Warga Protes Aktivitas Tambang di Muara Kiawai


Selasa, 18 Desember 2018 - 14:02:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Warga Protes Aktivitas Tambang di Muara Kiawai Ilustrasi (net)

PASBAR, HARIANHALUAN.COM-- Masyarakat Jorong Kartini, Muara Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mendatangi Mapolsek Gunung Tuleh, Senin (17/12). Mereka menolak penambangan sirtukil (pasir, batu dan kerikil) dengan alat berat di Sungai Batang Kenaikan.

Koordinator lapangan Ifni Harun meminta operasional alat berat tersebut dihentikan karena dinilai sangat merugikan masyarakat.  Ifni mengatakan ada dua titik penambangan yang menggunakan alat berat di Jorong Kartini dan Jorong Sudirman di atas lahan warga inisial “H” dan “N”.

Menurutnya, penambangan itu sudah berlangsung sekitar satu bulan dan mulai meresahkan masyarakat.

"Sementara itu di sekitar lokasi banyak masyarakat yang melakukan penambangan secara manual. Akibat beroperasi alat berat itu mematikan usaha masyarakat," ujarnya.

Pihaknya sengaja mendatangi Polsek Gunung Tuleh agar aktifitas tambang itu dihentikan. Jika tidak maka masyarakat sendiri yang akan menghentikan.

"Usai menyampaikan aspirasi ke Polsek, kami akan langsung ke kantor wali nagari (desa) untuk menyampaikan hal yang sama dan langsung kelokasi tambang," tegasnya.

Salah seorang warga yang ikut menyampaikan aspirasi, Armen mengharapkan jajaran Polsek Gunung Tuleh untuk menghentikan operasional alat berat itu karena sangat merugikan masyarakat.

  1. kata Arema,  sekitar tiga kilometer lebih tanaman kelapa sawit masyarakat yang berada di tepi sungai rusak karena tergerus oleh aktifitas alat berat. Selain itu juga air sungai menjadi keruh dan merusak lingkungan dan kesehatan.

Sementara itu Kepala Polsek Gunung Tuleh, Iptu Eri Yanto menegaskan akan menindaklanjuti tuntutan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

"Kami hanya mengharapkan masyarakat tetap menjaga keamanan dan jangan anarkis. Kami akan menindaklanjuti aspirasi ini," sebutnya.

Menurutnya pihaknya selama ini sudah mendengarkan aktifitas alat berat itu dan sudah pernah diingatkan.

"Diakui sejumlah penambangan yang ada di wilayah hukum Polsek Gunung Tuleh ada yang berizin dan ada yang tidak. Kita sudah ingatkan namun nampaknya tidak diindahkan makanya masyarakat ribut," katanya.

Setelah masyarakat menyampaikan aspirasi, masyarakat langsung ke lokasi tambang yang disambut oleh Pucuk Adat Muaro Kiawai, Robet.

"Kami sepakat operasional alat berat dihentikan namun dengan catatan semua penambang ditutup yang ada di Muara Kiawai ini," tegasnya di hadapan masyarakat. (h/idn)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 16 Maret 2019 - 00:54:11 WIB

    Seniman Korban Penembakan di Selandia Baru Bukan Warga Pessel

    Seniman Korban Penembakan di Selandia Baru Bukan Warga Pessel PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Zulfirman Syah seorang seniman komunitas Seni Sakato di Yogyakarta, Warga Negara Indonesia (WNI) yang jadi korban penembakan di Christchurch, Selandia Baru, ternyata bukan asal Pesisir Selatan..
  • Selasa, 12 Maret 2019 - 21:18:32 WIB

    Fenomena Tanah Bergetar, BPBD Janji Temui Warga Pila Tarok

    Fenomena Tanah Bergetar, BPBD Janji Temui Warga Pila Tarok PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kejadian tanah bergetar di kawasan Pila Tarok, Kelurahan Pasar Ambacang, Kuranji, Kota Padang, masih terus terasa dan meresahkan sejumlah warga hingga saat ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (.
  • Rabu, 06 Maret 2019 - 21:06:47 WIB

    Sandiaga Uno Batal Menyapa Ribuan Warga di Pasar Payakumbuh

    Sandiaga Uno Batal Menyapa Ribuan Warga di Pasar Payakumbuh PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM--Harapan ribuan masyarakat yang berkumpul di dua pasar di Kota Payakumbuh pupus untuk bertemu dengan calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno pada Rabu (6/3). Calon Wakil Presid.
  • Jumat, 01 Maret 2019 - 11:22:54 WIB

    Warga Bertahan di Tenda Darurat, 51 Terluka, 343 Rumah Rusak

    Warga Bertahan di Tenda Darurat, 51 Terluka, 343 Rumah Rusak Tak ada korban meninggal dalam peristiwa yang membuat heboh itu. Namun, data sementara, korban yang mengalami luka-luka hingga Kamis sore berjumlah 51 orang. Ratusan orang juga mengungsi karena trauma dan rumahnya rusak..
  • Rabu, 27 Februari 2019 - 12:14:47 WIB

    Abu Warna Hitam PLTU Ombilin Resahkan Warga

    Abu Warna Hitam PLTU Ombilin Resahkan Warga SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM- Janji pihak PLTU Ombilin Sijantang untuk segera menuntaskan permasalagan abu yang kerap meresahkan dan menganggu warga sekitarnya di awal 2019 tidak terbukti, pasalnya memasuki bulan kedua 2019 i.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM