Berdayakan Masyarakat, RSJ Puti Bungsu Dalami Masalah Anak


Senin, 17 Desember 2018 - 12:55:34 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Berdayakan Masyarakat, RSJ Puti Bungsu Dalami Masalah Anak Tanya jawab dari peserta kepada narasumber seminar Gangguan Belajar dan Kecanduan Internet pada Anak di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Puti Bungsu Padang, Sabtu (15/12).Kegiatan itu diisi 3 nara sumber yakni Psikolog Kuswardani, Psikiater Yaslinda Launin dan dokter Rini Gusyaliza. Rivo Septi Andries

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Tumbuh kembang anak saat ini tak lepas dari internet. Orang tua dituntut dapat mensiasati dengan pintar agar sang anak tak menjadi kecanduan.Tak hanya itu, anak harus dipantau, apakah mengalami kesulitan dalam belajar.

Hal ini yang mengemuka pada seminar Gangguan Belajar dan Kecanduan Internet pada Anak di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Puti Bungsu Padang, Sabtu (15/12).Kegiatan itu diisi 3 nara sumber yakni Psikolog Kuswardani, Psikiater Yaslinda Launin dan dokter Rini Gusyaliza.

Psikolog, Kuswardani sebagai nara sumber pada seminar itu mengatakan, ada tiga jenis kesulitan dalam belajar pada anak yakni Learning Disabilities, Underachiever dan Slow Learner.

Pada Learning Disabilities, ketidakmampuan seseorang yang mengacu pada gejala anak tidak mampu belajar, menghindari sehingga hasilnya di bawah potensi intelektual. Ciri-cirinya antara lain daya ingat terbatas, sering melakukan kesalahan secara konsisten, lambat mempelajari hubungan antar huruf dengan bunyi pengucapannya, sulit menguru tangka.

Lalu ada Underachiever, di sini anak memiliki prestasi belajar di bawah kemampuan intelektualnya, pada kategori ini ciri-cirinya banyak mengalami kekecewaan, kurang percaya diri, kurang mampu dalam penerimaan sosial.

Selanjutnya ada Slow Learner, pada tingkat ini anak lambat dalam proses belajar sehingga membutuhkan waktu yang lama dibanding siswa lainnya. Ciri-ciri yang dialami anak konsentrasi singkat, reaksi lambat, dan mudah lupa.

“Sebagai orang tua, harus melihat hal ini lakukan pemeriksaan kepada tenaga professional untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan anak. Bicara secara terbuka sama anak, ajak dia menghargai perbedaan, ingatkan mereka bahwa ia anak-anak yang pandai, dan terimalah anak dengan segala keunikannya, “ujar Kuswardani.

Psikiater, YaslindaYaunin yang juga nara sumber menjelaskan, lebih dini mengenalkan anak pada gadget, lebih besar resiko kecanduannya.

Menurutnya, kecanduan internet adalah ketidakmampuan mengontrol pemakaian internet yang menyebabkan hambatan dalam fungsi psikologis dan sosial.

“Kalau dilihat dampak fisiknya, anak bias kurus karena malas makan, dan sebaliknya anak suka makan dan menjadi obesitas (gemuk berlebihan). Kalau dampak psikis atau sosialnya diantaranya kurang peduli lingkungan, kurang kebersihan diri, konsentrasi menurun, suka menyendiri, komunikasi sama keluarga berkurang, “tuturnya.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Puti Bungsu Padang, dr. Saiful Bahri mengatakan, anak-anak yang mengalami kesulitan belajar dan kecanduan internet bisa dikonsultasikan kepada tenaga profesional di rumah sakit.

“Selama ini ada pandangan rumah sakit jiwa hanya untuk orang gila. Dan itu tidak benar, di rumah sakit jiwa memang khusus kejiwaan tetapi juga mendalami masalah pada anak, seperti gangguan belajar, dan kecanduan internet, “ucapnya.

Ia menyampaikan, RSJ Puti Bungsu ingin berkiprah bersama masyarakat, seperti adanya layanan psikotik anak dan psikologi anak, mengatasi kecanduan internet, kesulitan belajar, gangguan penyesuaian dalam lingkungan.

“Pada prinsipnya kami mengimbau, benteng yang kuat itu adalah keluarga dengan menciptakan rumahku istanaku, “ujarnya.

Ketua Panitia Acara, Triani Haripujiastutie SKM, menyampaikan, seminar diadakan sebagai bentuk pemberdayaan Rumah Sakit Jiwa Puti Bungsu kepada masyarakat.

“Dan diangkatnya tema ini sesuai penelitian dokter Linda beberapa tahun lalu. Selain itu melihat fenomena yang terjadi sekarang, kecenderungan orang lebih banyak berinteraksi dengan dunia maya. Ada 210 lebih orang yang hadir dengan berbagai latar, seperti dokter, tenaga medis, guru, dan para orang tua.

Mereka tak hanya dari Padang, tapi juga ada dari Pariaman, Padang Panjang, dan beberapa daerah lainnya. Ke depan RSJ Puti Bungsu juga berencana mengadakan pemberdayaan lagi untuk masyarakat mungkin dengan metode yang lain. Oh pada seminar kami juga memberikan doorprize atau hadiah kepada peserta, ”ucapTriani. (**)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM