Bernilai Ekonomi, Taman Bunga Rasak Gadang Diresmikan


Jumat, 14 Desember 2018 - 13:20:42 WIB
Bernilai Ekonomi, Taman Bunga Rasak Gadang Diresmikan POHON AKAR -- Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan isteri serta Bupati Agam Indra Catri dan isteri berswafoto pada pohon akar di Taman Bunga Rasak Gadang.

AGAM, HARIANHALUAN.COM -- Satu lagi objek wisata diresmikan di nagari Matua Mudiak kecamatan Matur, namanya “Taman Bunga Rasak Gadang”.

Peresmianya dilakukan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Bupati Agam Indra Catri Rabu (12/12).

Objek wisata baru tersebut berada pada kawasan hutan masyarakat (HKM) yang berudara sejuk dan alami, memiliki panorama serta aneka tumbuhan bunga-bungaan. Pembangunanya dilakukan oleh masyarakat melalui kerjasama yang diawali dengan kesepakatan menggunakan kawasan hutan masyarakat sebagai objek wisata.

Gubernur Sumbar dalam pidato peresmian mengapresiasi kepedulian masyarakat Matua Mudiak terhadap hutan. Sehingga, mampu menggarapnya menjadi sebuah kawasan bernilai ekonomi bagi masyarakatnya.

"Terima kasih, kami selalu mendukung kegiatan positif kemasyarakatan. Semoga dengan adanya objek wisata yang baru ke depan Nagari Matua mudiak semakin eksis lagi" kata gubernur.

Selain objek wisata ini, di kecamatan Matur terdapat objek wisata, Puncak Lawang,Lawang Park Ambun Tanai dan Embun Pagi.

Pada hari yang sama Gubernur Sumbar juga melaunching Nagari Matua Mudiak Kecamatan Matur sebagai kawasan lindung.

Saat ini kecamatan Matur memiliki hutan lindung di Padang Galanggang lebih kurang 930 Hektar dan kawasan suaka alam Maninjau Utara dan Selatan bersama dengan Kecamatan Tanjung Raya, IV Koto, dan Palembayan dengan luas kurang lebih 17.910 hektar.

Sedangkan sebagai kawasan budidaya, terdapat pengembangan kawasan pertanian holtikultura dan kawasan perkebunan, pengembangan kawasan pariwisata, seperti Ambun Pagi, Puncak Lawang dan Ambun Tanai, serta kawasan pariwisata budaya antara lain rumah gadang Tuanku Alam Nan Putiah, kilang tabu tradisional, wisata kuliner kolak labu dan kacang Lawang, benteng Andaleh dan masjid utama di Pincuran Gadang, serta kawasan pariwisata buatan dan minat khusus berupa olahraga dirgantara, off road, motocross dan jogging track.

Menurut Indra Catri, dalam pengembangan wilayah, harus memperhatikan keseimbangan pola ruang. Jangan sampai mengganggu keseimbangan ekosistem yang akan mengganggu keberlanjutan pembangunan itu sendiri. (h/ks)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 15 November 2016 - 23:32:14 WIB

    Perajin Dilatih Hasilkan Karya Bernilai Jual

    Agam, Haluan — Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kualitas kerajinan lokal Pemerintah Kabupaten Agam bekerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Padang, kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman.
  • Kamis, 18 Agustus 2016 - 03:05:11 WIB

    Ketua IKLB Mufidah JK: Songket Tanah Datar Bernilai Ekonomis Tinggi

    BATUSANGKAR, HALUAN — Tokoh pe­rantau Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) Jabodetabek Ny.Mufidah Jusuf Kalla meng­inginkan semua lapisan warganya yang ber­mukim di kampung halaman mampu merubah taraf ekonominya menjadi le.
  • Selasa, 26 Juli 2016 - 04:26:49 WIB

    Kejari Solok Bakar Narkoba Bernilai Ratusan Juta

    Solok, Haluan — Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok kembali memusnahkan barang bukti Narkoba bernilai ratusan juta rupiah, Rabu (20/7) lalu di kantor kejaksaan setempat..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM