018.

"Kami menduga kelangkaan ini dipicu oleh implementasi Perpres Nomor 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil. Jadi tidak rumah tangga dan usaha mikro saja yang menggunakan LPG 3 kg, melainkan juga nelayan kecil. Sementara di sisi lain, kuota LPG 3 kg untuk wilayah Sumbar sendiri tidak pernah mendapat penambahan. Akhirnya berakibat pada langkanya pasokan LPG 3 kg dan membuat harganya melambung tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan," ucap Kasubag Sarana Perekonomian Biro Ekonomi Pemprov Sumbar, Alex kepada Haluan, Jum'at (7/12).

Untuk itu, Kamis (6/12) lalu Pemprov Sumbar mengirimkan surat permohonan kepada Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar menambah kuota LPG 3 kg untuk tahun 2019. Alex mengaku tidak merinci berapa jumlah penambahan kuota yang dibutuhkan. "Berapa dikasih saja. Kalau pemerintah pusat hanya sanggup memberi sekian, ya kami terima. Tetapi tentu saja jumlahnya harus lebih dari jumlah kuota di 2018. Kalau tidak, sama juga bohong," katanya.

Selain penambahan kuota LPG 3 kg, Pemprov juga meminta untuk dilakukan pendataan ulang terhadap jumlah rumah tangga, usaha mikro, dan nelayan kecil yang layak menerima LPG bersubsidi. Selain itu, pemprov juga berharap pemerintah pusat menerbitkan petunjuk teknis tentang kewenangan, pembinaan, dan pengawasan LPG 3 kg yang ke depannya dapat dijadikan pedoman bagi pemprov dan pemda setempat.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi elpiji 3 kg bersubsidi atau tabung melon hingga akhir Juli mencapai 3,759 juta metrik ton. Angka tersebut melebihi 1,1 persen dari target penyaluran tabung melon yang telah dialokasikan.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Mas’ud Khamid menyatakan, kelebihan kuota itu terjadi lantaran ada kenaikan konsumsi. Juga, migrasi dari solar ke elpiji tabung melon bagi nelayan. ”Upaya kami terus memperpanjang outlet distribusi. Kami juga memberikan program reward agar masyarakat mampu mau beralih menggunakan elpiji nonsubsidi,” ungkapnya.

Hingga akhir 2018, diprediksi ada kelebihan konsumsi hingga 2,6 persen dari alokasi dalam APBN 2018 yang sebesar 6,45 juta metrik ton. Pertamina memperkirakan konsumsi tabung melon hingga akhir tahun mencapai 6,62 juta metrik ton. Tumbuh 5 persen bila dibandingkan dengan realisasi konsumsi tahun lalu 6,293 juta metrik ton.

Saat ini porsi konsumsi elpiji nonsubsidi memang masih minim. Yakni, 15,7 persen terhadap total konsumsi elpiji. ”Kami terus berusaha meningkatkan konsumsi elpiji nonsubsidi,” ujarnya. Salah satu upayanya adalah menghadirkan elpiji 3 kg nonsubsidi.

Sementara itu, kuota elpiji 3 kg pada nota keuangan 2019 ditetapkan 6,987 juta metrik ton dengan kondisi belum diberlakukan distribusi tertutup atau tepat sasaran. Angka tersebut sudah memasukkan perhitungan kebutuhan hari raya keagamaan serta tambahan pengguna elpiji 3 kg pada 2018. Yaitu, 531.131 rumah tangga dan usaha mikro, serta 25 ribu nelayan. ”Asumsi pertumbuhan ekonomi 5 persen per tahun,” kata Mas’ud. (h/mg-dan)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Maret 2019 - 09:55:40 WIB

    DPRD Sumbar Tampung Aspirasi Soal DIM

    DPRD Sumbar Tampung Aspirasi Soal DIM PADANG, HARIANHALUAN.COM—Menyikapi kembali mengapungnya wacana pembentukan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) sebagai status baru untuk menggantikan Provinsi Sumbar, kalangan DPRD Sumbar menyatakan berdiri pada sikap menerim.
  • Rabu, 20 Maret 2019 - 12:53:05 WIB

    Penumpang Bus Sumbar-Jawa Naik 100 Persen

    Penumpang Bus Sumbar-Jawa Naik 100 Persen PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kenaikan harga tiket pesawat penerbangan domestik berimbas positif terhadap bisnis transportasi darat. Bahkan, kenaikan penumpang bus angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menembus angka hingga .
  • Rabu, 20 Maret 2019 - 12:34:09 WIB

    Intensitas Kiriman Terus Meningkat, Sumbar Siap-siap Terima Asap

    Intensitas Kiriman Terus Meningkat, Sumbar Siap-siap Terima Asap Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas pembakaran, apakah itu membakar sampah, jerami, apalagi lahan. Kemudian jika kabut terlihat semakin tebal, gunakanlah masker bila ingin ke luar rumah. Khususnya bagi anak-.
  • Selasa, 19 Maret 2019 - 13:39:11 WIB

    Korban Penembakan Selandia Baru, Mulai Membaik, Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan

    Korban Penembakan Selandia Baru, Mulai Membaik, Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyerahkan bantuan senilai Rp 10 juta kepada keluarga Zulfirmansyah, korban penembakan oleh Teroris di Masjid An-Noor, Kota Christchurch, Selan.
  • Jumat, 15 Maret 2019 - 10:49:09 WIB

    Sumbar Dijatah 1.290 Kartu Elpiji

    Sumbar Dijatah 1.290 Kartu Elpiji PADANG, HARIANHALUAN.COM—Sumatra Barat bakal menerima kartu subsidi elpiji untuk 1.290 rumah tangga. Namun hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut terkait pendistribusian kartu subsidi tersebut..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM