ADA YANG MENAWARKAN POTENSI TAMBANG

Imigran Cina dan Fasilitator Sudah Survei Manggani


Jumat, 14 Desember 2018 - 13:14:41 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Imigran Cina dan Fasilitator Sudah Survei Manggani Tambang Manggani (parintang rintang wordpress)

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Kantor Imigrasi Kelas II Agam mengaku telah memanggil warga yang diduga memfasilitasi kedatangan sejumlah imigran asal Cina ke lokasi bekas tambang emas Manggani, Nagari Koto Tinggi, Gunuang Omeh, Limapuluh Kota. Warga bernama Joni itu mengaku terlibat rencana bisnis pinang dan pertambangan di Manggani, tetapi baru sampai pada survei lokasi.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Agam, Deny Haryadi menyebutkan, pihaknya telah memanggil warga bernama Joni beberapa hari setelah temuan jejak sejumlah imigran asal Cina di Manggani. Terkait rencana penambangan emas, Joni mengaku sebagai perantara dan fasilitator. Sebab, ada masyarakat setempat yang memberi penawaran akan peluang tersebut kepadanya.

“Dari keterangan Joni, ia mengakui akan bekerja sama dengan warga asing untuk pengolahan pinang. Mereka berhubungan awalnya untuk bisnis pinang. Lalu, berkembang ke pertambangan. Ada oknum masyarakat yang menawarkan bisnis tambang ke Joni untuk pengolahan tambang emas Manggani. Setelah itu, Joni komunikasi dengan warga asing dan ditindaklanjuti dengan melakukan survei ke Manggani,” kata Deny kepada Haluan.

Terkait penjelasan Joni tersebut, dan pengakuannya sebagai fasilitator kedatangan sejumlah imigran Cina ke kawasan Manggani, pihak kepolisian mengaku belum bisa mengambil tindakan apa pun. Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis menyebutkan, penambangan yang akan dilakukan warga asing tersebut tergolong baru.

“Kepolisian tidak bisa mengambil tindakan sendiri, melainkan harus melibatkan Tim Pora untuk mengusut hal itu. Kami kan tidak tahu siapa yang akan ditelusuri. Pekerjaannya juga masih baru. Kami juga tidak bisa bekerja sendiri, harus bersama imigrasi,” kata Haris singkat menjawab Haluan.

Kabur ke Cina dengan Garuda

Sementara itu, dari penelusuran petugas imigrasi, terungkat fakta bahwa seluruh imigran asing asal Cina tersebut telah kabur ke negara asalnya. Deny Haryadi selaku Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Agam mengatakan, terdapat sembilan imigran Cina yang sempat dikejar, tetapi telah lebih dulu meninggalkan Indonesia sebelum bisa diamankan

“Ada sembilan warga Cina yang kami kejar, ternyata sudah terbang ke negaranya. Ini hasil investigasi. Kami lakukan pelacakan kepada mereka sampai ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tim kami mendatangi Data Perlintasan di Bandara Soekarno-Hatta, dan di sana kami dapatkan data sembilan warga asing itu sudah terbang ke Cina,” kata Deny.

Kesembilan warga asing itu, kata Deni antara lain bernama, Li Chunde, Jiang Xuekui, Li Tianfu, Liu Jianlong, Wang Zhiyong, Wu Shanming, He Wanchun, Qin Shifa, dan Yang Ziwen, yang terbang ke Cina pada 29 November lalu mengunakan Pesawat Maskapai Garuda GA 898 tujuan Huang Zu.

“Keberangkatan mereka persis di hari Tim Pora menelusuri lokasi bekas tambang emas Manggani. Kami perkirakan, dari Koto Tinggi mereka langsung ke BIM untuk penerbangan ke Jakarta, dan langsung ke Cina. Bisa jadi, tiket sudah mereka siapkan jauh-jauh hari. Mereka terbang ke Cina malam harinya,” ucapnya lagi.

Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas II Agam dari bagian Perlintasan Bandara Soekarno-Hatta, imigran Cina tersebut masuk ke Indonesia pada 18 Oktober 2018 menggunakan pesawat CZ 3037 dari Huang Zu Cina. “Masuk Indonesia pada 18 Oktober, balik 28 November. Untuk datang ke Indonesia, Li Chunde cs ini dilengkapi paspor asli dengan visa pelancong,” kata Deny menyambung.

Sebelumnya, Kalangan DPRD Sumbar meminta aparat terkait untuk menyelidiki siapa saja warga setempat yang terlibat dalam memfasilitasi imigran asing untuk masuk ke kawasan bekas tambang emas Manggani, Limapulu Kota. Bahkan, penyelidikan serupa mesti dilakukan di setiap tempat yang diduga menjadi tempat para warga asing beraktivitas secara ilegal.

Permintaan itu salah satunya disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Guspardi Gaus. Ia berharap, setiap warga negara asing (WNA) di Sumbar yang datang untuk menetap dipastikan izin tinggalnya, serta dipantau setiap pergerakannya untuk menyesuaikan aktivitas dengan izin tinggal yang diberikan pihak keimigrasian.

"WNA yang datang dan menetap harus sesuai aktivitasnya dengan izin yang diberikan negara. Jika ada penyalahgunaan, imigrasi mesti ambil tindakan cepat dan tegas. Begitu juga untuk pihak-pihak yang terbukti memfasilitasi mereka terhadap aktivitas ilegal di luar aturan, mesti ditindak," kata Guspardi kepada Haluan, Rabu (12/12). (h/ddg)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM