Pessel Bakal Gelar Parade Tingkuluak


Senin, 17 Desember 2018 - 11:36:23 WIB
Pessel Bakal Gelar Parade Tingkuluak Bupati Pessel Hendra Joni bersama istri yang mengguanak Tingkuluak (Irwando)

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispapora) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bakal menggelar Parade Tingkuluak pada Senin (16/12).

Kegiatan yang akan dihelat di Pantai Muaro Bantiang, Pessel tersebut merupakan sebuah upaya untuk melestarikan keberadaan pakaian tradisional perempuan Minang yang sudah mulai banyak ditinggalkan.

Ketua Dekranasda Pessel sekaligus penggagas Parade Tingkuluak, Lisda Hendrajoni, mengatakan, ide kegiatan ini berangkat dari keprihatinannya terhadap anggapan bahwa tingkuluak sesuatu yang kuno. Bahkan tidak sedikit dari perempuan muda Minang yang tidak tahu apa itu tingkuluak.

"Tingkuluak adalah bagian yang terpisahkan dari pakaian kebesaran Bundo Kanduang. Sesuatu yang sakral. Namun kenyataannya di lapangan, banyak yang tidak mengenal tingkuluak. Kan sedih kita jadinya. Maka dari itu, kami ingin memanfaatkan momen ini, kami ingin mengenalkan kembali apa itu tingkuluak. Sehingga apa yang menjadi kenangan masa lalu dan warisan budaya Minang tidak punah begitu saja," ujar istri Bupati Pessel itu saat konferensi pers di Kawana Hotel, Sabtu (15/12), sore.

Pada acara yang perdana digelar di Pessel tersebut nantinya akan ditampilkan berbagai bentuk tingkuluak dari 37 nagari di Pessel dengan ciri khasnya masing-masing. Tiap-tiap nagari akan mengirim 10 orang perwakilannya, dan selanjutnya akan dinilai nagari dengan penampilan terbaik.

Kepala Dispapora Pessel, Mawardi Roska, menuturkan, setelah pameran tingkuluak, berikutnya akan dilanjutkan dengan tradisi makan bajamba. Melalui kedua kegiatan ini, ia berharap bisa menghidupkan kembali suasana masa lalu di tengah-tengah masyarakat Minangkabau.

"Iven ini sendiri merupakan sebuah upaya sosiologis, di mana kami ingin memulai sebuah tren baru. Sehingga ke depan, perempuan Minang akan bangga menggunakan tingkuluak," ucapnya.

Selain karena ingin melestarikan tingkuluak, Mawardi mengungkapkan bahwa acara ini juga dirancang sebagai bentuk promosi wisata dan kuliner Pessel. Diharapkan, melalui Parade Tingkuluak, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pessel akan semakin meningkat.

Sementara itu, Ketua Panitia Parade Tingkuluak, Novia Hertini mengatakan, dalam acara ini juga akan ditampilkan berbagai kreasi tingkuluak yang telah dipadu-padankan dengan sentuhan nuansa kekinian.

"Jadi konsepnya adalah memadukan unsur tradisional yang ada di tingkuluak dengan unsur-unsur modern. Dengan begini, gadis-gadis Minang tidak lagi melihat tingkuluak sebagai sesuatu yang kuno, sesuatu yang ketinggalan zaman. Dari sanalah akan dimunculkan kembali kecintaan perempuan Minang akan tingkuluak," kata pendiri Batik Lumpo tersebut.

Tingkuluak atau juga yang dikenal dengan nama tingkuluak limpapeh adalah sejenis hiasan kepala perempuan Minang yang dibentuk dengan dilipat sedemikian rupa hingga menyerupai tanduk kerbau. (h/mg-dan)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM