Pengembangan Singkong di Padang Pariaman Terkendala Lahan


Jumat, 14 Desember 2018 - 13:24:39 WIB
Pengembangan Singkong di Padang Pariaman Terkendala Lahan Ilustrasi (haluan)

PADANG, PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Luas panen ubi kayu di Kabupaten Padang Pariaman tercatat seluas 338 hektare, Batang Anai menjadi Kecamatan yang paling luas tanaman ubi kayu di antara 17 Kecamatan di Padang Pariaman. Meski demikian, para petani ubi kayu atau singkong masih terkendala dalam mengembangluaskan potensi tanaman ubi kayu atau singkong.

Singkong merata ditanam oleh petani di Padang Pariaman. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Batang Anai memiliki luas tanaman Singkong 104 hektare, Lubuk Alung 41 hektare, Sintuk Toboh Gadang 8 hektare, Ulakan Tapakis 3 hektare, Nan Sabaris 17 hektare, Enam Lingkung 52 hektare, 2X11 Enam Lingkung 21 hektare, VII Koto 50 hektare, Padang Sago 6 hektare, V Koto Timur 15 hektare, Sungai Limau 10 hektare, Batang Gasan 1 hektare, Sungai Garinggiang 23 hektare, dan Koto Aur Malintang 35 hektare.

Ketua Ketahanan Pangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Ramal Saleh mengatakan, potensi singkong sangat besar untuk dikembangkan. Potensi ini dapat dimanfaatkan oleh industri pangan maupun industri lainnya.

"Ada dua hal pola budaya singkong. Satu sisi benih dan sistem, kita juga membicarakan aplikasi daripada singkong," kata Ramal Saleh, pada suatu kesempatan di Padang.

Dia menjelaskan, membahas terkait singkong tidak hanya soal budidaya atau produksinya oleh petani. Akan tetapi, harus diperhatikan juga permintaan industri yang menerimanya.

"Artinya industri yang mengolah singkong ini, yang menghasilkan produk olahan lagi," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini singkong bisa dimanfaatkan untuk sejumlah industri, seperti industri kertas, tekstil dan lainnya. Sehingga, potensi besar ini harus indetifikasi dan memberi manfaat pada petani.

"Semua harus ada manfaat kalau kita bicara komersial," jelasnya.

Selain itu, Taufik, bagian Perkebunan di Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Pariaman mengatakan, daun dan ampas singkong juga bisa dimanfaatkan serta digunakan untuk biogas. Ia berharap, potensi-potensi ini bisa dikembangkan secara kolektif, mulai dari petani, pengusaha atau investor, dan pemerintah.

"Jadi kita harus punya speksifikasi dan standar, kalau bidikannya industri besar dan modern," imbuhnya.

Di samping itu, hubungan petani bersama industrinya juga harus diperhatikan. Mereka harus menjalin kemitraan yang baik demi kebaikan bersama. "Ini penting. Kemitraan ini dikontrol oleh pemerintah, lembaganya adalah KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha). Jadi petani itu diusahakan diproteksi oleh pemerintah, jadi ada sistem dan prosedurnya," pungkasnya.

Sementara itu, Syahrul (30), petani singkong di Aur Malintang mengatakan perihal pengolahan singkong tidak banyak yang diketahuinya.

"Mau diolah jadi apa, kerupuk mungkin bisa saya lakukan. Biasanya saya tidak mengolah atau menjadikan singkong untuk potensi lain. Hanya panen dan jual ke pengepul," katanya.

Selain itu, dia juga berharap pada penyuluh pertanian untuk memberikan beberapa macam keterampilan dalam menggali potensi dari tanaman singkong. "ya selama ini belum ada pihak pemerintah yang memberikan pengetahuan terkait itu semua," jelas Syahrul. (h/mg-rei).

 




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 21 Juli 2018 - 14:21:09 WIB

    OSO Dukung Pengembangan Gebu Minang Mart

    OSO Dukung Pengembangan Gebu Minang Mart PADANG, HARIANHALUAN.COM— Ketua DPP Gebu Minang Oesman Sapta Odang, mendukung rencana pengembangan Gebu Minang Mart yang digagas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gebu Minang Sumbar yang bekerja sama dengan Lembaga Ekonomi Umat..
  • Sabtu, 30 Juni 2018 - 17:33:15 WIB

    JNE Dorong Pengembangan UMKM di Sumatra Barat

    JNE Dorong Pengembangan UMKM di Sumatra Barat Sebagai perusahaan yang beroperasi di Sumatra Barat (Sumbar), JNE tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga berupaya mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Perusahaan ekspedisi itu memiliki beberapa program untuk memb.
  • Jumat, 09 Februari 2018 - 13:57:10 WIB

    XL Axiata dan Sleekr Hadirkan Solusi Pengembangan Bisnis UKM

    XL Axiata dan Sleekr Hadirkan Solusi Pengembangan Bisnis UKM JAKARTA, HARIANHALUAN.COM--Jumlah pelaku usaha industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terus meningkat setiap tahunnya, berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, saat ini terdapat sekitar 59 juta UK.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM